Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap
Lagu “Modern Love” adalah track dari album kedelapan All Time Low, “Wake Up, Sunshine” (2020). Lagu ini menawarkan kritik sosial terhadap budaya kencan modern, ketergantungan pada obat-obatan, dan sifat sementara hubungan kontemporer.
“Modern love’s a beautiful…” – Aspek menarik dan menggairahkan dari hubungan modern
“…disaster” – Konsekuensi destruktif dan kekacauan yang dihasilkan
Lagu ini adalah kritik tajam terhadap budaya kencan dan hubungan di era modern. Narator mengamati bagaimana cinta kontemporer telah direduksi menjadi permainan dangkal, ketergantungan pada obat-obatan, dan pencarian kenikmatan sesaat tanpa komitmen.
Referensi ke lagu Queen, mungkin juga metafora untuk wanita mematikan yang menarik tetapi berbahaya, atau simbol kekuatan destruktif dalam hubungan.
“Hook in my mouth, stringing me out” – metafora ikan yang terkait, menggambarkan ketergantungan dan manipulasi dalam hubungan.
“The carousel don’t stop for us” – hubungan seperti komidi putar yang terus berputar tanpa kemajuan, siklus yang tidak berujung.
“Nobody lasts after the honeymoon” – fase awal hubungan yang indah tetapi tidak bertahan, kritik terhadap budaya hubungan instan.
Lagu ini dapat dibaca sebagai kritik terhadap budaya hubungan generasi muda yang tumbuh dengan media sosial, aplikasi kencan, dan budaya instan. “Obsessed with drugs and dating” mencerminkan kecenderungan untuk mencari kepuasan instan, sementara “staying home and masturbating” mengungkap paradoks isolasi di era konektivitas digital.
Cinta di era digital ditandai oleh kelimpahan pilihan (paradoks of choice), kedangkalan interaksi, dan tekanan untuk menampilkan kehidupan hubungan yang sempurna di media sosial. Lagu ini menangkap frustrasi dari pencarian hubungan yang bermakna dalam konteks ini, di mana hubungan seringkali direduksi menjadi “flavor of the week” dan validasi melalui likes dan perhatian.
Frasa “flavor of the week” merujuk pada budaya konsumsi modern di mana segala sesuatu – termasuk hubungan dan ketertarikan manusia – diperlakukan seperti produk yang cepat berganti. Ini adalah kritik terhadap budaya swipe di aplikasi kencan, di mana orang diperlakukan sebagai komoditas yang dapat dengan mudah diganti ketika ada “model baru” yang tersedia.
“Modern Love” adalah lagu tentang paradoks hubungan di era digital. Di satu sisi, kita memiliki lebih banyak kebebasan dan pilihan daripada sebelumnya. Di sisi lain, kelimpahan ini justru menghasilkan kedangkalan, ketidakpuasan, dan isolasi.
Lagu ini mengkritik bagaimana cinta modern telah direduksi menjadi permainan dangkal – “drugs and dating”, “flavor of the week”, komidi putar yang berputar tanpa akhir. Narator mengakui terlibat dalam sistem ini (“I’ll take you home tonight if only for the hell of it”) sambil menyadari kekosongannya.
Pada akhirnya, lagu ini mengajukan pertanyaan eksistensial: Apakah “kemajuan” dalam cara kita berhubungan benar-benar membuat kita lebih bahagia? Ataukah kita hanya menukar kompleksitas hubungan yang bermakna dengan kesenangan instan yang akhirnya meninggalkan kita “suffocating” dan “choking”?
“Modern love’s a beautiful disaster” adalah pengakuan yang jujur: ada sesuatu yang menarik dan menggairahkan tentang kebebasan hubungan modern, tetapi juga ada sesuatu yang sangat menghancurkan tentang kedangkalan dan kesementaraannya. Dalam dunia di mana “nobody lasts after the honeymoon”, kita semua hanya berputar-putar di komidi putar, menggigit bibir kita, dan berharap bahwa putaran berikutnya akan berbeda.