Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

| I never thought myself a believer | Aku tak pernah menganggap diriku seorang penganut |
| But here tonight I believe in you | Tapi malam ini di sini aku percaya padamu |
| We danced the demons away with tequila | Kita menari menjauhkan iblis dengan tequila |
| Beneath the lights you were showing me a truth | Di bawah lampu kau menunjukkan kebenaran padaku |
| That your sweat is my holy water | Bahwa keringatmu adalah air suci bagiku |
| I’d drown in an ocean | Aku akan tenggelam dalam lautan |
| And your hips are the only altar | Dan pinggulmu adalah satu-satunya altar |
| I fall to my knees thinking | Aku jatuh berlutut sambil berpikir |
| I found God and we found heaven | Aku menemukan Tuhan dan kita menemukan surga |
| On the bedroom floor, you’re my, my new religion | Di lantai kamar tidur, kaulah agama baruku |
| It’s been way too long since my last confession | Sudah terlalu lama sejak pengakuan dosa terakhirku |
| On your bedroom floor, you’re my, my, my, my, my | Di lantai kamar tidurmu, kaulah, milikku, milikku… |
| New religion, I only wanna worship you | Agama baru, aku hanya ingin menyembahmu |
| This ain’t gospel, nah, but what can I do? | Ini bukan injil, nah, tapi apa yang bisa kulakukan? |
| I would be lying if I said I’m not dying to worship you | Aku akan berbohong jika kukatakan aku tak mati-matian ingin menyembahmu |
| I got no problem being saved | Aku tak masalah untuk diselamatkan |
| Ain’t no questioning my faith | Tak ada yang meragukan imanku |
| Could be a sin to want you but worse to walk away | Mungkin berdosa menginginkanmu tapi lebih buruk untuk pergi |
Lagu ini menggunakan metafora religius untuk menggambarkan intensitas hubungan romantis. Konsep “new religion” (agama baru) mewakili cara di mana cinta atau hasrat dapat mengambil posisi sentral dalam hidup seseorang, menggantikan sistem kepercayaan tradisional. Penyebutan “holy water” (air suci), “altar” (altar), dan “confession” (pengakuan dosa) menciptakan paralel antara pengalaman spiritual dan pengalaman romantis/erotis.
“We danced the demons away with tequila” menunjukkan hubungan intim sebagai bentuk penyembuhan atau pelarian dari masalah mental (“demons”). Kamar tidur menjadi ruang suci di mana dua orang menemukan “heaven” (surga) dan “God” (Tuhan) dalam satu sama lain, menawarkan keselamatan dari dunia luar.
Lirik “Could be a sin to want you but worse to walk away” mengungkapkan konflik internal antara keinginan yang kuat dan kemungkinan bahwa hal itu melanggar norma moral atau agama. Namun, lagu ini mengambil posisi bahwa mengikuti hasrat meskipun berisiko “berdosa” lebih baik daripada menyangkalinya.
Dari “I never thought myself a believer” menjadi “I believe in you” menceritakan transformasi seseorang dari skeptis menjadi penganut yang setia—bukan kepada agama tradisional, tetapi kepada orang lain. Hubungan ini mengubah pandangan hidup dan sistem kepercayaan penyanyi.