Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

| You said this happens all the time, yeah, that’s kinda the point | Kau bilang ini sering terjadi, ya, itulah intinya |
| We can’t keep on doing this, doing this | Kita tak bisa terus melakukan ini, melakukan ini |
| Even when we’re doing fine, yeah, nothing’s really fine | Bahkan saat kita baik-baik saja, ya, tak ada yang benar-benar baik |
| But we keep on doing it, doing it | Tapi kita terus melakukannya, melakukannya |
| Like one day we’ll both change | Seolah suatu hari kita berdua akan berubah |
| And everything will make sense, darling | Dan segalanya akan masuk akal, sayang |
| You’ll see, believe me | Kau akan lihat, percayalah padaku |
| Now come sit down, just put your hands on me | Sekarang datang duduklah, letakkan tanganmu padaku |
| I’m not trying to say I don’t wanna stay | Aku tak mencoba bilang aku tak ingin tinggal |
| I just know how this story ends | Aku hanya tahu bagaimana cerita ini berakhir |
| Use my body against me and all of our history | Gunakan tubuhku melawanku dan semua sejarah kita |
| I hate the way you miss me | Aku benci caramu merindukanku |
| We’re on our third bottle of wine now, your tongue is on mine | Sekarang kita di botol anggur ketiga, lidahmu di atasku |
| We just keep on doing this, doing this, don’t we? | Kita terus melakukan ini, melakukan ini, bukan? |
| I’d try to leave, but you’d find some way | Aku akan mencoba pergi, tapi kau akan menemukan cara |
| To twist my mind and make me wonder | Untuk memutarbalikkan pikiranku dan membuatku bertanya-tanya |
| If one day I might change | Jika suatu hari aku mungkin berubah |
| And everything would make sense, darling | Dan segalanya akan masuk akal, sayang |
| I hate the way you, way you miss me | Aku benci caramu, caramu merindukanku |
Lagu ini menggambarkan hubungan yang terjebak dalam pola berulang yang destruktif. Meski kedua pihak menyadari hubungan ini tidak sehat (“We can’t keep on doing this”), mereka terus kembali karena kebiasaan, ketergantungan emosional, atau ketakutan akan perubahan. Lirik “that’s kinda the point” menunjukkan ironi bahwa kekonstanan masalah justru menjadi alasan mereka tetap bersama.
“Use my body against me and all of our history” menunjukkan bagaimana keintiman fisik dan kenangan masa lalu digunakan sebagai alat manipulasi. Pasangan menggunakan tubuh dan sejarah bersama untuk mengendalikan, membuat satu pihak merasa bersalah atau terikat, meski secara rasional mengetahui hubungan ini beracun.
“I’m not trying to say I don’t wanna stay, I just know how this story ends” mengungkapkan konflik internal antara keinginan untuk bertahan (karena cinta, kebiasaan, atau ketakutan) dengan pengetahuan bahwa akhir hubungan sudah dapat diprediksi. Penyanyi terjebak dalam ketidakberdayaan, mengetahui akhir yang buruk tapi tidak mampu menghentikannya.
“I hate the way you miss me” adalah pernyataan kompleks tentang jenis kerinduan yang manipulatif atau tidak tulus. Bukan kerinduan itu sendiri yang dibenci, tetapi bagaimana kerinduan itu diekspresikan—mungkin sebagai bentuk kontrol, rasa bersalah, atau cara memanipulasi agar kembali ke pola yang sama. Ini menunjukkan bahwa bahkan ekspresi cinta dalam hubungan ini telah menjadi beracun.