Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Lirik Lengkap, Terjemahan Baris, Kunci Gitar, dan Analisis Makna
Berikut adalah detail singkat tentang lagu “John Hughes” dan band As It Is.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Judul Lagu | John Hughes |
| Artis / Band | As It Is (Band pop-punk asal Brighton, UK, yang beranggotakan vokalis Patty Walters, gitaris Benjamin Biss, dll.) |
| Rilis | Bagian dari EP “Blenheim Place” (2013). |
| Figur “John Hughes” | Merujuk pada sutradara film Amerika yang ikonik, terkenal dengan film-film “coming-of-age” tahun 80an seperti The Breakfast Club, Sixteen Candles, dan Ferris Bueller’s Day Off. |
| Tema Utama | Nostalgia masa muda, kecemasan akan masa dewasa, perasaan tidak dipahami, dan pencarian identitas. |
Lagu ini umumnya dimainkan dalam kunci G Mayor dengan progresi akor yang relatif sederhana dan khas pop-punk/emo.
Progresi Dasar (Verse/Chorus):
G D How long's it been since I was young? Em C Fifteen years since wooden guns...
Pola Ritme: Gunakan strumming pattern dasar dengan downstroke yang kuat pada ketukan utama, diselingi upstroke untuk memberi nuansa pop-punk. Pola seperti ↓ ↓ ↑ ↑ ↓ ↑ dapat menjadi patokan awal.
Lirik di bawah ini disusun sesuai struktur lagu dan dilengkapi terjemahan langsung untuk memahami konteks dan nuansa setiap baris.
[Pre-Chorus]
[Chorus]
[Verse 2]
[Pre-Chorus]
[Chorus]
[Bridge]
[Chorus – Outro]
Penyebutan “John Hughes” bukan sekadar nama. Hughes adalah sutradara yang karyanya (The Breakfast Club, Sixteen Candles, Ferris Bueller’s Day Off) menjadi simbol pemahaman terhadap gejolak masa muda. Karakter-karakternya yang penuh dengan kegelisahan, pemberontakan, dan perasaan menjadi “orang luar” (outsider) sangat relatable bagi banyak remaja dan dewasa muda. Lirik “No one knows me like John Hughes did” mengungkapkan perasaan bahwa film-film Hughes lebih memahami pengalaman dan perasaan sang narrator daripada orang-orang di kehidupan nyatanya.
Lagu ini penuh dengan kontras antara kesederhanaan masa kanak-kanak (“wooden guns”, “board games”) dengan kompleksitas dan kecemasan masa dewasa (“overwhelmed”, “doubting the cards”). Narrator merasa terputus dari masa mudanya dan berjuang dengan tekanan untuk mendefinisikan diri di dunia yang terasa dingin dan tidak peduli. Kutipan seperti “life was easier when we were young” menjadi mantra bersama yang menegaskan rasa rindu dan kebingungan ini.
Kata kunci di chorus adalah “unsung” (tak terpuji, tak diakui, tak terlihat). Ini mewakili perasaan ketidakberartian dan tidak dipahami. Namun, lagu ini dengan cerdik mengubah pengalaman yang terasa sangat personal itu menjadi sesuatu yang universal. Dengan berulang kali menyebut “we’ve all felt”, As It Is menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan di antara para pendengarnya. Pesannya: kamu tidak sendirian dalam merasa sendiri.