Percaya Ramalan Bintang? Makna & Chord Lagu Horoscopes – As It Is






As It Is – Horoscopes | Analisis Lirik & Makna


✨ “Horoscopes” – As It Is

Lirik Lengkap, Terjemahan Mendalam, dan Eksplorasi Krisis Spiritual

📜 Informasi Lagu & Konteks

Lagu “Horoscopes” merupakan eksplorasi mentah As It Is terhadap keraguan eksistensial, pencarian makna, dan ketakutan akan kesendirian. Berbeda dari lagu cinta atau patah hati umumnya, lagu ini menyelam lebih dalam ke pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang keberadaan, kepercayaan, dan tempat kita di alam semesta.

🎵 Identitas Lagu

Judul: Horoscopes
Artis: As It Is
Album: Bagian dari katalog awal band (era 2013-2014)
Genre: Pop-Punk / Emo

🎙️ Tema Sentral

• Krisis iman dan spiritualitas
• Pencarian tujuan hidup
• Ketakutan akan kesia-siaan dan dilupakan
• Keinginan untuk percaya dalam dunia yang sinis

📈 Posisi dalam Diskografi

“Horoscopes” mewakili fase awal As It Is di mana mereka banyak membahas kecemasan eksistensial dan pergumulan identitas. Lagu ini sejalan dengan tema lagu lain seperti “Often”, “Dial Tones”, dan “Bitter, Broken Me” yang menggali kesehatan mental dan kebingungan hidup.

🎸 Struktur Chord & Musikalitas

Kunci gitar resmi untuk “Horoscopes” tidak tersedia di database publik, tetapi berdasarkan analisis audio dan pola musik As It Is:

🎶 Progresi Chord yang Direkomendasikan

Kunci Dasar: C Mayor atau G Mayor
Progresi Verse: AmFCG
Progresi Chorus: CGAmF
Karakter: Arpeggio tenang di verse, power chord penuh di chorus, dinamika ekstrem antara bagian refleksi dan ledakan emosi.

💡 Tips Bermain “Horoscopes”

1. Gunakan Capo pada Fret ke-3 jika ingin bermain dengan bentuk chord yang lebih mudah
2. Kontras dinamika sangat penting – verse sangat tenang, chorus sangat keras
3. Bagian bridge (“All great men die young…”) menggunakan progresi minor yang lebih gelap
4. Dengarkan versi live untuk memahami nuansa tempo dan emosi asli

📖 Lirik Lengkap & Terjemahan Baris per Baris

Lirik berdasarkan transkripsi resmi dari Genius Lyrics, diterjemahkan dengan pendekatan kontekstual untuk menangkap nuansa filosofis.

[Verse 1]

There’s no god if this is all there is for me
(Tidak ada Tuhan jika hanya ini yang ada untukku)

A temper and conceptions that I’m lonely
(Hanya amarah dan pemahaman bahwa aku kesepian)

When death comes, I’ll be ready
(Saat kematian datang, aku akan siap)

But I’ll waste my life preparing
(Tapi aku akan menyia-nyiakan hidupku untuk mempersiapkannya)

There’s so much more to life than breathing
(Ada lebih banyak hal dalam hidup daripada sekadar bernapas)

I see life through a dog’s eyes
(Aku melihat hidup melalui mata anjing)

A world in black and white
(Dunia dalam hitam dan putih)

A world that would so happily forget me
(Dunia yang akan dengan senang hati melupakanku)

[Pre-Chorus]

I’m faithless I’m shameless
(Aku tak beriman, aku tak tahu malu)

[Chorus]

I just wanna believe in something
(Aku hanya ingin percaya pada sesuatu)

But I think that horoscopes are bullshit
(Tapi kupikir horoskop itu omong kosong)

I just wanna believe in something
(Aku hanya ingin percaya pada sesuatu)

Anything at all, yeah
(Apa pun itu, ya)

[Verse 2]

I’m faithless I’m shameless
(Aku tak beriman, aku tak tahu malu)

I make terrible decisions
(Aku membuat keputusan-keputusan buruk)

and I pay for them in the fear that keeps my eyes glued to the ceiling
(dan kubayar dengan ketakutan yang membuat mataku menatap langit-langit)

If I drown, will you drown with me?
(Jika aku tenggelam, maukah kau tenggelam bersamaku?)

‘Cause I’d hate to leave you lonely
(Karena aku benci meninggalkanmu sendirian)

In a world that would so happily forget me
(Di dunia yang akan dengan senang hati melupakanku)

[Chorus]

I just wanna believe in something…
(Aku hanya ingin percaya pada sesuatu…)

[Bridge]

All great men die young
(Semua orang hebat mati muda)

Just bodies in boxes or dust in porcelain and
(Hanya tubuh dalam kotak atau debu dalam porselen dan)

Once my friends are gone
(Begitu teman-temanku pergi)

I’ll remember when we held the world with our fingers
(Aku akan ingat saat kita memegang dunia dengan jari-jari kita)

All great men die young
(Semua orang hebat mati muda)

Just bodies in boxes or dust in porcelain
(Hanya tubuh dalam kotak atau debu dalam porselen)

All great men die young
(Semua orang hebat mati muda)

And I’m so fucking scared to outlive all I’ve ever known
(Dan aku sangat takut untuk hidup lebih lama dari semua yang pernah kukenal)

[Outro]

I just wanna believe in something…
(Aku hanya ingin percaya pada sesuatu…)

🧠 Analisis Makna & Interpretasi Filosofis

“Horoscopes” bukan sekadar lagu tentang keraguan agama—ini adalah eksplorasi mendalam tentang kebutuhan manusia akan makna dalam dunia yang terasa acak dan impersonal.

1. Penolakan terhadap “Peredam Kecemasan” Spiritual

Judul “Horoscopes” (Horoskop) digunakan sebagai simbol untuk sistem kepercayaan yang disederhanakan, instan, dan dangkal. Penyataan “horoscopes are bullshit” bukan hanya kritik pada astrologi, tetapi pada kecenderungan manusia untuk menerima jawaban mudah atas pertanyaan eksistensial yang kompleks. Narrator menolak “comfort” spiritual yang murah, meskipun sangat ingin percaya.

2. Paradoks Persiapan untuk Mati vs. Keinginan untuk Hidup

Baris “When death comes, I’ll be ready / But I’ll waste my life preparing” menangkap paradoks manusia modern: kita begitu takut mati sehingga kita menyia-nyiakan hidup dengan mempersiapkan kematian. Narrator menyadari “there’s so much more to life than breathing” tetapi terjebak dalam siklus persiapan tanpa benar-benar hidup.

3. Perspektif “Through a Dog’s Eyes”

Metafora melihat hidup “through a dog’s eyes / A world in black and white” mewakili pengalaman depresi dan disosiasi. Dunia kehilangan warna dan kompleksitas, menjadi sederhana dan tanpa nuansa. Ini juga mencerminkan perasaan menjadi pengamat pasif dalam kehidupan sendiri, seperti hewan peliharaan yang tidak memiliki kendali atas nasibnya.

4. Ketakutan Tertinggi: Dilupakan dan Bertahan Hidup

Frasa berulang “a world that would so happily forget me” mengungkapkan ketakutan terdalam akan ketidakberartian eksistensial. Yang lebih menakutkan lagi adalah kemungkinan bertahan hidup setelah semua yang berarti hilang (“I’m so fucking scared to outlive all I’ve ever known”). Ini adalah ketakutan akan kesendirian radikal dalam dunia yang tidak peduli.

🔗 Koneksi dengan Filosofi Eksistensial

“Horoscopes” bergema dengan tema-tema eksistensialisme abad ke-20:

• Albert Camus: Pemberontakan terhadap absurditas kehidupan tanpa makna bawaan. Narrator menolak “horoscopes” (jawaban mudah) meskipun mendambakan makna.
• Jean-Paul Sartre: Tanggung jawab atas “terrible decisions” kita dalam dunia tanpa pedoman ilahi.
• Soren Kierkegaard: “Leap of faith” yang ditolak narrator—keinginan untuk percaya tanpa mampu melakukannya.

Lagu ini bisa dilihat sebagai ekspresi musik dari “malaise” eksistensial generasi milenial—terjepit antara warisan spiritual yang diragukan dan materialisme kosong.

🎶 Tematik dalam Diskografi As It Is

“Horoscopes” menempati ruang khusus dalam katalog As It Is sebagai lagu yang paling eksplisit menangani pertanyaan metafisika dan spiritualitas. Berikut perbandingannya dengan lagu-lagu lain:

Lagu Tema Utama Koneksi dengan “Horoscopes”
“Often” Kesehatan mental, kecemasan sehari-hari Bagian internal dari krisis yang di-“Horoscopes” dieksternalkan ke pertanyaan kosmik
“Bitter, Broken Me” Ketergantungan hubungan, kehilangan diri Pencarian makna dalam hubungan vs. pencarian makna eksistensial
“Dial Tones” Koneksi manusia, komunikasi yang rusak Keinginan untuk koneksi interpersonal vs. koneksi kosmik/spiritual
“The Great Depression” Depresi klinis, perjuangan kesehatan mental Depresi sebagai pengalaman klinis vs. depresi eksistensial

“Horoscopes” unik karena mengangkat pertanyaan yang bahkan lebih besar dari pengalaman interpersonal atau psikologis—pertanyaan tentang tempat kita dalam kosmos dan keberadaan makna itu sendiri.

🔍 Sumber & Rekomendasi Eksplorasi

🎵 Sumber Lirik & Informasi

Lirik Asli: Genius Lyrics (sumber tepercaya untuk lirik musik)
Analisis Tambahan: Komentar komunitas Genius dan platform diskusi song meanings
Kontekstualisasi: Album awal As It Is (2013-2014) sebagai periode pencarian identitas artistik

📚 Bacaan & Musik Terkait

Jika tema “Horoscopes” menarik bagi Anda, pertimbangkan untuk menjelajahi:

Musik dengan Tema Serupa:
• “A Praise Chorus” – Jimmy Eat World (pencarian makna melalui musik)
• “Casimir Pulaski Day” – Sufjan Stevens (keraguan iman dan penderitaan)
• “I Will Follow You into the Dark” – Death Cab for Cutie (cinta dalam menghadapi kematian)

Bacaan Filosofis:
The Myth of Sisyphus – Albert Camus (absurditas dan pemberontakan)
The Stranger – Albert Camus (ketidakpedulian alam semesta)
Man’s Search for Meaning – Viktor Frankl (makna dalam penderitaan)