Kata Maaf Tak Cukup: Terjemahan & Kunci Gitar Sorry – As It Is





As It Is – “Sorry” | Analisis Lengkap


🎵 “Sorry” – As It Is

Lirik Lengkap, Terjemahan, Analisis Makna & Informasi Lagu

📋 Informasi Lagu & Band

“Sorry” adalah lagu dari album debut As It Is, “Never Happy, Ever After” (2015). Lagu ini, seperti yang dicatat di Genius, adalah lagu tentang **cinta tak terbalas** yang penuh dengan lirik merendahkan diri dan kerinduan akan cinta yang hilang. Lagu ini juga memiliki versi terbaru yang dirilis pada tahun 2025 berjudul **”Sorry X”**, yang menampilkan aransemen ulang dan perbedaan kecil dalam struktur lirik.

🎵 Identitas Lagu

Judul: Sorry
Artis: As It Is
Album: Never Happy, Ever After (2015)
Versi Lain: “Sorry X” (2025)
Penulis: Alistair Ian Testo, Andrew Fletcher Westhead, Benjamin Izzy Biss, Patrick Michael Foley, Patrick Thomas Walters

🎙️ Tentang Band: As It Is

Asal: Brighton, Inggris
Genre: Pop-Punk, Emo, Alternative Rock
Aktif sejak: 2012
Ciri Khas: Lirik jujur tentang kesehatan mental, dinamika vokal Patty Walters (vokal utama) dan Benjamin Biss (vokal pendukung/gitar), serta sound pop-punk yang emosional.

🎭 Tema Utama

• Cinta tak terbalas dan penyesalan
• Kritik diri yang keras dan perasaan tidak cukup
• Kesepian dan perasaan dilupakan
• Obsesi terhadap seseorang yang sudah berpindah
• Kontradiksi antara keraguan diri dan kepercayaan diri

🔊 Tentang Versi “X” (2025): Versi terbaru “Sorry X” memiliki struktur yang sedikit berbeda dengan penambahan bagian **Pre-Chorus** yang lebih jelas. Bagian backing vokal juga dituliskan secara eksplisit dalam lirik versi ini, seperti pada bridge “(You’re every chapter)”. Ini adalah bagian dari proyek As It Is untuk merekam ulang dan merilis ulang lagu-lagu dari album debut mereka.

🎸 Kunci Gitar & Struktur Musik

Meskipun sumber yang ditemukan tidak menyertakan kunci gitar resmi untuk lagu ini, analisis terhadap karakteristik lagu As It Is dan genre pop-punk memberikan estimasi yang baik untuk dimainkan.

🎶 Perkiraan Kunci & Progresi Chord

Estimasi Kunci Dasar: Lagu dengan nuansa melankolis dan emosional seperti “Sorry” sering menggunakan kunci minor. Berdasarkan struktur melodinya, lagu ini kemungkinan besar dimainkan di A Minor atau E Minor.

Progresi Akor yang Direkomendasikan:

Untuk menangkap nuansa emosional lagu, coba progresi pop-punk/emo klasik ini:

Verse (Reflektif): AmCGF (i – III – VII – VI)

Chorus (“On my own again…”): CGAmF (III – VII – i – VI) dengan energi yang lebih tinggi.

Karakter Bermain:

• **Intro dan verse** mungkin dimulai dengan arpeggio atau riff gitar yang jernih dan melankolis.

• **Pre-Chorus** membangun ketegangan menuju chorus dengan progresi chord yang mungkin lebih kompleks atau dengan perubahan dinamika.

• **Chorus** adalah bagian yang paling vokal dan emosional, sering kali dengan distorsi gitar yang lebih penuh atau strumming yang lebih kuat.

• **Bridge (“I’m just a reader…”)** adalah bagian yang lebih tenang dan reflektif, sering kali menggunakan pola picking sebelum kembali ke chorus atau outro.

💡 Tips Mempelajari & Mencari Versi Akurat

1. Dengarkan dan Analisis: Putar lagu aslinya (baik versi 2015 maupun 2025) dan coba identifikasi nada dasarnya dengan gitar. Mulailah dari kunci A Minor.

2. Perhatikan Dua Versi: Bandingkan versi original dan “Sorry X” untuk merasakan perbedaan aransemen yang mungkin mempengaruhi pendekatan bermain gitar.

3. Cari Tutorial Penggemar: Platform seperti YouTube sering memiliki cover atau tutorial yang dibuat oleh penggemar. Cari dengan kata kunci “As It Is Sorry guitar tutorial” atau “Sorry X As It Is cover”.

4. Eksplorasi Platform Chord: Periksa situs seperti Ultimate Guitar untuk melihat apakah ada pengguna yang telah mengunggah transkripsi chord mereka.

5. Gunakan Capo untuk Kemudahan: Jika kunci asli terlalu rendah/tinggi, gunakan capo untuk menyesuaikan. Misalnya, dengan capo di fret ke-2 dan memainkan bentuk chord G-Em-C-D, Anda akan mendapatkan suara A-F#m-D-E.

📜 Lirik Lengkap & Terjemahan Baris per Baris

Lirik berikut diverifikasi dari sumber resmi Genius Lyrics dan sumber tepercaya lainnya. Terjemahan dibuat untuk memahami konteks dan nuansa setiap baris.

[Verse 1]

Fix me, I’m defective
(Perbaiki aku, aku rusak)

Stitch me up and make me feel new again
(Jahit aku dan buat aku merasa baru lagi)

Take all that’s wrong and correct it
(Ambil semua yang salah dan benarkan)

Leave nothing that resembles this mess that I am
(Tinggalkan tak satu pun yang menyerupai kekacauan diriku ini)

[Pre-Chorus]

I miss what never was with us
(Aku merindukan apa yang tak pernah terjadi antara kita)

Our fiction I constructed
(Fiksi kita yang kubangun)

You’re everywhere and all that I think about
(Kau ada di mana-mana dan semua yang kupikirkan)

I can’t even feel alone in my own head
(Aku bahkan tak bisa merasa sendirian di dalam kepalaku sendiri)

[Chorus]

On my own again
(Sendiri lagi)

I’m trying not to feel ‘cause I’m feeling like the world forgot me
(Aku berusaha untuk tidak merasakan apa-apa karena aku merasa dunia melupakanku)

On my own again
(Sendiri lagi)

Yeah, you were always his
(Ya, kau selalu miliknya)

And all I ever was was sorry
(Dan semua yang pernah kualah adalah rasa menyesal)

[Verse 2]

I’m my own invention
(Aku adalah penemuan diriku sendiri)

An unfulfilled and underwhelmed work of art
(Sebuah karya seni yang tak terpenuhi dan mengecewakan)

I’m desperate for your affection
(Aku sangat mendambakan kasih sayangmu)

It’s hopeless, I know, but that’s just who I am
(Ini sia-sia, aku tahu, tapi itulah diriku)

[Pre-Chorus 2]

It’s like my mind has mirrored walls
(Seperti pikiranku memiliki dinding-dinding bercermin)

And you’re standing in the middle
(Dan kau berdiri di tengahnya)

I’m equal parts self-doubt and confidence
(Aku adalah bagian yang setara antara keraguan diri dan kepercayaan diri)

And I’m confident I’ll die with every word I have left unsaid
(Dan aku yakin aku akan mati dengan setiap kata yang tak sempat kuucapkan)


[Chorus – Repeated x2]

On my own again…
(Sendiri lagi…)

[Bridge]

I’m just a reader
(Aku hanya seorang pembaca)

(You’re every chapter)
(Kau adalah setiap bab)

Never happy, ever after
(Tak pernah bahagia, selamanya)

I’m just a reader
(Aku hanya seorang pembaca)

(You’re every chapter)
(Kau adalah setiap bab)

Never happy, ever after
(Tak pernah bahagia, selamanya)

[Outro]

On my own again
(Sendiri lagi)

Never happy, ever after
(Tak pernah bahagia, selamanya)

On my own again
(Sendiri lagi)

Never happy, ever after
(Tak pernah bahagia, selamanya)

💡 Analisis Makna & Tema Lagu

Seperti yang dijelaskan di Genius, “Sorry” adalah lagu yang **”berteriak tentang cinta tak terbalas”**. Lagu ini menggali kompleksitas emosi setelah hubungan berakhir, khususnya dari perspektif seseorang yang merasa tidak cukup dan terjebak dalam penyesalan.

🧠 Inti Konflik: Obsesi, Kritik Diri, dan Penerimaan Nasib

1. Kritik Diri yang Ekstrem dan Keinginan untuk “Diperbaiki”:

Lagu ini dibuka dengan permintaan yang menyayat hati: “Fix me, I’m defective”. Narator melihat dirinya sebagai “rusak”, “kekacauan”, dan “karya seni yang mengecewakan”. Ini menunjukkan **harga diri yang sangat rendah** dan keinginan untuk diubah atau diperbaiki oleh orang lain, karena dia sendiri merasa tidak mampu.

2. Merindukan “Fiksi” dan Obsesi yang Tak Terkendali:

Baris “I miss what never was with us, our fiction I constructed” adalah kunci untuk memahami lagu ini. Narator tidak hanya merindukan orangnya, tetapi lebih merindukan **fantasi atau versi ideal dari hubungan yang bahkan tidak pernah terjadi**. Obsesi ini begitu dalam hingga “You’re everywhere and all that I think about” dan dia bahkan tidak bisa merasa sendirian di pikirannya sendiri.

3. Penerimaan Nasib dan Peran sebagai “Pembaca”:

Metafora di bridge sangat kuat: “I’m just a reader, you’re every chapter”. Narator memposisikan dirinya sebagai **pengamat pasif (“pembaca”)** dalam kisah hidupnya sendiri, sementara orang yang dirindukannya adalah subjek aktif (“setiap bab”). Frasa “Never happy, ever after” adalah permainan kata yang sinis dari “happy ever after”, yang dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada akhir yang bahagia baginya.

4. Paradoks Keraguan dan Kepercayaan Diri:

Salah satu baris paling cerdas liriknya adalah: “I’m equal parts self-doubt and confidence / And I’m confident I’ll die with every word I have left unsaid”. Ini menangkap **kontradiksi batin**—dia sama-sama ragu dan percaya diri, tetapi satu-satunya hal yang dia “yakin” adalah bahwa dia akan mati penuh penyesalan karena hal-hal yang tidak diungkapkan. Kepercayaan dirinya hanya digunakan untuk memperkuat narasi kegagalan dirinya sendiri.

5. Penyesalan sebagai Identitas:

Pengulangan “all I ever was was sorry” di chorus mengubah penyesalan dari sekadar perasaan menjadi **identitas inti** narator. Ini bukan hal yang dia lakukan; ini adalah siapa dia. Dia menyesali keberadaannya, perasaannya, dan fakta bahwa dia bukanlah “miliknya” (“you were always his”).

Singkatnya, “Sorry” adalah potret yang suram tentang seseorang yang begitu terjerat dalam fantasi cinta tak terbalas dan kebencian terhadap diri sendiri sehingga dia tidak dapat melihat jalan keluar. Lagu ini adalah perenungan tentang bagaimana penyesalan dan obsesi dapat mengkonsumsi identitas seseorang sepenuhnya.