Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Lirik Lengkap, Terjemahan, Analisis Makna & Informasi Lagu
“My Oceans Were Lakes” adalah lagu keenam dari album debut As It Is, “Never Happy, Ever After” (2015). Seperti dijelaskan di Genius, lagu ini adalah salah satu lagu paling kalem di album tersebut dan membahas tema menyadari bahwa masalahmu mungkin tidak sebesar yang dulu kamu pikirkan . Menurut ulasan live, lagu ini juga memberikan “momen yang sungguh tulus” dalam pertunjukan mereka karena fokusnya pada vokal .
Judul: My Oceans Were Lakes
Artis: As It Is
Album: Never Happy, Ever After (2015)
Posisi: Track #6
Penulis: Alistair Ian Testo, Andrew Fletcher Westhead, Benjamin Izzy Biss, Patrick Michael Foley, Patrick Thomas Walters
Fakta Unik: Instrumen lagu ini digunakan oleh vokalis Patty Walters untuk vlog YouTube-nya di tahun 2014 .
Asal: Brighton, Inggris
Genre: Pop-Punk, Emo, Alternative Rock
Ciri Khas: Lirik yang jujur tentang kesehatan mental dan pergulatan hidup, serta dinamika vokal antara Patty Walters dan Benjamin Biss. Band ini sering membawakan lagu-lagu dari album debut mereka secara lengkap dalam tur .
• Perspektif dan penyesuaian pandangan
• Peperangan batin dan keresahan pikiran
• Pertanyaan tentang harapan dan hari baru
• Metafora “lautan” sebagai masalah yang dirasakan
• Perasaan terjebak dan keinginan untuk terbebas
Perbedaan ini umum terjadi dalam transkripsi lirik. Analisis di bawah akan menggunakan versi yang paling umum ditemukan di sumber online, dengan mengakomodasi perbedaan utama.
Lagu ini digambarkan sebagai salah satu lagu yang lebih kalem dan lebih fokus pada vokal dalam katalog As It Is . Berikut adalah estimasi dan rekomendasi untuk memainkannya.
Estimasi Kunci Dasar: Nuansa lagu yang introspektif dan kalem cocok dengan kunci mayor atau minor yang sederhana. Lagu ini kemungkinan dimainkan di C Mayor, G Mayor, atau E Minor.
Progresi Akor yang Direkomendasikan:
Untuk menangkap nuansa reflektif lagu, coba progresi yang relatif sederhana dan berulang:
• Verse (Introspektif): G – D – Em – C (I – V – vi – IV)
• Chorus (“I’m starting to see…”): Progresi yang sama (G – D – Em – C), tetapi mungkin dengan strumming pattern yang sedikit lebih kuat atau penambahan not tinggi pada melodi vokal untuk menegaskan pencerahan (“starting to see”).
Karakter Bermain:
• **Intro dan verse** sangat mungkin dimainkan dengan arpeggio atau fingerpicking yang jernih dan tenang, menciptakan suasana kontemplatif.
• **Chorus** mungkin tidak mengalami ledakan dinamika yang drastis seperti lagu pop-punk pada umumnya, tetapi lebih pada pergeseran emosional dalam delivery vokal.
• Secara keseluruhan, lagu ini memiliki dinamika yang lebih terkendali, sesuai dengan deskripsinya sebagai lagu “kalem” yang memberikan ruang bagi vokal dan lirik .
1. Dengarkan untuk Menangkap Nuansa: Karena lagu ini lebih kalem, perhatikan detail vokal dan dinamika yang halus. Versi studio atau rekaman live dapat memberikan petunjuk.
2. Cari Cover Akustik: Lagu dengan karakter seperti ini sering dicover dalam versi akustik sederhana di platform seperti YouTube. Cari dengan kata kunci “As It Is My Oceans Were Lakes acoustic cover”.
3. Eksplorasi Platform Chord: Periksa situs seperti Ultimate Guitar untuk melihat apakah ada pengguna yang telah mengunggah transkripsi chord mereka.
4. Fokus pada Ketukan dan Strumming: Eksperimen dengan pola strumming yang santai atau fingerpicking pattern yang repetitif untuk menciptakan dasar musik yang sesuai.
5. Perhatikan Review Live: Ulasan pertunjukan menyebutkan lagu ini membawa “momen yang sungguh tulus” dan “fokus vokal yang lebih kuat” , yang berarti dalam memainkannya, ekspresi dan kejujuran mungkin lebih penting daripada teknis yang rumit.
Lirik berikut merupakan kompilasi dari sumber-sumber tepercaya dengan mempertimbangkan variasi yang ada [citation:9]. Terjemahan dibuat untuk memahami konteks dan nuansa setiap baris, terutama metafora inti “lautan ternyata danau”.
[Verse 1]
[Chorus]
[Verse 2]
[Chorus]
[Outro – Pengulangan]
Menurut Genius, inti lagu “My Oceans Were Lakes” adalah tentang “menyadari bahwa masalahmu mungkin tidak sebesar yang dulu kamu pikirkan” . Metafora “lautan ternyata danau” adalah gambaran yang kuat untuk pergeseran perspektif ini.
1. Metafora Sentral: “My oceans were lakes”
Ini adalah metafora yang brilian tentang perubahan persepsi terhadap masalah sendiri. Di tengah pergulatan, masalah terasa sebesar dan sedalam “lautan”—luas, menakutkan, dan berpotensi menenggelamkan. Namun, seiring waktu dan mungkin dengan jarak emosional, seseorang mulai melihat bahwa masalah itu sebenarnya lebih seperti “danau”—masih ada, masih mengandung kesulitan, tetapi lebih terkendali, lebih dapat dipahami, dan lebih memungkinkan untuk diseberangi. Proses “starting to see” (mulai melihat) ini adalah proses pencerahan dan pertumbuhan.
2. Gambaran Peperangan Batin dan Kebekuan:
Verse lagu ini dipenuhi dengan gambaran konflik internal: “War fought inside my head,” “Hard times in violent tides,” “fist fights in single file.” Narator merasa terjebak dalam pertarungan dengan dirinya sendiri, di mana pikirannya “membeku” (“still frame minds”) dan kata-kata tidak mampu mengekspresikan pikiran lama yang rumit (“old thoughts hate modern words”). Ini melukiskan gambar seseorang yang terisolasi dalam penderitaannya sendiri.
3. Pertanyaan Eksistensial tentang Kelanjutan dan Pembaruan:
Pertanyaan berulang “Will I see another day?” dan “Would I see a brand new day?” menunjukkan keraguan mendalam tentang masa depan dan kemampuan untuk melanjutkan hidup. Namun, ada pergeseran halus dari “another day” (hari lain yang sama) di verse pertama ke “a brand new day” (hari yang benar-benar baru) di verse kedua. Ini mengisyaratkan sedikit harapan untuk perubahan dan awal yang segar, meskipun masih diragukan (“Would I see…”).
4. Gambaran Kegagalan dan Penerimaan:
Baris seperti “I fall short with every mile,” “A lost cause down countless paths,” dan “The dull glow of lesser stars” menggambarkan perasaan tidak cukup, tersesat, dan terpinggirkan. Narator membandingkan dirinya dengan “bintang-bintang yang lebih kecil” yang cahayanya redup, yang mungkin mencerminkan perasaan tidak berarti atau kalah dibandingkan dengan orang lain.
5. Pengulangan sebagai Penegasan dan Penerimaan:
Pengulangan ekstrof frasa “I’m starting to see my oceans were lakes” di akhir lagu berfungsi seperti mantra atau penegasan. Setiap pengulangan adalah langkah lain dalam proses internal menerima realitas baru ini. Ini bukan lagi sebuah pertanyaan, tetapi sebuah pernyataan yang semakin kuat. Pengulangan tersebut menandai perjalanan dari keraguan menuju suatu bentuk penerimaan yang tenang.
Singkatnya, “My Oceans Were Lakes” adalah lagu yang jujur tentang perjalanan melalui pikiran yang bergejolak menuju titik di mana seseorang bisa melihat masalahnya dengan lebih jelas dan proporsional. Lagu ini mengakui rasa sakit dan kebingungan, tetapi juga menawarkan secercah harapan yang tenang melalui perubahan perspektif. Seperti yang dicatat dalam ulasan live, lagu ini membawa “momen yang sungguh tulus” , karena menangkap perasaan universal untuk mengevaluasi kembali dan menemukan kekuatan dalam kejernihan pandangan.