Teriakan Penyelamatan: Arti Lirik & Chord The Two Tongues (Screaming Salvation)

“The Two Tongues (Screaming Salvation)” – As It Is

🎭 Makna Lagu: Dilema Antara Cinta dan Kematian

“The Two Tongues (Screaming Salvation)” adalah lagu yang mendalam dari album konsep ‘The Great Depression’ (2018). Lagu ini mengungkapkan dikotomi atau pertentangan batin yang dihadapi oleh narator, “The Poet”, dalam cerita album.

Inti Konflik: Lagu ini mengekspresikan pergulatan antara keinginan untuk tetap bersama sang istri dan keinginan untuk meraih kelegaan yang ditawarkan oleh kematian. Dua “suara” yang bersaing mewakili dua pilihan hidup ini: suara lembut istri (“sunrise”) dan suara memanggil dari kematian (“screaming salvation”) .

Lirik seperti “I’ve been to hell and back, I’ve been living in between” dan “I’m just desperate to belong” menggambarkan keadaan liminal (di tengah-tengah) dan rasa keterasingan yang mendalam. Narator terjebak di ruang abu-abu di mana hidup terasa menyakitkan, tetapi cinta membuatnya berharga. Dia merasakan kenyamanan palsu dalam pelukan dingin kematian yang menjanjikan kontrol dan akhir penderitaan, tetapi juga takut meninggalkan kekasihnya sendirian.

🎸 Info Musik & Kunci Gitar

Lagu ini merupakan bagian dari era suara As It Is yang lebih gelap, teatrikal, dan penuh dinamika emosional, sesuai dengan tema album konsepnya.

KUNCI DASAR
C# Minor

ALBUM
The Great Depression

TAHUN
2018

VERSI LAIN
Reimagined (2019)

Progresi Kunci & Nuansa:

Lagu ini memanfaatkan progresi kunci minor dan dinamika yang kuat untuk mencerminkan konflik batin. Bagian verse mungkin lebih tenang dan melankolis, sementara chorus meledak dengan distorsi dan vokal yang intens untuk mewakili “teriakan” keselamatan yang mengganggu. Bridge dengan backing vocal “It’s all so deafening, I can’t escape the violent screams” menciptakan klimaks yang kacau dan menegaskan konflik yang tak terhindarkan .

C#m
E
B
A

*Progresi contoh umum dalam kunci C# minor. Tuning standar direkomendasikan.

📜 Lirik & Terjemahan Baris-demi-Baris


Lirik Asli (English)
Terjemahan (Indonesia)

[Intro]
And I’d fly to the arms of my poor darling
Dan aku akan terbang ke pelukan kekasihku yang malang
And there I’d be willing to die
Dan di sana aku rela mati

[Verse 1]
When I think of us I see love that lasts
Saat kupikirkan kita, kulihat cinta yang abadi
Until the very end us dying hand-in-hand
Sampai akhirnya kita mati berpegangan tangan
Death is whispering his answers to my fears
Kematian membisikkan jawabannya pada ketakutanku
But with consequence I’d have to leave you here
Tapi konsekuensinya, aku harus meninggalkanmu di sini

[Pre-Chorus]
I tell him there’s no chance
Kukatakan padanya tak ada kesempatan
I’m not giving him my soul
Aku tak akan memberinya jiwaku
It doesn’t feel it now but I know my heart is full
Sekarang tak terasa, tapi aku tahu hatiku penuh
I’m not sure he’s right
Aku tak yakin dia benar
But I’m not sure he’s wrong
Tapi aku juga tak yakin dia salah
I’m just desperate to belong
Aku hanya putus asa untuk merasa menjadi bagian

[Chorus]
Her voice like a sunrise
Suaranya bagai matahari terbit
His voice like temptation
Suaranya bagai godaan
She sings to me softly
Dia bernyanyi padaku dengan lembut
He’s screaming salvation
Dia berteriak keselamatan

[Verse 2]
When I think of him there’s comfort in the cold
Saat kupikirkan dia, ada kenyamanan dalam kedinginan
He gives me solace when I offer him control
Dia memberiku pelarian saat kuberikan dia kendali
Her voice so beautiful will find me and explain
Suaranya yang begitu indah akan menemukanku dan menjelaskan
That life is agony but worth it all the same
Bahwa hidup adalah penderitaan tapi tetap setimpal

[Pre-Chorus]
I’ve been to hell and back
Aku pernah pergi ke neraka dan kembali
I’ve been living in between
Aku telah hidup di antara
Where the sky is always grey
Di mana langit selalu kelabu
And the grass is ever green
Dan rumputnya selalu hijau
I’m not sure I’m right
Aku tak yakin aku benar
But I’m not sure I’m wrong
Tapi aku juga tak yakin aku salah
I’m just desperate to belong
Aku hanya putus asa untuk merasa menjadi bagian

[Bridge]
At home she waits for me
Di rumah dia menungguku
In hell he calls my name
Di neraka dia memanggil namaku
At home she waits for me
Di rumah dia menungguku
(It’s all so deafening, I can’t escape the violent screams)
(Semuanya begitu memekakkan, aku tak bisa lolos dari teriakan keras)
In hell he calls my name
Di neraka dia memanggil namaku
(It’s all so deafening, I can’t escape the violent screams)
(Semuanya begitu memekakkan, aku tak bisa lolos dari teriakan keras)

[Outro Chorus]
Her voice like a sunrise
Suaranya bagai matahari terbit
His voice like temptation
Suaranya bagai godaan
She sings to me softly
Dia bernyanyi padaku dengan lembut
He’s screaming salvation
Dia berteriak keselamatan
He’s screaming salvation
Dia berteriak keselamatan

✨ Fakta & Info Tambahan

  • Konteks Album: Lagu ini adalah bagian dari narasi album ‘The Great Depression’ yang mengikuti perjalanan karakter “The Poet” melalui tahap-tahap kesedihan dan depresi. Konflik dalam lagu ini merepresentasikan tahap awal atau inti dari pergumulan tersebut .
  • Versi “Reimagined”: Seperti beberapa lagu lain dalam album ini, “The Two Tongues” memiliki versi “Reimagined” yang dirilis pada tahun 2019 . Versi ini sering menampilkan aransemen ulang yang lebih akustik, orkestra, atau eksperimental, menawarkan sudut pandang musikal yang berbeda terhadap lirik yang sama.
  • Penulisan Lagu: Lagu ini ditulis oleh seluruh anggota band (Alistair Testo, Andrew Westhead, Benjamin Biss, Patrick Foley, dan Patty Walters), menunjukkan kolaborasi menyeluruh dalam menciptakan narasi konsep album yang kompleks ini .
  • Metafora “Dua Lidah”: Judul lagu secara cerdas merujuk pada konsep “bicara dengan dua lidah” (duplicity) atau mengatakan hal yang berbeda kepada pihak yang berbeda. Dalam konteks lagu, ini adalah penggambaran literal dari dua “suara” atau panggilan yang saling bertentangan dalam pikiran narator.