Akhir Sebuah Cerita: Terjemahan & Kunci Gitar The End. – As It Is

Lirik Lagu & Terjemahan

[Intro]

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Straining our lungs to be heard

Memaksa paru-paru kami untuk didengar

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Losing our way in these words

Kehilangan arah dalam kata-kata ini

[Verse 1]

I spill word after word like blood down a shirt

Aku tumpahkan kata demi kata seperti darah mengalir di kemeja

Tarnished and stained forever but you

Tercemar dan ternoda selamanya tapi kau

You only heard the words not the hurt

Kau hanya mendengar kata-katanya, bukan lukanya

An absence of pain

Sebuah ketiadaan rasa sakit

They don’t mean a thing

Mereka tak berarti apa-apa

They don’t mean a thing

Mereka tak berarti apa-apa

[Chorus]

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Straining our lungs to be heard

Memaksa paru-paru kami untuk didengar

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Losing our way in these words

Kehilangan arah dalam kata-kata ini

[Verse 2]

I taste every mistake each morning I wake

Aku rasakan setiap kesalahan setiap pagi saat aku bangun

A breathtaking blur of colour but I

Sebuah kabur warna yang menakjubkan tapi aku

I’m crystal clear and all you hold dear

Aku sangat jernih dan semua yang kau sayangi

Locked to your chest

Terkunci di dadamu

It means that I’m desperate for the permanence

Itu artinya aku putus asa untuk keabadian

(To wash away indifference)

(Untuk menghapus ketidakpedulian)

Is there not some equivalence

Tidakkah ada beberapa kesetaraan

(To pacify the pain)

(Untuk meredakan rasa sakit)

Crying in unwelcome ears

Menangis di telinga yang tidak diinginkan

(Swallowed into perfect fears)

(Tertelan ke dalam ketakutan yang sempurna)

What’s the use in firing flares

Apa gunanya menembakkan suar

(If they don’t mean a thing)

(Jika mereka tak berarti apa-apa)

(They don’t mean a thing)

(Mereka tak berarti apa-apa)

[Chorus]

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Straining our lungs to be heard

Memaksa paru-paru kami untuk didengar

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Nobody’s listening

Tidak ada yang mendengarkan

Losing our way in these words

Kehilangan arah dalam kata-kata ini

[Bridge]

Am I awake, or am I asleep

Apakah aku terjaga, atau aku tertidur

Is this the end, or just another dream

Apakah ini akhirnya, atau hanya mimpi lain

How can you tell, when you can’t feel

Bagaimana kau tahu, ketika kau tak bisa merasakan

What can’t be seen, but oh my god is it real

Apa yang tak bisa dilihat, tapi ya Tuhan apakah ini nyata

Because I don’t need you to see this

Karena aku tak ingin kau melihat ini

And I don’t want you to feel this

Dan aku tak ingin kau merasakan ini

But I only have so much spark to offer in all this darkness

Tapi aku hanya punya sedikit percikan untuk ditawarkan dalam semua kegelapan ini

And I screamed for you until the day I gave up and lost my voice

Dan aku berteriak padamu sampai hari aku menyerah dan kehilangan suaraku

So with crimson arms and this broken neck

Jadi dengan lengan yang merah dan leher yang patah ini

You fucking tell me who made this choice!

Kau beritahu aku siapa yang membuat pilihan ini!

[Outro]

This is the end

Ini adalah akhirnya

This is the end

Ini adalah akhirnya

This is the end

Ini adalah akhirnya

This is the end

Ini adalah akhirnya

(Nobody’s listening)

(Tidak ada yang mendengarkan)

(Nobody’s listening)

(Tidak ada yang mendengarkan)

This is the end

Ini adalah akhirnya

This is the end

Ini adalah akhirnya

(Nobody’s listening)

(Tidak ada yang mendengarkan)

(Nobody’s listening)

(Tidak ada yang mendengarkan)

This is the end!

Ini adalah akhirnya!

This is the end!

Ini adalah akhirnya!

Kunci Gitar & Struktur Musik

Karakter Musik: Sebagai penutup album, “The End.” memiliki suasana yang sangat emosional dan intens. Lagu ini dimulai dengan minimalis dan membangun ketegangan secara bertahap hingga klimaks yang penuh ledakan di bagian bridge, sebelum mereda menjadi penutup yang muram.

Pendekatan Bermain

Lagu ini sangat mengandalkan dinamika untuk menyampaikan emosinya. Pendekatan umum adalah:

  • Intro & Verse: Menggunakan progresi akord sederhana yang dimainkan dengan lembut, sering kali dengan gitar bersih atau distorsi yang sangat halus. Fokusnya pada vokal yang rapuh dan penuh tekanan.
  • Chorus: Ketegangan mulai terbangun dengan masuknya drum yang lebih kuat dan distorsi gitar yang meningkat. Progresi akord mungkin tetap sama, tetapi dimainkan dengan energi dan volume yang lebih besar.
  • Bridge: Klimaks emosional lagu. Bagian ini penuh dengan ledakan energi post-hardcore, dengan vokal yang berteriak, riff gitar yang berat, dan drum yang intens. Pola strumming menjadi sangat agresif.
  • Outro: Kembali ke minimalisme setelah ledakan, menciptakan perasaan kehampaan dan keputusasaan yang sesuai dengan tema lirik. Diakhiri dengan pengulangan vokal yang muram.

Tips: Kunci untuk memainkan lagu ini adalah menguasai perubahan dinamika yang drastis. Eksperimen dengan efek seperti reverb dan delay di bagian yang lebih tenang, dan gunakan distorsi penuh untuk bagian yang agresif.

Makna & Analisis Lagu

“Patty [Walters] menyampaikan kerinduan The Poet untuk didengar melalui ‘The End.’… Dia akhirnya datang untuk menerima peristiwa-peristiwa dalam album dan menutup album dengan melemparkan kesedihannya ke udara, mengetahui bahwa tidak ada yang mendengarkan. Meskipun mengakhiri album, cerita The Poet tetap belum selesai, seperti sifat penyakit mental itu sendiri.” — Genius Song Bio

Puncak Keputusasaan & Penerimaan

Lagu ini mewakili klimaks dari perjalanan The Poet sepanjang album ‘The Great Depression’. Setelah melalui fase penyangkalan, kemarahan, dan tawar-menawar, dia tiba di tahap penerimaan—bukan penerimaan yang damai, melainkan penerimaan yang muram terhadap perasaan tidak didengar dan terisolasi. Pengulangan frasa “This is the end” adalah pengakuan final atas situasinya.

Metafora Komunikasi yang Gagal

Lirik lagu ini dipenuhi dengan gambaran upaya komunikasi yang sia-sia: “menumpahkan kata-kata seperti darah,” “memaksa paru-paru untuk didengar,” dan “menembakkan suar”. Metafora ini menekankan perbedaan antara mengucapkan kata-kata dan benar-benar menyampaikan rasa sakit. Orang lain mungkin “mendengar kata-katanya, tetapi bukan lukanya,” yang menyebabkan perasaan terisolasi yang mendalam.

Ambiguitas yang Disengaja

Bagian bridge mempertanyakan realitas: “Apakah aku terjaga, atau aku tertidur? Apakah ini akhirnya, atau hanya mimpi lain?”. Ambiguitas ini mencerminkan kebingungan dan disosiasi yang sering menyertai depresi berat. “Akhir” yang dirujuk bisa jadi adalah akhir dari hubungan, akhir dari perjuangan, atau sekadar akhir dari album—membiarkan interpretasi terbuka bagi pendengar.

Informasi & Fakta Konsep Album

Posisi dalam Album Konsep

“The End.” adalah lagu penutup (trek ke-14 dan terakhir) dari album konsep As It Is, ‘The Great Depression’. Posisinya sebagai lagu terakhir sangat penting, karena memberikan resolusi—meskipun suram—untuk perjalanan emosional The Poet melalui empat tahap kesedihan. Lagu ini berada di Stage IV: Acceptance (Tahap IV: Penerimaan).

Peran sebagai Penutup Naratif

Sebagai penutup, lagu ini tidak menawarkan penyelesaian yang mudah atau akhir yang bahagia. Sebaliknya, lagu ini menegaskan tema sentral album tentang isolasi dan perjuangan dengan kesehatan mental yang seringkali tidak terlihat dan tidak terdengar. Pesannya adalah bahwa meskipun cerita album ini berakhir, perjuangan pribadi seperti yang digambarkan seringkali bersifat siklus dan berkelanjutan.

Versi Lain: “The End. – Reimagined”

Seperti beberapa lagu lainnya dari album ini, “The End.” memiliki versi reimagined yang dirilis pada tahun 2019. Versi ini menawarkan aransemen ulang yang lebih atmosfer dan minimalis, sering kali menampilkan piano dan string, yang memberikan nuansa berbeda pada kesedihan liriknya.

Respon Penggemar & Kritik

Lagu ini dipuji oleh penggemar dan kritikus sebagai penutup yang kuat dan emosional untuk album yang ambisius. Banyak yang menganggap klimaks di bagian bridge sebagai salah satu momen musik yang paling intens dan mentah dalam katalog band ini, yang secara efektif menangkap kemarahan dan keputusasaan dari tema album.