Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
[Intro]
(It’s like I’d rather die than)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada)
(Like I’d rather die than take my)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil)
(It’s like I’d rather die than take my own advice)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri)
[Verse 1]
Hey
Hei
Long time, no sleep
Lama tidak tidur
I swear I’ve been awake all week
Aku bersumpah aku sudah terbangun sepanjang minggu
Or maybe this is all a bad dream
Atau mungkin ini semua adalah mimpi buruk
Where I’m asking, “When you gonna let me leave?”
Di mana aku bertanya, “Kapan kau akan membiarkanku pergi?”
[Verse 2]
Hey
Hei
New year, same me
Tahun baru, aku yang sama
Still faking just to make ends meet
Masih berpura-pura hanya untuk memenuhi kebutuhan
Still my sanity demands caffeine
Masih, kewarasanku menuntut kafein
But my heart rate’s gotta disagree (Please help me)
Tapi detak jantungku harus tidak setuju (Tolong bantu aku)
I gotta get up, I gotta get over it (Gotta get over it)
Aku harus bangun, aku harus melupakannya (Harus melupakannya)
I’m gonna give up, God, I’m so over it (God, I’m so over it)
Aku akan menyerah, Tuhan, aku sangat lelah dengan ini (Tuhan, aku sangat lelah dengan ini)
[Chorus]
It’s like I’d rather die than take my own advice
Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri
Tear apart my mind, find some strength inside
Mencabik-cabik pikiranku, temukan sedikit kekuatan di dalam
It’s like I’d rather die than take my own advice
Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri
It doesn’t hurt to try – that’s a fucking lie
Mencoba tidak sakit – itu bohong belaka
[Post-Chorus]
(It’s like I’d rather die than)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada)
(Like I’d rather die than take my)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil)
(It’s like I’d rather die than take my own advice)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri)
[Verse 3]
Hey
Hei
I don’t feel too great
Aku merasa tidak terlalu baik
Can you tell me if I sound too strange?
Bisakah kau katakan padaku jika aku terdengar terlalu aneh?
Can you take away the pain, amputate my brain
Bisakah kau mengambil rasa sakitnya, amputasi otakku
And change the way I operate?
Dan ubah cara aku beroperasi?
Listen and cooperate (Thanks mate)
Dengarkan dan bekerja sama (Terima kasih kawan)
Maybe I’m broken, maybe I’m bored, maybe I’m self-absorbed
Mungkin aku rusak, mungkin aku bosan, mungkin aku terobsesi dengan diri sendiri
[Chorus]
It’s like I’d rather die than take my own advice
Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri
Tear apart my mind, find some strength inside
Mencabik-cabik pikiranku, temukan sedikit kekuatan di dalam
It’s like I’d rather die than take my own advice
Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri
It doesn’t hurt to try – that’s a fucking lie
Mencoba tidak sakit – itu bohong belaka
[Bridge]
I gotta get up, I gotta get over it (Gotta get over it)
Aku harus bangun, aku harus melupakannya (Harus melupakannya)
I’m gonna give up, God, I’m so over it (God, I’m so over it)
Aku akan menyerah, Tuhan, aku sangat lelah dengan ini (Tuhan, aku sangat lelah dengan ini)
I gotta get up, I gotta get over it (Gotta get over it)
Aku harus bangun, aku harus melupakannya (Harus melupakannya)
I’m gonna give up, God, I’m so over it (God, I’m so over it)
Aku akan menyerah, Tuhan, aku sangat lelah dengan ini (Tuhan, aku sangat lelah dengan ini)
[Chorus & Outro]
It’s like I’d rather die than take my own advice
Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri
Tear apart my mind, find some strength inside
Mencabik-cabik pikiranku, temukan sedikit kekuatan di dalam
It’s like I’d rather die than take my own advice
Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri
It doesn’t hurt to try – that’s a fucking lie
Mencoba tidak sakit – itu bohong belaka
(It’s like I’d rather die than)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada)
(Like I’d rather die than take my)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil)
(It’s like I’d rather die than take my own advice)
(Seperti, aku lebih memilih mati daripada mengambil nasihatku sendiri)
Karakter Musik: “I’D RATHER DIE” memiliki energi pop-punk yang intens dan langsung, dipadukan dengan kegelisahan emo. Lagu ini dimulai dengan vokal yang hampir berbisik sebelum meledak menjadi chorus yang penuh distorsi dan emosi, mencerminkan perasaan tertekan dan ledakan keputusasaan dalam lirik.
Lagu ini dibangun di atas ketegangan dinamis antara bagian yang tertekan dan ledakan yang agresif. Pola umum untuk memainkannya adalah:
Tips: Untuk menangkap nuansanya, fokuslah pada kontras antara palm-muting yang ketat di verse dan strumming penuh di chorus. Ekspresi vokal sangat penting—dari kelelahan di verse hingga teriakan putus asa di chorus.
“Orang yang merasa ‘lebih memilih mati daripada…’ sering kali sedang mengalami keputusasaan, rasa malu, atau kecanduan. Ini adalah perasaan yang sangat nyata, bukan hanya ungkapan berlebihan. Mereka mungkin tidak benar-benar ingin mati, tetapi merasa tidak sanggup untuk terus hidup dengan cara seperti sekarang atau menghadapi perubahan tertentu.”
Lagu ini menggambarkan dengan sangat jelas keadaan kelelahan mental dan paralisis depresif. Narator terjebak dalam siklus insomnia (“Long time, no sleep”), kepura-puraan (“Still faking just to make ends meet”), dan perasaan stagnasi (“New year, same me”). Metafora “amputate my brain” menunjukkan keinginan ekstrem untuk menghentikan penderitaan pikiran yang terus-menerus.
Judul dan chorus lagu mengungkap konflik batin yang mendalam. Narator tahu apa yang harus dilakukan untuk merasa lebih baik (“take my own advice”), tetapi hambatan emosional terasa begitu besar sehingga mengambil tindakan itu terasa lebih menyakitkan daripada tetap menderita. Ungkapan “It doesn’t hurt to try – that’s a fucking lie” secara brutal menolak klise motivasi yang menyederhanakan perjuangan kesehatan mental.
Terdapat ketegangan antara keinginan untuk didengar (“Can you tell me if I sound too strange?”) dan perasaan malu atau merasa merepotkan (“Listen and cooperate / Thanks mate”). Ini mencerminkan pengalaman umum penderita depresi yang membutuhkan bantuan tetapi takut dianggap sebagai beban atau “self-absorbed” (terobsesi pada diri sendiri).
“I’D RATHER DIE” adalah single utama yang mengumumkan kembalinya As It Is setelah album konsep ‘The Great Depression’. Single ini dirilis pada tahun 2022, menandai peralihan ke era musik baru band ini.
Meski tidak lagi bagian dari narasi album konsep sebelumnya, lagu ini tetap setia pada tema utama As It Is: kejujuran tentang kesehatan mental. Namun, pendekatannya lebih personal dan langsung, berfokus pada pengalaman internal yang berantakan daripada cerita alegoris.
Lagu ini langsung beresonansi dengan banyak pendengar karena penggambarannya yang realistis tentang “mental gridlock” (kebuntuan mental) dan kelelahan. Banyak penggemar menyoroti garis “It doesn’t hurt to try – that’s a fucking lie” sebagai ungkapan yang sangat tepat tentang betapa sulitnya memulai ketika mengalami depresi.
Band ini merilis video lirik animasi yang menampilkan visual yang kacau dan berulang-ulang, mencerminkan isi pikiran narator. Penggunaan animasi sederhana dengan palet warna terbatas menciptakan kesan klostrofobik dan kelelahan yang sesuai dengan nada lagu.





