Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
[Chorus]
I don’t want to be right
Aku tak ingin benar
But I know it’s true:
Tapi aku tahu ini benar:
I’m dead inside
Aku mati di dalam
I hate me too
Aku juga membenciku
Now I know what it’s like
Kini aku tahu bagaimana rasanya
To be just like you
Menjadi persis sepertimu
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
[Verse 1]
Why am I agreeing with the internet lately?
Mengapa akhir-akhir ini aku setuju dengan internet?
(Lately, lately)
(Akhir-akhir ini)
It’s probably ‘cause I’m just like them, I fucking hate me
Mungkin karena aku sama seperti mereka, aku sangat membenciku
(Fuck, I hate me)
(Sial, aku membenciku)
[Pre-Chorus]
I really hope you’re satisfied
Aku sangat berharap kau puas
I never knew that I could be so sad inside
Aku tak pernah tahu aku bisa sesedih ini di dalam
So you can keep your alibis
Jadi kau bisa simpan alibimu
You only left me lonely like a satellite
Kau hanya meninggalkanku sendirian seperti satelit
[Chorus]
I don’t want to be right
Aku tak ingin benar
But I know it’s true:
Tapi aku tahu ini benar:
I’m dead inside
Aku mati di dalam
I hate me too
Aku juga membenciku
Now I know what it’s like
Kini aku tahu bagaimana rasanya
To be just like you
Menjadi persis sepertimu
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
[Post-Chorus]
I hate me
Aku membenciku
I hate me
Aku membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
I hate me
Aku membenciku
I hate me
Aku membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
[Verse 2]
Why have I been feeling like the enemy lately?
Mengapa akhir-akhir ini aku merasa seperti musuh?
(I’m feelin like the enemy)
(Aku merasa seperti musuh)
It’s probably ‘cause they’re just like me, yeah in the worst way
Mungkin karena mereka sama sepertiku, ya dengan cara yang terburuk
(Yeah, you’re just like me)
(Ya, kau sama sepertiku)
[Pre-Chorus]
Just say that you’ll remember me
Katakan saja kau akan mengingatku
A distant little corner of your memory
Sebuah sudut kecil yang jauh dari ingatanmu
And when you can spare the empathy
Dan saat kau bisa menyisihkan sedikit empati
Just paint my portrait over with a better me
Lukis saja potretku dengan versiku yang lebih baik
[Chorus]
I don’t want to be right
Aku tak ingin benar
But I know it’s true:
Tapi aku tahu ini benar:
I’m dead inside
Aku mati di dalam
I hate me too
Aku juga membenciku
Now I know what it’s like
Kini aku tahu bagaimana rasanya
To be just like you
Menjadi persis sepertimu
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
[Post-Chorus]
I hate me
Aku membenciku
I hate me
Aku membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
I hate me
Aku membenciku
I hate me
Aku membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
[Bridge]
I’m seeing red
Aku melihat merah
But I feel so blue
Tapi aku merasa sangat biru
So flood these city skies with violent moods
Jadi banjiri langit kota ini dengan suasana hati yang penuh kekerasan
[Pre-Chorus]
I really hope you’re satisfied
Aku sangat berharap kau puas
I never knew that I could be so sad inside
Aku tak pernah tahu aku bisa sesedih ini di dalam
So you can keep your alibis
Jadi kau bisa simpan alibimu
You only left me lonely like a satellite
Kau hanya meninggalkanku sendirian seperti satelit
Woo!
Woo!
[Chorus]
I don’t want to be right
Aku tak ingin benar
But I know it’s true:
Tapi aku tahu ini benar:
I’m dead inside
Aku mati di dalam
I hate me too
Aku juga membenciku
Now I know what it’s like
Kini aku tahu bagaimana rasanya
To be just like you
Menjadi persis sepertimu
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
[Post-Chorus & Outro]
I hate me
Aku membenciku
I hate me
Aku membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
I hate me
Aku membenciku
I hate me
Aku membenciku
Yeah, I hate me too
Ya, aku juga membenciku
Info: “I HATE ME TOO” dimainkan dengan tempo cepat sekitar 155-158 BPM dalam kunci Eb Mayor (E♭ Major). Chord dasar lagu ini relatif sederhana dan berulang.
Sebagian besar lagu mengikuti pola progresi chord berikut ini:
[Cm] – [B♭] – [A♭] – [Cm] – [A♭] – [B♭]
Pola Strumming: Lagu ini memiliki energi pop-punk yang tinggi. Untuk menangkap nuansanya, gunakan pola strumming yang cepat dan agresif. Coba pola dasar: Down, Down-Up, Up-Down-Up. Fokus pada ketukan yang kuat dan konsisten untuk mengikuti tempo yang cepat.
Lagu ini merupakan eksplorasi mentah tentang kebencian terhadap diri sendiri (self-hatred), perasaan terisolasi, dan pengaruh negatif dari lingkungan digital terhadap kesehatan mental.
Pengulangan frasa “I hate me too” bukan hanya sebagai chorus, tetapi sebagai pengakuan pahit sang narator. Dia setuju dengan pendapat negatif orang lain atau mungkin dirinya sendiri bahwa dia pantas dibenci. Lirik “I’m dead inside” menunjukkan matinya rasa atau keputusasaan yang mendalam.
Referensi pada “the internet” dan perasaan setuju dengannya menyoroti bagaimana konten negatif secara online dapat memperkuat perasaan buruk tentang diri sendiri. Narator merasa menjadi bagian dari kerumunan yang sama-sama terperangkap dalam siklus kebencian diri, yang justru memperparah isolasinya meski secara virtual “terhubung”.
Metafora “lonely like a satellite” sangat kuat. Sebuah satelit mengorbit, terhubung namun terisolasi, terus-menerus mengamati dari kejauhan tetapi tidak dapat benar-benar terlibat. Ini mencerminkan perasaan narator dalam hubungannya—hadir tetapi tidak tersentuh, menunggu sesuatu (seperti “empati”) yang mungkin tidak akan pernah datang, sementara berharap untuk dilukis ulang menjadi “a better me”.
“I HATE ME TOO” adalah single yang dirilis oleh As It Is pada tahun 2022. Single ini merupakan bagian dari materi baru mereka setelah album ‘The Great Depression’ dan menunjukkan kelanjutan eksplorasi mereka terhadap tema-tema kesehatan mental dengan sudut pandang yang lebih personal dan langsung.
Dirilis di era pasca-karantina, lagu ini menyentuh perasaan terputus dan perbandingan diri yang diperburuk oleh kehidupan online—sebuah tema yang sangat relevan dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini melanjutkan komitmen band untuk secara jujur membahas perjuangan kesehatan mental dalam musik mereka.
Lagu ini langsung diterima oleh penggemar karena kesamaan tema dengan single sebelumnya “I’D RATHER DIE”. Banyak yang menghargai kejujuran brutal dan penggambaran yang relatable tentang pergumulan dengan self-image dan perasaan tidak cukup yang diperburuk oleh media digital.
Dari sisi musik, lagu ini kembali ke akar pop-punk/emo band dengan hook yang catchy, energi tempo cepat (158 BPM), dan progresi chord yang langsung menarik pendengar, sambil tetap mempertahankan kedalaman lirik yang menjadi ciri khas era album konsep mereka.





