The Poison

The Poison: Mengapa Hal yang Menyakitkan Terkadang Terasa Begitu Manis?






Analisis: “The Poison” – The All-American Rejects (OST Alice in Wonderland)


The Poison

The All-American Rejects
Dari Soundtrack “Alice in Wonderland” (2010)

Sebuah lagu tentang hubungan dualistik yang meracuni sekaligus menyembuhkan, terinspirasi oleh perjalanan Alice ke dalam lubang kelinci dan tema-tema Wonderland.

Soundtrack
Alice in Wonderland
Dualistic Love
Rabbit Hole Metaphor
Poison & Cure



Lirik & Terjemahan Bahasa Indonesia

Koneksi dengan Alice in Wonderland

“The Poison” secara khusus ditulis untuk soundtrack film “Alice in Wonderland” (2010) garapan Tim Burton. Lagu ini menangkap tema-tema Wonderland: jatuh ke lubang kelinci, dualitas (racun/penyembuh), dan pencarian jalan yang lebih baik melalui kehilangan akal sehat.

Verse 1
You were so young
And I guess I’m old
Open your eyes
I’ll keep mine closed
I prefer standing
And you take your seat
I’ll be wide awake
You’ll fall asleep
Kau begitu muda
Dan kurasa aku tua
Bukalah matamu
Aku akan menjaga mataku tetap tertutup
Aku lebih suka berdiri
Dan kau mengambil tempat dudukmu
Aku akan terjaga sepenuhnya
Kau akan tertidur

Chorus 1
And you’ll fall down a hole
That’s the one place we both know
You take me with you if you could, but I wouldn’t go
I guess that sometimes (only sometimes) we both lose our minds
To find a better road
Dan kau akan jatuh ke dalam lubang
Itulah satu tempat yang kita berdua tahu
Kau akan membawaku bersamamu jika bisa, tapi aku tidak akan pergi
Kurasa terkadang (hanya terkadang) kita berdua kehilangan akal sehat
Untuk menemukan jalan yang lebih baik

Verse 2
I can be pensive
You can be so sure
You’ll be the poison
You’ll be the cure
I’m alone on the journey
I’m alive none the less
And when you do your very worst
Mm it feels the best
Aku bisa menjadi pemikir
Kau bisa begitu yakin
Kau akan menjadi racun
Kau akan menjadi penyembuh
Aku sendirian dalam perjalanan
Aku tetap hidup
Dan ketika kau melakukan yang terburuk
Mm itu terasa yang terbaik

Chorus 2
And you’ll fall down a hole
That’s the one place we both know
You take me with you if you could, but I wouldn’t go
I guess that sometimes (only sometimes) we both lose our minds
To find a better road
Dan kau akan jatuh ke dalam lubang
Itulah satu tempat yang kita berdua tahu
Kau akan membawaku bersamamu jika bisa, tapi aku tidak akan pergi
Kurasa terkadang (hanya terkadang) kita berdua kehilangan akal sehat
Untuk menemukan jalan yang lebih baik

Bridge 1
Hmm
Hmm
Hmm
Hmm
Hmm
Hmm

Chorus 3 (Extended)
And you’ll fall down a hole
That’s the one place in this world that we both know
You take me with you if you could
If you could I’d lose everything
Dan kau akan jatuh ke dalam lubang
Itulah satu tempat di dunia ini yang kita berdua tahu
Kau akan membawaku bersamamu jika bisa
Jika bisa, aku akan kehilangan segalanya

Bridge 2 (Psikedelik)
La la la la la
Can’t you see the faces melting as the sun rains from their eyes (ye ye ye eyes)
Who are you to keep your head with the hearts that you hang behind
Look at yourself, look in the mirror, don’t you see a lie?
That you tell yourself again a thousand times
And the truth that makes us laugh will make you cry
You wanna die? No?
La la la la la
Tidakkah kau lihat wajah-wajah meleleh saat matahari hujan dari mata mereka (ye ye ye mata)
Siapakah kau untuk menjaga kepalamu dengan hati-hati yang kau gantung di belakang
Lihatlah dirimu sendiri, lihatlah di cermin, tidakkah kau melihat kebohongan?
Yang kau katakan pada dirimu sendiri lagi seribu kali
Dan kebenaran yang membuat kita tertawa akan membuatmu menangis
Kau ingin mati? Tidak?

Final Chorus
So you fall down a hole
That’s the one place we both know
You take me with you if you could, but I wouldn’t go
I guess that sometimes (only sometimes) we both lose our minds
To find a better road
Jadi kau jatuh ke dalam lubang
Itulah satu tempat yang kita berdua tahu
Kau akan membawaku bersamamu jika bisa, tapi aku tidak akan pergi
Kurasa terkadang (hanya terkadang) kita berdua kehilangan akal sehat
Untuk menemukan jalan yang lebih baik

“Fall down a hole” – Metafora Lubang Kelinci Alice
Jatuh ke dalam lubang kelinci mewakili perjalanan ke alam bawah sadar, hubungan destruktif, atau pencarian diri

Pure Cure (Penyembuhan)
0%

Pure Poison (Racun)
100%

Pasangan berada tepat di tengah (50%) – secara simultan menjadi racun dan penyembuh

Struktur Musik & Atmosfer Wonderland

Konteks Soundtrack

“The Poison” ditulis khusus untuk film “Alice in Wonderland” (2010) yang disutradarai Tim Burton. Sebagai bagian dari soundtrack, lagu ini dirancang untuk mencerminkan atmosfer ajaib, gelap, dan psikedelik dari Wonderland versi Burton, sambil tetap mempertahankan signature sound The All-American Rejects.

Struktur dan Chord Progression

Struktur: Intro – Verse 1 – Chorus – Verse 2 – Chorus – Bridge 1 – Extended Chorus – Bridge 2 – Final Chorus – Outro

Intro (Atmosferik dengan elemen psikedelik):
Am F C G (dengan efek suara yang mencerminkan Wonderland)

Verse (Vokal intim dengan instrumentasi minimal):
Am F
You were so young
C G
And I guess I’m old…
Am F
I can be pensive
C G
You can be so sure…

Chorus (Intensitas meningkat dengan tema “rabbit hole”):
F C G Am
And you’ll fall down a hole…

Bridge 1 (Instrumental psikedelik):
Dm Am Em G (progression melayang dengan vokal “Hmm”)

Bridge 2 (Bagian paling psikedelik, mencerminkan “madness” Wonderland):
B♭ F
Can’t you see the faces melting…
C G
Look at yourself, look in the mirror…

Outro (Fade out dengan pengulangan tema):
Am F C G (seperti jatuh perlahan ke dalam lubang)

Analisis Atmosfer dan Produksi “Wonderland”

Sebagai lagu soundtrack, “The Poison” memasukkan elemen-elemen yang mencerminkan dunia Alice in Wonderland:

  • Efek Suara Atmosferik: Kemungkinan terdapat efek suara yang mengingatkan pada Wonderland
  • Produksi Psikedelik: Penggunaan reverb, delay, dan efek suara yang menciptakan rasa “kehilangan akal sehat”
  • Dinamika yang Mencerminkan Jatuh: Bagian-bagian lagu yang seolah-olah “jatuh” dalam dinamika musik
  • Elemen Ajaib: Instrumentasi yang menciptakan atmosfer ajaib dan misterius
  • Kontras antara Tenang dan Chaos: Seperti Wonderland yang bisa tenang dan tiba-tiba kacau
  • Vokal yang Bereksperimen: Tyson Ritter mungkin mengeksplorasi warna vokal yang berbeda untuk soundtrack
Perbedaan dengan Lagu Regular The All-American Rejects: Sebagai lagu soundtrack, “The Poison” mungkin memiliki produksi yang sedikit berbeda dari lagu-lagu regular band. Mungkin terdapat lebih banyak elemen atmosferik, eksperimen dengan instrumentasi, dan pendekatan vokal yang lebih “cinematic” untuk mencocokkan dengan visual film. Namun, signature sound band tetap terasa, terutama dalam struktur chord dan gaya penulisan lagu mereka.

Teknik Vokal dan Penyampaian Lirik

Tyson Ritter menampilkan berbagai teknik vokal yang mencerminkan tema lagu:

  • Verse: Vokal lembut dan intim, seperti bercerita atau berbisik
  • Chorus: Vokal lebih kuat dengan penekanan pada “fall down a hole”
  • Bridge 1: Vokal tanpa kata (“Hmm”) yang menciptakan atmosfer melayang
  • Bridge 2: Vokal lebih eksperimental dan psikedelik, mencerminkan “madness”
  • Final Chorus: Vokal dengan campuran penerimaan dan resistensi

Analisis Makna & Tema Wonderland

Koneksi dengan Cerita Alice in Wonderland

Lagu ini penuh dengan referensi ke cerita Alice: “fall down a hole” (lubang kelinci), “lose our minds” (kehilangan akal sehat seperti karakter Wonderland), dualitas (seperti racun dan kue “Eat Me” yang bisa membuat besar atau kecil), dan pencarian “better road” (jalan yang lebih baik seperti tujuan Alice).

Lagu “The Poison” adalah eksplorasi tentang hubungan dualistik yang secara simultan meracuni dan menyembuhkan, dibingkai melalui metafora perjalanan Alice ke dalam lubang kelinci. Sebagai bagian dari soundtrack “Alice in Wonderland”, lagu ini menangkap esensi cerita: kehilangan akal sehat untuk menemukan kebenaran, jatuh ke dalam yang tidak diketahui, dan paradoks yang mendefinisikan Wonderland.

Tema Utama Bukti dari Lirik Analisis & Koneksi Wonderland
Dualitas Poison/Cure (Racun/Penyembuh) “You’ll be the poison / You’ll be the cure” Referensi langsung pada tema-tema Wonderland di mana hal yang sama bisa meracuni dan menyembuhkan (seperti ramuan dan kue yang membuat Alice besar atau kecil). Dalam hubungan, pasangan yang sama bisa menjadi sumber penderitaan dan penyembuhan.
Metafora “Rabbit Hole” (Lubang Kelinci) “And you’ll fall down a hole / That’s the one place we both know” Lubang kelinci Alice mewakili perjalanan ke alam bawah sadar, hubungan destruktif yang tidak bisa dihindari, atau pencarian diri yang dalam. “The one place we both know” menunjukkan bahwa kedua pihak dalam hubungan mengenali pola destruktif ini.
Kehilangan Akal Sehat untuk Menemukan Jalan “We both lose our minds / To find a better road” Di Wonderland, Alice harus “kehilangan akal sehatnya” untuk memahami logika dunia baru itu. Dalam hubungan, terkadang kita harus meninggalkan pemikiran rasional untuk menemukan jalan yang benar-benar bekerja.
Paradox dan Kontradiksi “And when you do your very worst / Mm it feels the best” Seperti paradoks-paradoks di Wonderland (semakin cepat kamu berlari, semakin lama waktu yang dibutuhkan), hubungan ini penuh dengan kontradiksi di mana yang terburuk terasa yang terbaik.
Pemisahan dan Koneksi “You take me with you if you could, but I wouldn’t go” Ketegangan antara keinginan untuk bersama dan keinginan untuk tetap terpisah. Seperti Alice yang harus melakukan perjalanan sendirian, narator menegaskan individualitasnya meski dalam hubungan.
Kebenaran yang Menyakitkan “And the truth that makes us laugh will make you cry” Di Wonderland, kebenaran sering kali absurd dan mengejutkan. Dalam hubungan, kebenaran yang sama bisa dialami berbeda oleh masing-masing pihak – yang satu tertawa, yang lain menangis.

Analisis Karakter dan Dinamika Hubungan

Dua Karakter yang Berlawanan namun Terkait:

Narator (“I”):

  • Lebih Tua: “I guess I’m old” – lebih berpengalaman, mungkin lebih sinis
  • Terjaga: “I’ll be wide awake” – waspada, sadar akan realitas
  • Pemikir: “I can be pensive” – introspektif, analitis
  • Independen: “I’m alone on the journey” – menegaskan kemandirian
  • Menolak untuk Jatuh: “I wouldn’t go” – menolak mengikuti pasangan ke dalam lubang

Pasangan (“You”):

  • Lebih Muda: “You were so young” – kurang berpengalaman, mungkin lebih naif
  • Akan Tertidur: “You’ll fall asleep” – tidak waspada, mudah terbawa
  • Yakin: “You can be so sure” – percaya diri, mungkin dogmatis
  • Dualistik: “You’ll be the poison / You’ll be the cure” – secara simultan merusak dan menyembuhkan
  • Akan Jatuh: “You’ll fall down a hole” – akan terjebak dalam pola destruktif

Interpretasi melalui Lens Alice in Wonderland

1. Alice dan Lubang Kelinci:
“Fall down a hole” adalah referensi paling jelas ke Alice. Dalam konteks lagu, lubang kelinci bisa mewakili:

  • Hubungan Destruktif: Pola yang berulang yang menarik seseorang ke bawah
  • Depresi atau Masalah Kesehatan Mental: “Hole” sebagai metafora untuk kondisi mental yang dalam
  • Pencarian Diri: Seperti Alice, jatuh ke dalam diri sendiri untuk menemukan siapa sebenarnya
  • Ketergantungan: Kecanduan atau ketergantungan emosional

2. Racun dan Penyembuh di Wonderland:
Di Wonderland, hampir semua hal memiliki sifat dualistik:

  • “Drink Me” Bottle: Membuat Alice kecil
  • “Eat Me” Cake: Membuat Alice besar
  • Mushroom: Satu sisi membuat besar, sisi lain membuat kecil
  • Queen of Hearts: Bisa memenggal tetapi juga memerintah

Pasangan dalam lagu ini memiliki sifat dualistik yang sama: secara simultan meracuni dan menyembuhkan.

3. “Lose Our Minds” – Kehilangan Akal Sehat di Wonderland:
Di Wonderland, logika biasa tidak berlaku. Untuk memahami Wonderland, Alice harus meninggalkan pemikiran “rasional”nya. Dalam lagu, “lose our minds” bukanlah hal negatif, tetapi sarana untuk “find a better road” – seperti Alice yang harus menerima absurditas untuk menavigasi Wonderland.

4. Bridge Psikedelik dan “Madness”:
Bridge kedua lagu (“Can’t you see the faces melting…”) sangat psikedelik dan mengingatkan pada pengalaman Alice yang surreally:

  • “Faces melting”: Seperti distorsi realitas di Wonderland
  • “Sun rains from their eyes”: Gambaran surreally seperti di Wonderland
  • “Hearts that you hang behind”: Mungkin referensi pada Queen of Hearts yang selalu memerintahkan pemenggalan
  • “Look in the mirror, don’t you see a lie?”: Seperti cermin yang menunjukkan kebenaran yang tidak menyenangkan

Analisis Psikologis Hubungan Dualistik

Dinamika Hubungan “Poison/Cure”:

  • Trauma Bonding: Ikatan yang terbentuk melalui siklus penyalahgunaan dan penebusan
  • Intermittent Reinforcement: Hadiah dan hukuman yang tidak konsisten menciptakan ketergantungan
  • Idealization and Devaluation: Pasangan diidolakan kemudian didevaluasi
  • Cognitive Dissonance: Konflik antara mengetahui hubungan ini beracun tetapi merasa “terbaik” saat yang terburuk terjadi
  • Addiction to Chaos: Kecanduan terhadap drama dan intensitas hubungan yang tidak sehat

Pilihan Narator untuk Tidak “Fall Down the Hole”:
“You take me with you if you could, but I wouldn’t go” adalah pernyataan batas yang penting. Meskipun narator mengakui daya tarik hubungan ini, dia memilih untuk tidak mengikuti pasangan ke dalam lubang. Ini menunjukkan:

  • Self-Preservation: Keinginan untuk menjaga diri sendiri meski menarik untuk mengikuti
  • Learned Experience: “I guess I’m old” mungkin berarti dia telah belajar dari pengalaman sebelumnya
  • Ambivalent Attachment: Tertarik tetapi menjaga jarak
  • Fear of Losing Everything: “If you could I’d lose everything” – kesadaran akan konsekuensi
Kontras dengan Lagu The All-American Rejects Lainnya: “The Poison” menawarkan perspektif yang unik dalam katalog band. Jika “Gives You Hell” adalah tentang kemarahan pasca putus dan “Drown Next To Me” adalah tentang menerima kehancuran bersama, “The Poison” adalah tentang hubungan dualistik di mana seseorang memilih untuk tidak mengikuti pasangan ke dalam kehancuran, meskipun mengakui daya tariknya..

Secara keseluruhan, “The Poison” adalah studi tentang hubungan dualistik dan pilihan untuk menjaga diri sendiri meskipun tertarik pada seseorang yang secara simultan meracuni dan menyembuhkan. Melalui lensa Alice in Wonderland, lagu ini mengeksplorasi tema kehilangan akal sehat untuk menemukan kebenaran, jatuh ke dalam pola destruktif, dan paradoks cinta yang bisa menyakitkan dan menyembuhkan secara bersamaan.

Konteks Soundtrack & Signifikansi

Tentang Film “Alice in Wonderland” (2010)

Film “Alice in Wonderland” (2010) disutradarai oleh Tim Burton dan dibintangi oleh Mia Wasikowska sebagai Alice, Johnny Depp sebagai Mad Hatter, dan Helena Bonham Carter sebagai Queen of Hearts. Film ini bukan adaptasi langsung dari buku, tetapi sekuel yang mengambil tempat ketika Alice berusia 19 tahun dan kembali ke Wonderland. Soundtrack film menampilkan berbagai artis termasuk The All-American Rejects, Avril Lavigne (dengan “Alice”), dan score oleh Danny Elfman.

Film
Alice in Wonderland (2010)

Sutradara
Tim Burton

Album Soundtrack
Almost Alice (2010)

Posisi dalam Album
Track 4 dari 16

“Almost Alice” – Album Soundtrack

“The Poison” muncul dalam album soundtrack “Almost Alice”, yang menampilkan berbagai artis yang terinspirasi oleh dunia Alice in Wonderland:

Lagu & Artis Tema Pendekatan Koneksi dengan Alice
“The Poison” – The All-American Rejects Hubungan dualistik, lubang kelinci Pop rock dengan elemen psikedelik Metafora lubang kelinci, racun/penyembuh, kehilangan akal sehat
“Alice” – Avril Lavigne Pencarian diri, keanehan Pop rock dengan elemen fantasi Lagu tema utama, langsung tentang pengalaman Alice
“Follow Me Down” – 3OH!3 ft. Neon Hitch Petualangan, misteri Electropop, energik Mengajak pendengar mengikuti ke dunia ajaib
“Tea Party” – Kerli Pesta teh gila Pop elektronik, ajaib Referensi langsung ke Mad Hatter’s Tea Party
“Painting Flowers” – All Time Low Kreativitas, keindahan dalam keanehan Pop punk Metafora untuk menciptakan keindahan di dunia aneh
Posisi The All-American Rejects dalam Soundtrack: Keikutsertaan The All-American Rejects dalam soundtrack “Almost Alice” adalah pengakuan atas relevansi mereka dalam musik pop rock/pop punk di tahun 2010.

Respon Kritik dan Penggemar

“The Poison” menerima respon yang beragam:

  • Respon Kritik: Umumnya positif, dengan pujian untuk bagaimana lagu menangkap tema-tema Wonderland sambil tetap menjadi lagu The All-American Rejects yang solid
  • Respon Penggemar: Penggemar band menyukai bahwa lagu ini tetap terdengar seperti The All-American Rejects meski untuk soundtrack
  • Respon Penggemar Film: Penggemar Alice in Wonderland menghargai bagaimana lagu menangkap esensi cerita tanpa menjadi terlalu literal
  • Performa Komersial: Sebagai bagian dari soundtrack, tidak dirilis sebagai single utama tetapi mendapat play di radio alternatif
  • Warisan: Tetap menjadi lagu favorit di kalangan penggemar band dan penggemar soundtrack film

Analisis Visual dan Koneksi dengan Estetika Tim Burton

Lagu “The Poison” cocok dengan estetika gelap dan ajaib Tim Burton:

  • Dualitas: Seperti karakter-karakter Burton yang sering memiliki sisi gelap dan terang
  • Keanehan yang Menarik: Seperti dunia Burton yang aneh tetapi menarik
  • Atmosfer Gelap tetapi Ajaib: Lagu memiliki kualitas melankolis tetapi dengan elemen ajaib
  • Tema Penyimpangan Sosial: Seperti karakter Burton yang sering menjadi orang luar
  • Psikedelik Terkendali: Seperti visual Burton yang sering surreally tetapi tetap terstruktur

Signifikansi dalam Diskografi The All-American Rejects

“The Poison” menempati posisi unik dalam katalog band:

  • Proyek Sampingan yang Signifikan: Salah satu proyek soundtrack utama mereka
  • Eksperimen dengan Tema: Kesempatan untuk mengeksplorasi tema fantasi dan metafora
  • Koneksi dengan Budaya Pop: Bagian dari franchise besar Alice in Wonderland
  • Kedewasaan Artistik: Menunjukkan kemampuan untuk menulis untuk konteks spesifik (soundtrack)
  • Bridge antara Penggemar: Menghubungkan penggemar band dengan penggemar film/fantasi

Perbandingan dengan Lagu Soundtrack Lainnya tentang Hubungan Rumit

Lagu & Film Tema Serupa Perbedaan Pendekatan Koneksi dengan Film
“The Poison” – Alice in Wonderland Hubungan dualistik, poison/cure Metafora Wonderland, psikedelik terinspirasi film Langsung terinspirasi tema dan metafora film
“My Heart Will Go On” – Titanic Cinta abadi meski berpisah Romantisisme epik vs. dualisme psikedelik Lagu tema langsung tentang hubungan dalam film
“Skyfall” – Skyfall Hubungan dengan agensi (MI6), pengorbanan Epik, orchestral vs. pop rock psikedelik Lagu tema yang mencerminkan konflik film
“Lose Yourself” – 8 Mile Pertarungan internal, pencarian diri Hip-hop motivasional vs. introspeksi psikedelik Tentang karakter utama dan perjuangannya
“City of Stars” – La La Land Cinta dan ambisi, dualitas Jazz romantis vs. pop rock gelap Tentang hubungan utama dalam film
Warisan dan Relevansi yang Berlanjut: “The Poison” tetap menjadi lagu yang menarik dalam diskografi The All-American Rejects karena posisi uniknya sebagai lagu soundtrack yang berhasil menjadi lagu band yang solid sambil menangkap esensi film.