Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah lagu yang menceritakan kisah klasik Blink-182 tentang kencan satu malam yang berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam[citation:2]. Dengan narasi spontan, energi muda, dan konflik romantis, lagu ini mengeksplorasi kejutan menemukan cinta di tempat yang tak terduga[citation:2].
Lagu ini menampilkan dinamika klasik Blink-182 dengan vokal yang bergantian antara Mark Hoppus dan Tom DeLonge[citation:2]. Verse dan Pre-Chorus didominasi oleh Mark dengan vokal yang lebih pop, sementara Tom membawakan Chorus dengan energi emosional yang lebih tinggi, menciptakan kontras yang efektif[citation:2]. Harmoni mereka di chorus memperkuat tema “jatuh cinta” yang tak terduga.
DURASI: (Info durasi tidak tersedia dalam hasil pencarian, biasanya ~3 menit untuk lagu Blink-182)
TUNING: Standard (E A D G B e) – diasumsikan berdasarkan album “One More Time…”
KARAKTER MUSIKAL[citation:2]:
– Instrumenasi pop-punk klasik dengan drum energik Travis Barker, riff gitar catchy, dan bassline yang menghentak.
– Lagu diawali dengan riff drum sederhana namun efektif dari Travis Barker.
– Verse memiliki nuansa vokal yang lebih terpolish, sementara chorus meledak dengan melodinya.
– Bridge memberikan momen reflektif sebelum kembali ke chorus yang energetik.
*Chord progression spesifik belum tersedia secara publik. Pola umum Blink-182 di era ini sering menggunakan progresi power chord dengan tempo cepat.
“ONE NIGHT STAND” adalah eksplorasi klasik Blink-182 tentang kompleksitas hubungan manusia, khususnya bagaimana sebuah pertemuan kasual bisa berkembang menjadi ketertarikan emosional yang tak terduga[citation:2]. Lagu ini menantang stereotip kencan satu malam sebagai sesuatu yang hampa, dan justru menyarankan bahwa momen-momen singkat bisa memiliki dampak yang mendalam dan abadi[citation:2].
| Metafora & Ikonografi | Interpretasi Makna |
|---|---|
| “Watching you like the CIA” / “Putting out an APB” | Menggambarkan ketertarikan intens dan obsesif narator, seolah-olah target perhatiannya adalah subjek penyelidikan yang sangat penting[citation:2]. |
| “A hit of some ecstasy” | Pengalaman bersama orang ini digambarkan sebagai sesuatu yang memabukkan, adiktif, dan memberikan euforia layaknya obat, melampaui sekadar ketertarikan fisik[citation:2]. |
| “Was it just sex or a diamond ring?” | Pertanyaan sentral lagu ini. Narator kebingungan membedakan antara hubungan fisik semata (“sex”) dengan potensi komitmen jangka panjang dan cinta serius (“diamond ring”)[citation:2]. |
| “You’re the reason I always ran FOR… / I will never be a big fan OF…” | Menunjukkan evolusi karakter. Awalnya, sang “kamu” adalah alasan dia mengejar kencan satu malam (mungkin mencari pengalaman serupa). Di akhir, pengalaman ini justru membuatnya tidak lagi menyukai konsep kencan satu malam, karena telah menemukan sesuatu yang lebih berarti. |
| “A fallen leaf, or a heart left for dead” | Mengisyaratkan bahwa kedua karakter mungkin membawa luka atau “bagasi” emosional dari masa lalu (hati yang “mati”), namun pertemuan ini memberikan harapan baru[citation:2]. |
ONE MORE TIME… PART-2[citation:5]: Ini adalah edisi deluxe dari album “One More Time…” (2023), yang menandai album studio kesembilan Blink-182 dan yang pertama dengan kembalinya Tom DeLonge sejak kepergiannya pada 2015. Reuni trio klasik ini dipicu oleh dukungan Tom kepada Mark Hoppus selama pertarungannya melawan limfoma pada 2021[citation:5].
Signifikansi: Kehadiran lagu ini di PART-2 menambah dimensi playful dan energik ke dalam album, menunjukkan kelincahan dan daya tarik abadi band ini[citation:2]. Liriknya yang menceritakan kejutan menemukan cinta bisa dilihat sebagai metafora yang sejajar dengan kejutan reuni mereka sendiri yang penuh emosi.