Skrip & Lirik
Mark’s Intro
[Mark:] Can we turn off all the lights and have everyone bring up their lighters like it’s a big rock show, please?
Bisa matikan lampunya dan semuanya keluarkan korek api seperti konser rock besar?
[Mark:] Everyone bring out your lighters ‘cause I know you all smoke pot.
Semuanya keluarkan korek kalian karena aku tahu kalian semua menghisap ganja.
Silent Night (Traditional)
Silent night, Holy night
Malam kudus, sunyi senyap
All is calm, all is bright
Dunia terlelap, terang bersinar
‘Round yon virgin mother and child
Di sekeliling perawan ibu dan anak
Holy infant so tender and mild
Bayi suci yang begitu lembut dan tenang
The Chaos Ends
[Tom:] Yeah! And where the hell are my presents?!?
Yeah! Dan di mana kado-kadoku?!?
[Mark:] Hey! I think a good gift to give a guy is an orgasm!
Hei! Kurasa hadiah yang bagus untuk cowok adalah orgasme!
[Tom:] I want one of those in my stocking!
Aku mau satu di dalam kaus kaki natalku!
Analisis “Humor”
Blink-182 dikenal karena kontras antara lagu-lagu pop-punk yang *catchy* dengan humor panggung yang sangat mentah (juvenile humor).
| Elemen |
Penjelasan |
| Juxtaposition |
Menyanyikan lagu Natal yang suci lalu segera menyambungnya dengan candaan kotor adalah teknik komedi andalan mereka. |
| Stage Presence |
Trek ini menunjukkan bagaimana Blink-182 memperlakukan konser mereka bukan sekadar musik, tapi pertunjukan komedi berdiri (stand-up). |
| “Smoking Pot” |
Stereotip fans punk/rock saat itu yang digunakan Mark untuk berinteraksi dengan penonton. |
Fakta Live
Album Live
Rekaman ini diambil dari tur Enema of the State. Albumnya sendiri berisi trek tambahan “The Chosen One” di akhir CD.
Tradisi
Banyak band punk era itu melakukan cover lagu Natal, tapi Blink memilih untuk menjadikannya bagian dari *banter* (obrolan) panggung.
Mark & Tom
Dialog ini sepenuhnya improvisasi panggung yang kemudian menjadi sangat legendaris di kalangan fans lama.