Lirik dan makna lagu Letters To God, Part II Angels & Airwaves

Makna Doa yang penuh dengan keputusasaan dan rasa ingin di Lagu “Letters To God, Part II” – Lirik & Terjemahan

LETTERS TO GOD, PART II

Dari Album “LOVE: PART ONE” (2010)

Sebuah doa yang penuh dengan keputusasaan dan rasa ingin tahu, mempertanyakan validitas “kebenaran” duniawi dan mencari koneksi di tengah kesunyian kosmik.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
All the phones have rung and rung, they’re off the hook, all but one
Semua telepon telah berdering berkali-kali, semuanya tak terangkat, kecuali satu

And all the mail stacked up inside, up from the floor, a mile high
Dan semua surat menumpuk di dalam, dari lantai, setinggi satu mil

Pre-Chorus
And like one would, like a child, I’m asking
Dan seperti seseorang, seperti seorang anak kecil, aku bertanya

Like I could knock on your door. Will you let me in?
Seolah aku bisa mengetuk pintumu. Maukah Kau membiarkanku masuk?

Chorus
And dear God, I found out the same things we learn when we die
Dan Tuhan yang tersayang, aku menyadari hal-hal yang sama yang kita pelajari saat kita mati

I found out the truth is it’s all a big lie
Aku menyadari kenyataannya bahwa itu semua adalah kebohongan besar

I find that the words are hard to describe. I tell you I’m lost here, awaiting reply
Kutemukan bahwa kata-kata sulit untuk digambarkan. Kukatakan pada-Mu aku tersesat di sini, menunggu jawaban

And dear God, I found out the same things we learn when we die
Dan Tuhan yang tersayang, aku menyadari hal-hal yang sama yang kita pelajari saat kita mati

I found out what’s wrong, and it’s not you or I, or anyone else that you chose to deny
Aku menyadari apa yang salah, dan itu bukan Kau atau aku, atau siapa pun yang Kau pilih untuk Kau sangkal

It seems like the madness of choice in the life, has made it unclear if we run or we hide
Tampaknya kegilaan dalam memilih dalam hidup ini, telah membuatnya tak jelas apakah kita harus berlari atau bersembunyi

Verse 2
Climbing trees and paper planes, life as a kid, we’re all the same
Memanjat pohon dan pesawat kertas, hidup sebagai anak-anak, kita semua sama

Tears of joy, and sullen hearts, sticks and stones and broken arms
Air mata sukacita, dan hati yang muram, tongkat dan batu serta lengan yang patah

Final Outro Chorus
And dear God, I found out the same things we learn when we die…
(Repetisi penuh bagian chorus sebagai penegasan atas keraguan eksistensial)

Has made it unclear if we run or we hide
Telah membuatnya tak jelas apakah kita harus berlari atau bersembunyi

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
CGAmF

[Chorus]:
C G
And dear God, I found out
Am F
The same things we learn when we die
C G
I found out the truth is
Am F
It’s all a big lie

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Letters… Mile high” Tumpukan surat yang tak terbalas melambangkan upaya manusia yang tiada henti untuk berkomunikasi dengan Tuhan, namun seringkali hanya dijawab oleh keheningan.
“Like a child” Kepasrahan total. Tom menggunakan perspektif anak-anak karena mereka tidak memiliki agenda tersembunyi; mereka hanya ingin diterima dan mendapatkan jawaban.
“Truth is… a big lie” Salah satu lirik paling provokatif. Ini merujuk pada kekecewaan terhadap dogma agama atau sistem dunia yang menjanjikan kepastian namun memberikan kebingungan.
“Madness of choice” Eksplorasi tentang kehendak bebas (*free will*). Manusia seringkali tersiksa oleh banyaknya pilihan hidup, yang justru membuat tujuan akhir menjadi kabur.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Hubungan dengan Box Car Racer

Lagu ini adalah sekuel langsung dari “Letters to God” yang muncul di album proyek sampingan Tom DeLonge, **Box Car Racer (2002)**. Jika bagian pertama terdengar lebih gelap, sedih, dan berbasis gitar akustik, Part II ini membawa elemen *Space Rock* yang megah, menunjukkan evolusi spiritual Tom dari rasa sakit menjadi pertanyaan filosofis yang lebih luas.

Produksi Audio & Vibe

Dalam rekaman ini, Tom sengaja menggunakan efek *reverb* yang sangat luas pada vokal untuk menciptakan kesan bahwa ia benar-benar sedang berteriak di sebuah katedral kosong atau di ruang hampa udara. Suara piano yang muncul di sela-sela gitar memberikan nuansa “rapuh” di tengah aransemen yang energetik, memperkuat tema “kekuatan dalam kelemahan”.

Filosofi “Awaiting Reply”

Lagu ini mencerminkan fase hidup Tom DeLonge yang sedang sangat tertarik pada fenomena luar angkasa dan metafisika. Ia sering menyatakan dalam wawancara bahwa “Tuhan” baginya adalah energi kolektif alam semesta. Maka, “surat” yang ia kirimkan sebenarnya adalah bentuk pencarian sinyal di tengah kegelapan semesta, sebuah tema yang sangat selaras dengan film *LOVE* yang menyertai album ini.

Struktur Lirik Repetitif

Pengulangan chorus di akhir lagu bukan hanya untuk durasi, melainkan untuk menekankan perasaan “terjebak” (vicious cycle). Dengan mengulang lirik tentang “pilihan yang gila” berkali-kali, pendengar diajak untuk merasakan kebingungan mental yang dirasakan narator saat mencoba memahami takdirnya.