Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah doa yang penuh dengan keputusasaan dan rasa ingin tahu, mempertanyakan validitas “kebenaran” duniawi dan mencari koneksi di tengah kesunyian kosmik.
Lagu ini dibuka dengan arpeggio gitar yang terdengar melankolis dan jauh, perlahan membangun intensitas menuju bagian chorus yang energetik.
[Intro/Verse]:
C – G – Am – F
[Chorus]:
C G
And dear God, I found out
Am F
The same things we learn when we die
C G
I found out the truth is
Am F
It’s all a big lie
| Simbol / Frasa | Penjelasan Analitis |
|---|---|
| “Letters… Mile high” | Tumpukan surat yang tak terbalas melambangkan upaya manusia yang tiada henti untuk berkomunikasi dengan Tuhan, namun seringkali hanya dijawab oleh keheningan. |
| “Like a child” | Kepasrahan total. Tom menggunakan perspektif anak-anak karena mereka tidak memiliki agenda tersembunyi; mereka hanya ingin diterima dan mendapatkan jawaban. |
| “Truth is… a big lie” | Salah satu lirik paling provokatif. Ini merujuk pada kekecewaan terhadap dogma agama atau sistem dunia yang menjanjikan kepastian namun memberikan kebingungan. |
| “Madness of choice” | Eksplorasi tentang kehendak bebas (*free will*). Manusia seringkali tersiksa oleh banyaknya pilihan hidup, yang justru membuat tujuan akhir menjadi kabur. |
Lagu ini adalah sekuel langsung dari “Letters to God” yang muncul di album proyek sampingan Tom DeLonge, **Box Car Racer (2002)**. Jika bagian pertama terdengar lebih gelap, sedih, dan berbasis gitar akustik, Part II ini membawa elemen *Space Rock* yang megah, menunjukkan evolusi spiritual Tom dari rasa sakit menjadi pertanyaan filosofis yang lebih luas.
Dalam rekaman ini, Tom sengaja menggunakan efek *reverb* yang sangat luas pada vokal untuk menciptakan kesan bahwa ia benar-benar sedang berteriak di sebuah katedral kosong atau di ruang hampa udara. Suara piano yang muncul di sela-sela gitar memberikan nuansa “rapuh” di tengah aransemen yang energetik, memperkuat tema “kekuatan dalam kelemahan”.
Lagu ini mencerminkan fase hidup Tom DeLonge yang sedang sangat tertarik pada fenomena luar angkasa dan metafisika. Ia sering menyatakan dalam wawancara bahwa “Tuhan” baginya adalah energi kolektif alam semesta. Maka, “surat” yang ia kirimkan sebenarnya adalah bentuk pencarian sinyal di tengah kegelapan semesta, sebuah tema yang sangat selaras dengan film *LOVE* yang menyertai album ini.
Pengulangan chorus di akhir lagu bukan hanya untuk durasi, melainkan untuk menekankan perasaan “terjebak” (vicious cycle). Dengan mengulang lirik tentang “pilihan yang gila” berkali-kali, pendengar diajak untuk merasakan kebingungan mental yang dirasakan narator saat mencoba memahami takdirnya.