Lirik dan makna lagu We Are All That We Are Angels & Airwaves

Makna Epilog yang mentah dan jujur tentang kondisi manusia; di Lagu “We Are All That We Are” – Lirik & Terjemahan

WE ARE ALL THAT WE ARE

Final Album “LOVE: PART TWO” (2011)

Sebuah epilog yang mentah dan jujur tentang kondisi manusia; mengakui kelemahan, rasa sakit, dan keterbatasan kita, namun merayakan keberadaan kita apa adanya.




Lirik & Terjemahan

Verse 1: The Harsh Reality
The ice is really cold, the street lights really old
Es itu sangat dingin, lampu jalanan itu sangat tua

Her child’s all alone, as she melts into her own
Anaknya sendirian, saat ia melebur ke dalam dirinya sendiri

And slowly fades away, into a river full of shame
Dan perlahan memudar, ke dalam sungai yang penuh rasa malu

But at least numb to the pain, can you see it?
Tapi setidaknya mati rasa terhadap rasa sakit, bisakah kau melihatnya?

Verse 2: The Struggle
Can you feel the shallow wave, from a needle to the grave
Bisakah kau merasakan gelombang dangkal, dari jarum suntik hingga ke liang lahat

From our hell to far away, you’re my only
Dari neraka kita hingga ke tempat yang jauh, kaulah satu-satunya bagiku

You’re so sad my Valentine, on your journey to the light
Kau begitu sedih Valentine-ku, dalam perjalananmu menuju cahaya

But first straight to the fire
Tapi pertama-tama langsung menuju api

Chorus
And we are, all that we are. Holding on ‘til we fall apart
Dan inilah kita, apa adanya kita. Bertahan hingga kita hancur berantakan

And we are, all that we are. Holding on ‘til we fall apart
Dan inilah kita, apa adanya kita. Bertahan hingga kita hancur berantakan

And we are, all that we are. Holding on ‘til we fall apart
Dan inilah kita, apa adanya kita. Bertahan hingga kita hancur berantakan

And we are, all that we are. Holding on ‘til we fall apart
Dan inilah kita, apa adanya kita. Bertahan hingga kita hancur berantakan

Final Outro Mantra
We are. All that we are, all that we are
Inilah kita. Apa adanya kita…

All that we are, all that we are

All that we are, all that we are

All that we are, all that we are

(Bagian penutup ini melambangkan penerimaan diri yang total sebelum musik menghilang ke dalam keheningan)

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Verse]:
CGAmF

[Chorus]:
C G
And we are
Am F
All that we are
C G
Holding on
Am F
‘til we fall apart

[Outro]:
CGAmF

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Needle to the grave” Salah satu lirik paling gelap dari Tom DeLonge, secara eksplisit merujuk pada adiksi narkoba dan konsekuensi fatalnya. Ini adalah gambaran sisi terendah kemanusiaan.
“Holding on ‘til we fall apart” Menunjukkan ketangguhan yang tragis. Kehormatan manusia bukan terletak pada keberhasilan mereka untuk tetap utuh, melainkan pada keberanian mereka untuk bertahan sejauh mungkin meski tahu kehancuran akan datang.
“Straight to the fire” Simbol pembersihan atau ujian berat. Sebelum mencapai “cahaya” (perdamaian/surga), seseorang harus melewati “api” (penderitaan/konsekuensi dari tindakan mereka).
“Ice… River of shame” Mewakili isolasi dan penyesalan. Ketidakmampuan untuk merasakan emosi yang hangat karena terjebak dalam rasa bersalah yang membeku.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Realisme di Akhir Optimisme

Setelah dua album penuh dengan tema harapan kosmik dan kemegahan semesta, Angels & Airwaves menutup era LOVE dengan lagu yang sangat “membumi” dan sedih. Tom DeLonge menyatakan bahwa ia ingin mengakui bahwa dunia ini tidak selalu indah; ada orang-orang yang hancur karena narkoba dan kemiskinan. “We Are All That We Are” adalah doa bagi mereka yang merasa tidak sempurna.

Inspirasi Pribadi

Lirik tentang adiksi di lagu ini merupakan refleksi Tom terhadap orang-orang di sekitarnya yang berjuang melawan ketergantungan obat-obatan. Ini adalah sisi yang lebih gelap dari Tom DeLonge yang jarang terlihat di lagu-lagu AVA lainnya, memberikan dimensi kejujuran yang mendalam pada profil band ini.

Produksi Lofi-Atmospheric

Secara teknis, lagu ini menggunakan tekstur suara yang lebih kasar dan berpasir (gritty) dibandingkan trek lainnya. Penggunaan synthesizer yang terdengar melankolis dirancang untuk meniru perasaan dingin yang disebutkan dalam lirik. Bagian outro yang repetitif merupakan teknik meditasi auditif yang bertujuan memberikan rasa tenang dan penerimaan bagi pendengar.

Penutup Era LOVE

Lagu ini berfungsi sebagai kredit akhir bagi film *LOVE*. Saat lagu ini diputar, penonton diajak untuk merenungkan bahwa meskipun kita hanyalah “debu di alam semesta”, keberadaan kita tetap memiliki nilai yang absolut. Judul “We Are All That We Are” menegaskan bahwa kita tidak perlu menjadi dewa atau pahlawan; menjadi manusia yang bertahan hidup sudah cukup.