Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah eksplorasi spiritual tentang kefanaan, penyesalan, dan perjalanan jiwa menuju cahaya setelah kematian, dibalut dalam melodi yang megah namun menghantui.
Lagu ini menonjolkan transisi dari dentuman drum tribal yang repetitif menuju klimaks megah dengan synthesizer yang melambung tinggi.
[Intro/Verse]:
Bm – G – D – A
[Chorus]:
G D
I’m Johnny-come-lately
Bm A
But I will not give up
G D
And the words did escape me
Bm A
But I’m full of dumb luck
[Outro]:
D – A – Bm – G
| Simbol / Frasa | Penjelasan Analitis |
|---|---|
| “Asleep at the wheel” | Kritik terhadap ketidaksadaran manusia. Kita menjalani hidup secara otomatis tanpa menyadari tujuan spiritual yang lebih besar hingga tragedi melanda. |
| “Johnny-come-lately” | Representasi diri Tom yang merasa baru memahami arti hidup dan hubungan (terutama dengan ayahnya) saat semuanya sudah di ambang akhir. |
| “Oyster with a poisonous shell” | Dunia yang indah (tiram/mutiara) namun memiliki bahaya dan kepahitan yang bisa menghancurkan jika kita tidak hati-hati dalam menjalaninya. |
| “Wake your soul to a little light” | Keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian. Kematian bukanlah akhir, melainkan saat di mana jiwa benar-benar “terbangun” menuju cahaya. |
Lagu “Tunnels” ditulis oleh Tom DeLonge tak lama setelah ayahnya meninggal dunia akibat kanker. Tom menceritakan bahwa lagu ini terinspirasi dari sebuah pengalaman spiritual yang ia alami saat ayahnya dalam kondisi kritis; ia merasa bisa merasakan “energi” ayahnya yang sedang berpindah dimensi. Lirik lagu ini mencerminkan pergulatan iman Tom antara keraguan terhadap Tuhan dan keyakinan akan keabadian jiwa.
Berbeda dengan era LOVE yang lebih abstrak, “Tunnels” menunjukkan gaya penulisan yang lebih personal dan naratif. Tom menggunakan metafora yang lebih tajam seperti “poisonous shell” untuk menggambarkan kekecewaannya. Penggunaan vokal latar “(dream a bit)” adalah ciri khas era The Dream Walker yang menghubungkan lirik lagu dengan narasi karakter Poet Anderson dalam mimpinya.
Ketukan drum di lagu ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam diskografi AVA. Ilan Rubin merancang pola drum yang memberikan perasaan “mendesak” namun terkendali, menyerupai langkah kaki seseorang yang sedang berlari melalui terowongan gelap menuju cahaya. Dinamika instrumen di bagian akhir lagu sengaja dibuat meluas untuk mensimulasikan perasaan transendensi spiritual.
Kalimat penutup “When you die, you are mine” bukan berarti kepemilikan yang egois, melainkan sebuah pernyataan tentang reunifikasi emosional. Tom ingin menyampaikan bahwa cinta melampaui kematian; orang yang kita cintai akan kembali “menjadi milik kita” dalam bentuk energi atau jiwa di alam yang berbeda. Ini adalah bentuk penutup (closure) yang Tom ciptakan untuk dirinya sendiri atas kehilangan ayahnya.