Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah satir tajam yang dibalut dalam energi punk-rock, menyoroti kecanduan masyarakat terhadap kekerasan dan kegagalan sistem dalam melindungi warganya.
Lagu ini menggunakan tempo sangat cepat (BPM tinggi) dengan gaya down-picking gitar yang konsisten, memberikan nuansa rock 60-an yang agresif.
[Verse]:
E – G – A – C
[Chorus]:
E G
Oh-oh first though, start up the show
A C
Get up and aim, cause we’re ready to go
E G
What can you say, where can we play
A C
With our guns today
| Simbol / Frasa | Penjelasan Analitis |
|---|---|
| “Ancient whiskey” | Mewakili upaya pelarian diri dari realitas yang kacau melalui cara-cara lama/tradisional karena ketidakstabilan mental. |
| “Die from their complexion” | Kritik eksplisit terhadap rasisme sistemik dan ketidakadilan sosial, di mana identitas fisik menjadi hukuman mati. |
| “Where can we play” | Sarkasme yang membandingkan penggunaan senjata dengan permainan anak-anak, menyoroti betapa trivialnya nilai nyawa di mata sebagian kelompok. |
| “High like the DEA” | Ironi tingkat tinggi. Menyentil kemunafikan otoritas atau sistem yang seharusnya memerangi masalah namun terkadang justru menjadi bagian dari “mabuk” kekuasaan tersebut. |
Tom DeLonge menjelaskan bahwa “No More Guns” terinspirasi dari energi mentah band-band seperti The Stooges dan The Ramones. Tom ingin lagu ini terdengar seperti kekacauan yang menyenangkan secara sonik, namun mematikan secara lirik. Penggunaan tempo yang sangat cepat dirancang untuk memberikan sensasi fisik dari kepanikan yang ada dalam lirik “racing to the bottom”.
Sebagai analis, saya mencatat bahwa lagu ini adalah salah satu pernyataan politik paling berani dari Angels & Airwaves. Tom menyoroti paradoks Amerika di mana kebebasan sering kali disalahartikan sebagai hak untuk membahayakan orang lain. Lirik “violence in the city” merujuk pada berita penembakan massal yang menjadi rutinitas menyedihkan dalam media modern.
Ilan Rubin memainkan drum dengan pola yang sangat agresif di lagu ini, memberikan dorongan yang konstan tanpa jeda. Tom DeLonge sengaja merekam vokalnya dengan sedikit distorsi untuk memberikan kesan “urgensi” dan “frustrasi”, seolah-olah ia sedang berteriak melalui radio panggil di tengah kerusuhan kota.
Lagu ini menggunakan teknik “marching-beat” yang biasanya diasosiasikan dengan lagu semangat, namun digabungkan dengan lirik tentang kematian (“going to die tonight”). Kontras ini bertujuan untuk menunjukkan betapa abnormalnya situasi dunia saat ini yang sudah dianggap “biasa” (normal) oleh masyarakat umum.