Lirik dan makna lagu No More Guns Angels & Airwaves

Makna Satir tajam yang dibalut dalam energi punk-rock di Lagu “No More Guns” – Lirik & Terjemahan

NO MORE GUNS

Dari Album “LIFEFORMS” (2021)

Sebuah satir tajam yang dibalut dalam energi punk-rock, menyoroti kecanduan masyarakat terhadap kekerasan dan kegagalan sistem dalam melindungi warganya.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
It’s early in the morning, and I’m sitting at the table
Masih pagi buta, dan aku duduk di meja

Drinking shots of ancient whiskey, ‘cause I don’t feel all that stable
Menenggak wiski tua, karena aku merasa tidak stabil sama sekali

Verse 2
We’re in a fucking nightmare. There’s a hundred thousand victims
Kita berada dalam mimpi buruk sialan. Ada ratusan ribu korban

If we can’t protect them safely, then they die from their complexion
Jika kita tak bisa melindungi mereka dengan aman, maka mereka mati karena warna kulit mereka

Chorus
What can you say, where can we play with our guns today?
Apa yang bisa kau katakan, di mana kita bisa bermain dengan senjata kita hari ini?

Shoot up the streets, going to die tonight
Menembaki jalanan, akan mati malam ini

How do we stay in the hell we made? Get down and pray
Bagaimana kita bisa bertahan di neraka yang kita buat sendiri? Berlutut dan berdoalah

Verse 3
Violence in the city, and it feels like a coffin
Kekerasan di kota, dan rasanya seperti di dalam peti mati

Things seem normal when we’re talking, but we’re racing to the bottom
Segalanya tampak normal saat kita bicara, tapi kita sedang berlomba menuju kehancuran

Final Chorus Loops
Oh-oh, I think I’ll get high like the DEA (Repeated)
Kurasa aku akan mabuk (tinggi) seperti DEA (Badan Narkotika)

Oh-oh-oh, Woo!
(Penutupan penuh dengan energi punk yang mentah)

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Verse]:
EGAC

[Chorus]:
E G
Oh-oh first though, start up the show
A C
Get up and aim, cause we’re ready to go
E G
What can you say, where can we play
A C
With our guns today

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Ancient whiskey” Mewakili upaya pelarian diri dari realitas yang kacau melalui cara-cara lama/tradisional karena ketidakstabilan mental.
“Die from their complexion” Kritik eksplisit terhadap rasisme sistemik dan ketidakadilan sosial, di mana identitas fisik menjadi hukuman mati.
“Where can we play” Sarkasme yang membandingkan penggunaan senjata dengan permainan anak-anak, menyoroti betapa trivialnya nilai nyawa di mata sebagian kelompok.
“High like the DEA” Ironi tingkat tinggi. Menyentil kemunafikan otoritas atau sistem yang seharusnya memerangi masalah namun terkadang justru menjadi bagian dari “mabuk” kekuasaan tersebut.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Eksperimen Suara 60-an & 70-an

Tom DeLonge menjelaskan bahwa “No More Guns” terinspirasi dari energi mentah band-band seperti The Stooges dan The Ramones. Tom ingin lagu ini terdengar seperti kekacauan yang menyenangkan secara sonik, namun mematikan secara lirik. Penggunaan tempo yang sangat cepat dirancang untuk memberikan sensasi fisik dari kepanikan yang ada dalam lirik “racing to the bottom”.

Komentar Sosial Terhadap Amerika

Sebagai analis, saya mencatat bahwa lagu ini adalah salah satu pernyataan politik paling berani dari Angels & Airwaves. Tom menyoroti paradoks Amerika di mana kebebasan sering kali disalahartikan sebagai hak untuk membahayakan orang lain. Lirik “violence in the city” merujuk pada berita penembakan massal yang menjadi rutinitas menyedihkan dalam media modern.

Produksi Teknikal

Ilan Rubin memainkan drum dengan pola yang sangat agresif di lagu ini, memberikan dorongan yang konstan tanpa jeda. Tom DeLonge sengaja merekam vokalnya dengan sedikit distorsi untuk memberikan kesan “urgensi” dan “frustrasi”, seolah-olah ia sedang berteriak melalui radio panggil di tengah kerusuhan kota.

Kontras “Ceria vs Gelap”

Lagu ini menggunakan teknik “marching-beat” yang biasanya diasosiasikan dengan lagu semangat, namun digabungkan dengan lirik tentang kematian (“going to die tonight”). Kontras ini bertujuan untuk menunjukkan betapa abnormalnya situasi dunia saat ini yang sudah dianggap “biasa” (normal) oleh masyarakat umum.