Lirik dan makna lagu Behold A Pale Horse Angels & Airwaves

Makna Visi apokaliptik yang megah tentang akhir zaman di Lagu “Behold A Pale Horse” – Lirik & Terjemahan

BEHOLD A PALE HORSE

Dari Album “LOVE: PART TWO” (2011)

Sebuah visi apokaliptik yang megah tentang akhir zaman, di mana kehancuran global digambarkan sebagai sebuah transisi spiritual yang tak terelakkan dan membingungkan.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
And when the time is right, it’s gonna change the world
Dan saat waktunya tepat, itu akan mengubah dunia

And with the darkened sky, there is nothing fertile
Dan dengan langit yang menggelap, tak ada lagi yang subur

And there is no more love, or fucking gates of pearl
Dan tak ada lagi cinta, atau gerbang mutiara (surga) itu

Verse 2
I see the seven stars, I see the seven stands
Aku melihat tujuh bintang, aku melihat tujuh kaki dian

I hear the deathly voice, I count the sins we have
Aku mendengar suara kematian, aku menghitung dosa-dosa kita

I am the living one, I am the first and last
Aku adalah sang hidup, aku adalah yang pertama dan yang terakhir

Chorus Loop 1
The crowds, the noise, the change of the guard
Kerumunan, kebisingan, pergantian penjaga

It’s such a strange celebration
Ini adalah perayaan yang sangat aneh

Kids, they laugh as fire it eats up the world
Anak-anak, mereka tertawa saat api melahap dunia

All our eyes are burned by heaven and Earth. It’s such a strange celebration
Seluruh mata kita terbakar oleh langit dan bumi. Ini adalah perayaan yang sangat aneh

Verse 3
And they know who we are, the seven angels sing
Dan mereka tahu siapa kita, ketujuh malaikat bernyanyi

And several billion die with the Earth shaking
Dan beberapa miliar orang mati seiring bumi berguncang

Yeah they know who we are, and they will set us free
Ya mereka tahu siapa kita, dan mereka akan membebaskan kita

Final Chorus Loops
The crowds, the noise, the change of the guard… (Repeated 3x)
(Bagian paduan suara ini diulang tiga kali lagi dengan intensitas yang meningkat tajam)

Kids, they laugh, this fire it eats up the world
It’s such a strange celebration
All our eyes are burned by heaven and Earth
It’s such a strange celebration

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
EmGDA

[Chorus]:
Em C
The crowds, the noise
G D
The change of the guard
Em C
It’s such a strange celebration

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Pale Horse” Merujuk pada penunggang kuda keempat dalam Kitab Wahyu, yang melambangkan Maut (Death). Ini menunjukkan akhir dari segala bentuk fisik di dunia.
“Strange celebration” Paradoks emosional. Tom DeLonge menggambarkan kiamat bukan sebagai tragedi yang menyedihkan, melainkan sebagai transendensi yang membebaskan jiwa.
“Seven stars / Seven stands” Referensi langsung ke Wahyu 1:20, di mana tujuh bintang melambangkan malaikat-malaikat jemaat dan tujuh kaki dian melambangkan ketujuh jemaat.
“No more love… gates of pearl” Menyiratkan bahwa cinta manusiawi yang dangkal dan struktur agama formal (gerbang mutiara) akan digantikan oleh realitas spiritual yang lebih mentah dan nyata.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Referensi Sastra & Konspirasi

Judul lagu ini mengambil referensi dari buku non-fiksi kontroversial karya Milton William Cooper, Behold a Pale Horse (1991), yang banyak membahas teori konspirasi dan tatanan dunia baru. Tom DeLonge memadukan elemen kecurigaan terhadap otoritas global dengan visi spiritualitas yang ia temukan selama pembuatan proyek LOVE.

Koneksi Eskatologi

Lirik lagu ini merupakan interpretasi modern dari peristiwa Apokalips. Penggunaan kalimat “I am the first and last” (Wahyu 22:13) memberikan dimensi keilahian pada narator lagu, seolah-olah penonton sedang menyaksikan akhir dunia dari perspektif kosmik yang tidak terikat waktu linear.

Produksi Audio Stadium-Rock

Secara teknis, lagu ini menonjol karena penggunaan reverb yang sangat luas. Tom DeLonge ingin suara drumnya terdengar seperti “dentuman di akhir dunia”. Bagian repetisi chorus di akhir lagu dirancang untuk menciptakan efek hipnosis, di mana pendengar dibawa masuk ke dalam “kebisingan” (the noise) hingga lagu tersebut tiba-tiba berhenti, melambangkan keheningan mutlak setelah kiamat.

Visi Perayaan Transendental

Tom sering menyatakan dalam wawancara bahwa kematian adalah transisi. Penggambaran anak-anak yang tertawa saat dunia terbakar adalah caranya menyampaikan bahwa ketakutan kita terhadap akhir zaman mungkin salah; mungkin itu adalah peristiwa paling indah yang pernah dialami manusia, sebuah “perayaan” bagi jiwa yang akhirnya terbebas dari penjara tubuh fisik.