Lirik dan makna lagu Chasing Shadows Angels & Airwaves

Makna Narasi gotik modern tentang obsesi di Lagu “Chasing Shadows” – Lirik & Terjemahan

CHASING SHADOWS

Trek Utama dari EP “CHASING SHADOWS” (2016)

Sebuah narasi gotik modern tentang obsesi, pengorbanan diri, dan hilangnya identitas di bawah bayang-bayang sosok yang memikat namun berbahaya.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
Eighteen and a wicker basket. Red cape and an open casket
Delapan belas tahun dan sebuah keranjang anyaman. Jubah merah dan peti mati terbuka

Tied up to a broken lever. If I move, it hurts forever
Terikat pada tuas yang rusak. Jika aku bergerak, itu menyakitkan selamanya

Verse 2
Wolf in a winter playground. White snow to let the red out
Serigala di taman bermain musim dingin. Salju putih untuk membiarkan warna merah (darah) keluar

I hear that alarms are better than a warning, like a feather
Aku mendengar bahwa alarm lebih baik daripada sebuah peringatan, yang seperti sehelai bulu

Chorus
So here I am, I’m falling to my knees
Maka di sinilah aku, aku jatuh berlutut

I’m digging at the shadows of a ghost when you come around
Aku menggali bayang-bayang hantu saat kau datang menghampiri

I’m waiting for the tease. I’m sleeping in the gallows that I chose
Aku menunggu godaan itu. Aku tidur di tiang gantungan yang kupilih sendiri

Verse 3
Your move ‘cause I am tethered. Like a slave, I don’t know better
Sekarang giliranmu karena aku tertambat. Seperti budak, aku tak tahu apa-apa lagi

I can’t bare to remember who I was before the day I met her
Aku tak sanggup mengingat siapa aku sebelum hari aku bertemu dengannya

Final Chorus Loops

(Chorus diulang sepenuhnya sebanyak 3 kali sebagai penutup emosional)

So here I am… (Repeated 3x)
I’m sleeping in the gallows that I chose…

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
C#mAEB

[Chorus]:
A E
So here I am
B C#m
I’m falling to my knees
A E
I’m digging at the shadows of a ghost
B
When you come around

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Red cape / Wicker basket” Referensi pada Gadis Bertudung Merah (Little Red Riding Hood). Simbol kenaifan yang berjalan masuk ke dalam bahaya (mulut serigala).
“Gallows that I chose” Tiang gantungan pilihan sendiri. Menunjukkan kesadaran narator bahwa hubungan ini akan membunuhnya secara perlahan, namun ia memilih untuk tetap tinggal.
“Shadows of a ghost” Mengejar sesuatu yang tidak nyata atau seseorang yang tidak benar-benar hadir secara emosional. Ketidakhadiran yang menghantui.
“Red out / White snow” Kontras visual antara kemurnian (salju) dan kekerasan atau gairah yang merusak (darah). Keindahan yang dicemari oleh rasa sakit.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Evolusi Gaya Penulisan Noir

Chasing Shadows menandai kematangan Tom DeLonge dalam menggabungkan elemen horor gotik dengan rock alternatif. Lagu ini melepaskan optimisme “Love” yang biasa dan menggantinya dengan realitas yang lebih dingin. Sebagai analis, saya mencatat bahwa penggunaan instrumen synthesizer yang terdengar “berpasir” (gritty) dirancang untuk memberikan sensasi fisik dari lingkungan urban yang korup dan gelap.

Produksi Independen Total

Lagu ini diproduksi sepenuhnya oleh Tom DeLonge dan Ilan Rubin di studio Neverpants milik Tom. Keterlibatan Ilan Rubin membawa struktur lagu yang lebih progresif; Anda dapat mendengar bagaimana layering bass di bagian verse memberikan fondasi yang sangat berat sebelum meledak di chorus yang melodius, menciptakan kontras antara “ketakutan” dan “euforia”.

Koneksi dengan Novel Chasing Shadows

Lagu ini merupakan pendamping untuk novel fiksi ilmiah konspirasi Chasing Shadows: Sekret Machines. Meskipun novelnya berfokus pada teknologi UFO, lagu ini mengeksplorasi sisi manusianya: obsesi terhadap rahasia dan bagaimana seseorang bisa kehilangan identitas masa lalunya (severed) saat ia sudah terlalu dalam terlibat dalam sesuatu yang lebih besar dari dirinya.

Vokal Latar dan Atmosfer

Teknik vokal Tom di lagu ini menggunakan reverb yang lebih terkontrol dibandingkan era “Space Rock” sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang lebih intim namun tetap luas, seolah-olah narator sedang berbicara dalam sebuah gedung kosong atau gang gelap di tengah malam.