Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah narasi kuat tentang siklus trauma masa kecil, pembalasan dendam batin, dan pencarian ketenangan (euforia) di tengah perang emosional yang destruktif.
(Chorus diulang sebanyak 3 kali secara utuh untuk mempertegas pesan keadilan bagi korban)
Lagu ini menonjolkan riff gitar yang kotor dan distorsi bass yang tebal, mengingatkan pada gaya hard rock tahun 90-an yang dipadukan dengan synthesizer modern.
[Intro/Verse]:
Bm – G – D – A
[Chorus]:
G D
It’s hard to live if you’re hurting
A Bm
It’s hard to live when you’ve always been let down
G D
So let the wolves come
A Bm
And rip that bad man down
| Simbol / Frasa | Penjelasan Analitis |
|---|---|
| “Atom bomb at five” | Metafora untuk kejadian traumatis besar (seperti pelecehan atau kekerasan) yang terjadi di usia dini, yang efek radiasinya menghancurkan masa depan korban. |
| “Let the wolves come” | Seruan untuk keadilan yang agresif. Serigala melambangkan insting perlindungan atau pembalasan dendam yang alami dan tak terhentikan terhadap pelaku kejahatan (bad man). |
| “Paul Revere” | Referensi sejarah Amerika. Paul Revere dikenal karena memperingatkan pasukan penjajah datang. Di sini, narator bertindak sebagai penjaga yang waspada terhadap ancaman luar. |
| “Euphoria” | Kontras yang ironis. Rasa senang yang luar biasa (euforia) di sini dicapai melalui pelepasan trauma atau kemenangan atas musuh yang telah lama menindas. |
Banyak penggemar dan kritikus mencatat bahwa “Euphoria” adalah lagu Angels & Airwaves yang paling mendekati energi proyek sampingan Tom DeLonge terdahulu, Box Car Racer. Penggunaan progresi akor yang lebih gelap dan struktur lagu yang agresif menunjukkan pergeseran dari optimisme “Space Rock” era Love menuju realisme yang lebih kasar di era Lifeforms.
Tom DeLonge menjelaskan dalam wawancara bahwa lagu ini didedikasikan untuk siapa pun yang pernah tumbuh besar dalam lingkungan yang menindas. Lirik “She never ran ‘cause she never really knew how” menggambarkan kondisi psikologis learned helplessness (ketidakberdayaan yang dipelajari) yang dialami anak-anak yang menjadi korban kekerasan.
Secara teknis, “Euphoria” menonjol karena sinkronisasi antara bassline synthesizer yang tajam dengan drum akustik Ilan Rubin yang presisi. Salah satu elemen unik adalah penggunaan “evil laugh” dan suara atmosfer di latar belakang yang memberikan nuansa sinematik noir, memperkuat narasi tentang mimpi buruk yang akhirnya dihadapi dan dihancurkan.
Video musik lagu ini menampilkan elemen konspirasi dan pengejaran, selaras dengan minat Tom DeLonge pada fenomena anomali. Namun, inti emosionalnya tetap pada pembebasan batin. Penggunaan kata “Euphoria” sebagai judul menunjukkan bahwa ada kebahagiaan yang sangat mendalam ketika seseorang akhirnya berani melawan “iblis” dari masa lalunya.