Lirik dan makna lagu Heaven Angels & Airwaves

Makna Konklusi spiritual yang megah di Lagu “Heaven” – Lirik & Terjemahan

HEAVEN

Penutup Album “I-EMPIRE” (2007)

Sebuah konklusi spiritual yang megah, mendefinisikan “Surga” bukan sebagai tempat setelah mati, melainkan kondisi pikiran saat kita menemukan cinta dan harapan di dunia ini.




Lirik & Terjemahan

The Echoes (Intro Samples)
“Everyone, everyone will listen…”
“Setiap orang, setiap orang akan mendengarkan…” (Ref. Valkyrie Missile)

“Here we go, life’s waiting to begin.”
“Inilah kita, kehidupan sedang menunggu untuk dimulai.” (Ref. The Adventure)

“–word that you say. Then say it, I will listen.”
“–kata yang kau ucapkan. Maka katakanlah, aku akan mendengarkan.” (Ref. Start The Machine)

Verse 1
I will run the streets and hostile lands. I will touch the rain with all I have
Aku akan menyusuri jalanan dan tanah yang kejam. Aku akan menyentuh hujan dengan semua yang kumiliki

I will breathe the air, to scream it loud. My feet will never touch the ground
Aku akan menghirup udara, untuk meneriakkannya dengan lantang. Kakiku takkan pernah menyentuh tanah

Because the days they feel, like ancient clocks
Karena hari-hari terasa seperti jam kuno

Like when kids grow up, and learn to walk
Seperti saat anak-anak tumbuh besar, dan belajar berjalan

Because your life is full of pure desire. A place so gloriously wired
Karena hidupmu penuh dengan gairah murni. Sebuah tempat yang terhubung dengan sangat mulia

Chorus
With lights and sounds. Oh God, this is such a mess
Dengan cahaya dan suara. Oh Tuhan, ini benar-benar kacau

And it’s like our world, but we’re the last ones left
Dan ini seperti dunia kita, tapi kita adalah yang terakhir tersisa

And the hair, it stands on the back of our necks
Dan bulu kuduk berdiri di tengkuk kita (merinding)

And I swear, it shows. Heaven must be just like this
Dan aku bersumpah, itu terlihat. Surga pasti seperti ini

Verse 2
Do you see the hills beneath the clouds? And the stars as trails, to lead you out?
Apakah kau melihat perbukitan di bawah awan? Dan bintang-bintang sebagai jejak, untuk menuntunmu keluar?

Can you sense the pain, that’s everywhere? And if you try, you’ll never care
Bisakah kau merasakan rasa sakit yang ada di mana-mana? Dan jika kau mencoba, kau takkan pernah peduli

And the love you had when you were young. Is right outside for all to come
Dan cinta yang kau miliki saat kau muda. Ada tepat di luar sana untuk didatangi semua orang

The Cycle
If you see a light break through the clouds. And fire up like distant towers
Jika kau melihat cahaya menembus awan. Dan menyala seperti menara di kejauhan

Where the world will begin, exactly how it ends
Di mana dunia akan dimulai, tepat seperti saat ia berakhir

When you call for help when you are lost. Forever more, at whatever cost
Saat kau memanggil bantuan ketika kau tersesat. Selamanya, dengan biaya apa pun

Outro Hook
Please stay, don’t go. I got you now, are you curious?
Tolong tetaplah di sini, jangan pergi. Aku memilikimu sekarang, apakah kau penasaran?

(Repetisi ini membangun tensi emosional yang meluap-luap)
Here I am
Inilah aku

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
DGBmA

[Chorus]:
D A
With lights and sounds
Bm G
Oh God, this is such a mess
D A
And I swear, it shows
Bm G
Heaven must be just like this

[Bridge]:
GABmA

Analisis Makna

Frasa / Simbol Penjelasan Analitis
“Ancient clocks” Simbolisme waktu yang terasa melambat saat kita menyadari nilai kehidupan. Pengingat bahwa setiap detik adalah bagian dari sejarah pribadi kita.
“Gloriously wired” Menggambarkan kompleksitas otak manusia atau koneksi antar manusia yang rumit namun indah, seperti sirkuit yang penuh energi.
“Begin exactly how it ends” Filosofi tentang siklus kehidupan. Akhir dari sebuah perjalanan (atau album) adalah awal dari pemahaman baru yang lebih tinggi.
“Heaven must be just like this” Pernyataan utama Tom DeLonge bahwa kebahagiaan tertinggi (Surga) dapat ditemukan di Bumi melalui cinta, seni, dan koneksi antar manusia.

Fakta di Balik Lagu

Intertekstual Musik
Penggunaan sampel lirik dari album sebelumnya menjadikan lagu ini sebagai penutup “Era Pertama” Angels & Airwaves yang sangat solid.

Visi Sinematik
Lagu ini dirancang untuk terdengar seperti bagian akhir dari sebuah film fiksi ilmiah yang penuh kemenangan dan harapan.

Dinamika Emosional
Tom DeLonge menulis lagu ini untuk memberikan perasaan merinding (*goosebumps*) kepada pendengarnya, menyelaraskan lirik “hair stands on the back of our necks”.