Lirik dan makna lagu Home Angels & Airwaves

Makna Melankolis tentang mencari kedamaian batin di tengah dunia di Lagu “Home” – Lirik & Terjemahan

HOME

Dari EP “STOMPING THE PHANTOM PEDAL” (2012/2014)

Sebuah refleksi melankolis tentang mencari kedamaian batin di tengah dunia yang “mematikan”, di mana imajinasi dan memori menjadi satu-satunya tempat untuk pulang.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
There’s a wind that contains the night. A fellow shadow wanders free
Ada angin yang merengkuh malam. Sosok bayangan berkelana bebas

And runs across the sandy floor with crooked jags and even seams
Dan berlari melintasi lantai berpasir dengan gerigi bengkok dan jahitan rata

A drought is kicked out of the clouds. By frozen rings and dirty streams
Kekeringan diusir dari awan. Oleh cincin beku dan aliran sungai yang kotor

Chorus
I’m home, I’m home, I’m home, I’m home
Aku pulang… (Menemukan tempat perlindungan batin)

Verse 2
The neighbors drink and toast the pain. To fill up holes they may have made
Para tetangga minum dan bersulang untuk rasa sakit. Untuk mengisi lubang yang mungkin mereka buat

The world is a deadly place. That swallows us with crass and ease
Dunia adalah tempat yang mematikan. Yang menelan kita dengan kekasaran dan kemudahan

The only thing left from your name is a tragic love of poetry
Satu-satunya yang tersisa dari namamu adalah cinta tragis pada puisi

Final Mantra
Someday you’ll come back, you’ll come back, you’ll come wake us
Suatu hari kau akan kembali, kau akan kembali, kau akan membangunkan kami

(Baris di atas diulang sebanyak 4 kali dengan vokal yang semakin megah dan luas)

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
BmGDA

[Chorus]:
G D
I’m home
Bm A
I’m home

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Fellow shadow” Mewakili sisi gelap atau alter ego yang bebas berkeliaran dalam mimpi, terlepas dari kungkungan realitas fisik yang keras.
“World is a deadly place” Pandangan sinis terhadap masyarakat modern yang seringkali menelan idealisme dan kelembutan jiwa dengan kekasaran (crass).
“Home” (Pulang) Bukan merujuk pada rumah fisik, melainkan kembali ke kejernihan pikiran atau memori tentang seseorang yang dicintai.
“Tragic love of poetry” Menunjukkan bahwa keindahan (puisi) seringkali lahir dari penderitaan atau tragedi, dan itulah warisan terakhir yang abadi dari seseorang.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Era Eksperimental 2012

Lagu ini awalnya dirilis dalam EP Stomping the Phantom Pedal, sebuah proyek eksperimental yang menunjukkan transisi Tom DeLonge menuju suara yang lebih “kotor” dan “noir”. Berbeda dengan kemegahan antariksa era LOVE, “Home” memiliki tekstur audio yang terasa lebih membumi, berpasir, dan gelap, yang kemudian menjadi fondasi bagi album The Dream Walker.

Pengaruh Sinematik Noir

Tom DeLonge ingin lagu ini terdengar seperti latar musik film noir klasik. Penggunaan piano yang menggema dengan sedikit distorsi dirancang untuk menciptakan suasana kota yang sepi di tengah malam. Lirik tentang tetangga yang bersulang untuk rasa sakit memberikan gambaran sosiologis tentang keputusasaan masyarakat yang mencoba mengisi “lubang” di hati mereka dengan pelarian.

Filosofi Kebangkitan (Wake Us)

Lirik penutup “Someday you’ll come back… you’ll come wake us” adalah tema sentral dalam mitologi Poet Anderson. Ini merujuk pada harapan akan adanya entitas atau memori yang mampu membangunkan manusia dari “tidur” spiritual mereka. Tom percaya bahwa banyak orang menjalani hidup seperti zombie, dan hanya cinta atau seni yang bisa membangunkan mereka kembali.

Dinamika Produksi

Meskipun liriknya terdengar sangat pribadi, aransemen lagu ini sangat luas. Angels & Airwaves menggunakan layering vokal latar yang sangat banyak di bagian akhir untuk menciptakan efek paduan suara yang tidak terlihat, memberikan kesan bahwa seruan untuk “pulang” adalah kerinduan kolektif seluruh umat manusia.