Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah undangan untuk meninggalkan realitas yang menjemukan dan melangkah ke dalam kegelapan yang menjanjikan pembebasan dari kelumpuhan mental.
(Chorus diulang sebanyak 4 kali dengan intensitas synthesizer yang semakin meluas)
Lagu ini didominasi oleh aransemen synth-pop yang atmosferik dengan ketukan drum yang steady khas era Ilan Rubin.
[Intro/Verse]:
Am – G – F – G
[Chorus]:
C F
Breathe it in
Am G
Just follow me right to the end
C F
When the sky grows
Am G
You are the first to fall in
| Simbol / Frasa | Penjelasan Analitis |
|---|---|
| “Sterile eyes” | Mewakili pandangan yang klinis, dingin, dan tanpa emosi terhadap kehidupan yang rusak. Mata yang tidak lagi merasakan keajaiban karena terlalu fokus pada “retakan” (kerusakan). |
| “Paralyzed” | Kondisi ketidakberdayaan emosional atau sleep paralysis dalam konteks Poet Anderson, di mana karakter merasa terjebak antara dunia nyata dan mimpi. |
| “End of a rope” | Simbol bantuan atau penyelamatan. Memberikan ujung tali berarti memberikan harapan kepada seseorang yang sedang tenggelam dalam kegelapan untuk ditarik keluar. |
| “The Unknown” | Luar angkasa atau kedalaman pikiran bawah sadar. Bagi AVA, ketidaktahuan bukan hal yang menakutkan, melainkan kanvas kosong untuk petualangan baru. |
Into The Night adalah bagian dari EP …Of Nightmares yang secara spesifik mengeksplorasi sisi gelap dari semesta Poet Anderson. Berbeda dengan album The Dream Walker yang lebih agresif, lagu-lagu di EP ini dirancang untuk terdengar lebih menghantui (haunting) dan elektronik, mencerminkan ketakutan dan keindahan dari mimpi buruk (nightmares).
Dalam lagu ini, Ilan Rubin bereksperimen dengan tekstur synthesizer yang “dingin” untuk mencerminkan lirik tentang “sterile eyes” dan “shitty wasted day”. Struktur lagunya dibuat repetitif di bagian akhir (chorus loops) untuk mensimulasikan perasaan transendensi—seolah pendengar benar-benar ditarik masuk “ke dalam malam” yang tak berujung.
Bagi Tom DeLonge, kematian malam (saat fajar tiba) seringkali merupakan momen yang menakutkan karena manusia harus kembali ke realitas yang menjemukan. Lagu ini membalikkan logika tersebut: justru saat malam berakhir, sang narator akan membawa pasangannya ke “tempat tak dikenal” yang lebih permanen daripada sekadar mimpi sesaat.
Vokal Tom di lagu ini menggunakan layering yang lebih halus, menciptakan efek gema yang memberikan dimensi “luas”. Hal ini bertujuan agar lagu terasa seperti sebuah bisikan penuntun (guide) di tengah kegelapan, selaras dengan tema “penerangan di tengah kegelapan” yang selalu menjadi inti dari diskografi Angels & Airwaves.