Lirik dan makna lagu One Last Thing Angels & Airwaves

Makna Kritik sosial tentang kelelahan hidup di dunia modern di Lagu “One Last Thing” – Lirik & Terjemahan

ONE LAST THING

Dari Album “LOVE: PART TWO” (2011)

Sebuah kritik sosial tentang kelelahan hidup di dunia modern yang penuh kekerasan dan materi, serta penemuan satu hal terakhir yang layak diyakini: harapan.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
Chalked up in a city street. Broke glass in bloody scene
Garis kapur di jalanan kota. Pecahan kaca di pemandangan berdarah

Young guns that are half my age. Baghdad up to Monterrey
Pemuda bersenjata yang usianya separuh dariku. Dari Baghdad hingga Monterrey

Hate war and diamond rings. Nightmares of silly things
Kebencian pada perang dan cincin berlian. Mimpi buruk tentang hal-hal konyol

How does anybody sleep at night? Out of mind but not out of sight
Bagaimana orang bisa tidur di malam hari? Jauh dari pikiran tapi tidak dari pandangan

Chorus
But I found, one last thing to believe in
Tapi aku menemukan, satu hal terakhir untuk diyakini

But I found, one last thing to believe in
Tapi aku menemukan, satu hal terakhir untuk diyakini

Verse 2
Close calls and we’re holding on. Police lines and fire alarms
Bahaya yang nyaris terjadi dan kita bertahan. Garis polisi dan alarm kebakaran

I kind of rest but it starts to hurt. Living here is a lot of work
Aku mencoba istirahat tapi itu mulai menyakitkan. Hidup di sini membutuhkan banyak tenaga

Narrative Bridge
Why do we struggle to breathe the more righteous breath
Mengapa kita berjuang keras untuk menghirup napas yang lebih benar

A feeling of heartfelt purpose, and a sense of hope
Sebuah perasaan akan tujuan yang tulus, dan sebuah rasa harapan

(For something bigger than ourselves)
(Demi sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri)

Final Outro
But I found, one last thing to believe in… (Repeated 4x)
(Repetisi penuh sebagai penegasan atas penemuan makna hidup)

To believe in
Untuk diyakini

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Verse]:
CGAmF

[Chorus]:
Am F
But I found
C G
One last thing to believe in

[Bridge]:
FGAmEm

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Baghdad to Monterrey” Menghubungkan konflik Timur Tengah dengan kekerasan kartel di Meksiko. Tom ingin menunjukkan bahwa penderitaan manusia bersifat global dan lintas batas.
“Hate war and diamond rings” Kontras antara tragedi kemanusiaan (perang) dengan obsesi materialisme (berlian). Kritik terhadap bagaimana kita sering berpaling dari masalah nyata demi kemewahan.
“Living here is a lot of work” Ungkapan kelelahan mental (burnout) hidup di masyarakat modern yang sangat kompetitif dan penuh dengan informasi negatif.
“Something bigger than ourselves” Tema sentral Angels & Airwaves; bahwa kebahagiaan sejati ditemukan saat kita berkontribusi pada kemanusiaan atau tujuan spiritual yang lebih luas.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Kritik Terhadap Kondisi Sosial Amerika

Lagu ini ditulis Tom DeLonge sebagai refleksi pribadinya terhadap apa yang ia sebut sebagai “kebisingan Amerika”. Lirik tentang garis polisi, seluler, dan majalah menggambarkan distorsi realitas di mana kekerasan menjadi berita rutin di samping iklan gaya hidup mewah. “One Last Thing” adalah upaya Tom untuk mematikan semua kebisingan tersebut dan mencari apa yang benar-benar esensial bagi jiwa manusia.

Eksperimen Narasi Spoken-Word

Penggunaan monolog naratif di tengah lagu (Bridge) adalah teknik yang sering digunakan Tom di era *Love* untuk memberikan kejelasan pesan filosofisnya. Suara yang terdengar tenang di tengah musik yang membangun intensitas bertujuan untuk menciptakan momen “pencerahan” bagi pendengar, seolah-olah narator sedang membisikkan rahasia kehidupan langsung ke telinga Anda.

Koneksi dengan Film LOVE

Dalam konteks film multimedia *LOVE*, lagu ini menggambarkan transisi karakter astronot dari rasa frustrasi total menuju penerimaan spiritual. Visual “Dead birds in a parking stall” adalah simbol kehancuran alam di bumi yang dilihat astronot dari kejauhan, memicu pertanyaan tentang mengapa manusia terus berjuang dalam “siklus yang merusak” daripada memilih jalan yang lebih bijak (righteous breath).

Produksi Audio & Dinamika

Secara teknis, lagu ini menonjol karena penggunaan kompresi drum yang sangat “punchy” namun diimbangi dengan reverb piano yang lebar. Tom DeLonge ingin menciptakan kontras antara “kekerasan dunia” (suara drum yang keras) dan “ketenangan harapan” (suara piano dan vokal yang melayang). Ini adalah salah satu lagu AVA yang menunjukkan kematangan Tom dalam mengatur dinamika emosional pendengar.