Lirik dan makna lagu The Disease Angels & Airwaves

Makna Perjalanan spiritual tentang pemulihan jiwa di Lagu “The Disease” – Lirik & Terjemahan

THE DISEASE

Dari Album “THE DREAM WALKER” (2014)

Sebuah perjalanan spiritual tentang pemulihan jiwa, di mana menghadapi kegelapan batin adalah satu-satunya jalan menuju kebangkitan yang baru.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
Take a little look at yourself. Watch a soul leave the cemetery
Lihatlah dirimu sebentar. Perhatikan jiwa yang meninggalkan pemakaman

Find a little fight in those eyes. And awaken to light across the sky
Temukan sedikit semangat juang di mata itu. Dan terbangunlah menuju cahaya di ufuk langit

Dream a little harder this time. I’ll await you to make the journey
Bermimpilah sedikit lebih keras kali ini. Aku akan menunggumu menempuh perjalanan ini

Chorus
And I await you again. I can feel your touch
Dan aku menunggumu lagi. Aku bisa merasakan sentuhanmu

I call your name to the wind. And into the nightfall, my love
Kupanggil namamu pada angin. Dan ke dalam senja, cintaku

I keep your heart next to mine. And when the nights get rough
Kujaga hatimu di sebelah hatiku. Dan saat malam terasa berat

I reach for you deep inside. I reach for you there, my love
Aku menggapaimu jauh di dalam. Aku menggapaimu di sana, cintaku

Verse 2
Carry up the worst of yourself. To a maze so in-ordinary
Bawalah bagian terburuk dari dirimu. Ke dalam labirin yang sangat tidak biasa

Get a little taste of it all. And awaken so new, your friends, a child
Rasakan sedikit segalanya. Dan terbangunlah dengan begitu baru, teman-temanmu, seorang anak

Final Outro
And I await you again… (Full Chorus Repeated)
(Bagian chorus diulang sepenuhnya untuk menekankan komitmen abadi)

I reach for you there, my love
Aku menggapaimu di sana, cintaku

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
GCEmD

[Chorus]:
C G
And I await you again
D Em
I can feel your touch
C G
I call your name to the wind
D
And into the nightfall, my love

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“The Disease” (Penyakit) Bukan penyakit fisik, melainkan trauma, depresi, atau memori buruk yang membebani jiwa. “Menghadapi” penyakit ini adalah cara untuk sembuh.
“Soul leave the cemetery” Metafora kebangkitan emosional. Seseorang yang merasa “mati” di dalam mulai hidup kembali dan meninggalkan masa lalu yang kelam.
“Maze so in-ordinary” Merujuk pada labirin pikiran atau dunia mimpi (The Lucid) dalam narasi The Dream Walker, tempat di mana logika tidak berlaku namun kebenaran ditemukan.
“Reach for you deep inside” Menunjukkan bahwa koneksi dengan orang yang dicintai (atau diri sendiri yang murni) ada di dalam batin, bukan sekadar fisik.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Hubungan dengan “Tunnels”

Dalam urutan album, “The Disease” sering dianggap sebagai pendamping tema dari lagu “Tunnels”. Jika “Tunnels” membahas tentang kematian fisik dan cahaya, “The Disease” lebih fokus pada kematian emosional dan bagaimana memori tentang orang yang dicintai tetap hidup di dalam “malam” kehidupan kita. Tom DeLonge menyatakan bahwa lagu ini adalah tentang proses penyembuhan batin yang panjang.

Evolusi Aransemen Piano

Lagu ini merupakan salah satu lagu AVA yang sangat didominasi oleh piano. Tom DeLonge dan Ilan Rubin ingin menciptakan lagu yang terasa sangat intim di bagian awal namun meluas (expansive) di bagian chorus. Penggunaan suara piano yang agak “dingin” dirancang untuk mensimulasikan suasana subuh atau malam hari yang disebutkan dalam lirik.

Dunia Poet Anderson

Lirik “awaken to light across the sky” merujuk pada momen saat karakter Poet Anderson menyadari kekuatannya sebagai “Dream Walker”. Di dunia mimpi yang noir dan berbahaya, “penyakit” adalah manifestasi dari ketakutan. Dengan menghadapi ketakutan tersebut, sang pemimpi bisa berubah dari “korban” menjadi “pahlawan” atau “anak yang baru lahir” (awaken so new).

Filosofi “End and Ride”

Lirik “It’s as much of the end, as is the ride” merangkum filosofi album ini: bahwa tujuan akhir tidak lebih penting daripada proses perjalanannya. Tom ingin pendengar menyadari bahwa bahkan dalam fase “akhir” (perpisahan atau kegagalan), ada keindahan dalam pengalaman yang telah dilalui.