Lirik dan makna lagu Tunnels Angels & Airwaves

Makna Eksplorasi spiritual tentang kefanaan di Lagu “Tunnels” – Lirik & Terjemahan

TUNNELS

Dari Album “THE DREAM WALKER” (2014)

Sebuah eksplorasi spiritual tentang kefanaan, penyesalan, dan perjalanan jiwa menuju cahaya setelah kematian, dibalut dalam melodi yang megah namun menghantui.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
I am still, without devotion. ‘Cause we’re all asleep at the wheel
Aku masih diam, tanpa pengabdian. Karena kita semua tertidur di balik kemudi

Asleep and so surrounded by what we feel. A bad dream
Tertidur dan begitu dikelilingi oleh apa yang kita rasakan. Sebuah mimpi buruk

On a rope and pulled through an ocean. With my heart, I’m lost out at sea
Di atas tali dan ditarik melintasi samudra. Dengan hatiku, aku tersesat di laut lepas

Chorus
I’m Johnny-come-lately, but I will not give up
Aku adalah pendatang baru yang terlambat, tapi aku takkan menyerah
And the words did escape me, but I’m full of dumb luck
Dan kata-kata itu meloloskan diri dariku, tapi aku penuh keberuntungan konyol
And the world is an oyster with a poisonous shell
Dan dunia ini adalah sebuah tiram dengan cangkang yang beracun

Verse 2
I am not (dream a bit) without emotion. I have ran from the pain of my will
Aku bukannya (bermimpilah sedikit) tanpa emosi. Aku telah lari dari rasa sakit kehendakku

I’d thank God, but then what is he for? ‘Cause I left a few hard calls at his front door
Aku ingin berterima kasih pada Tuhan, tapi lalu untuk apa Dia? Karena aku meninggalkan beberapa panggilan sulit di depan pintu-Nya

The Transition (Mantra)
Don’t you go, come a little bit closer now if you like
Jangan pergi, mendekatlah sedikit sekarang jika kau mau

When you die, wake your soul to a little light fire now if you like
Saat kau mati, bangunkan jiwamu menuju api cahaya kecil jika kau mau

When you die, you are mine
Saat kau mati, kau adalah milikku

(Bagian ini diulang sepenuhnya sebanyak 2 kali untuk menciptakan efek meditasi spiritual)

Struktur & Chord

Tuning: Standard (E A D G B e)

[Intro/Verse]:
BmGDA

[Chorus]:
G D
I’m Johnny-come-lately
Bm A
But I will not give up
G D
And the words did escape me
Bm A
But I’m full of dumb luck

[Outro]:
DABmG

Analisis Makna

Simbol / Frasa Penjelasan Analitis
“Asleep at the wheel” Kritik terhadap ketidaksadaran manusia. Kita menjalani hidup secara otomatis tanpa menyadari tujuan spiritual yang lebih besar hingga tragedi melanda.
“Johnny-come-lately” Representasi diri Tom yang merasa baru memahami arti hidup dan hubungan (terutama dengan ayahnya) saat semuanya sudah di ambang akhir.
“Oyster with a poisonous shell” Dunia yang indah (tiram/mutiara) namun memiliki bahaya dan kepahitan yang bisa menghancurkan jika kita tidak hati-hati dalam menjalaninya.
“Wake your soul to a little light” Keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian. Kematian bukanlah akhir, melainkan saat di mana jiwa benar-benar “terbangun” menuju cahaya.

Fakta Mendalam di Balik Lagu

Duka atas Kepergian Sang Ayah

Lagu “Tunnels” ditulis oleh Tom DeLonge tak lama setelah ayahnya meninggal dunia akibat kanker. Tom menceritakan bahwa lagu ini terinspirasi dari sebuah pengalaman spiritual yang ia alami saat ayahnya dalam kondisi kritis; ia merasa bisa merasakan “energi” ayahnya yang sedang berpindah dimensi. Lirik lagu ini mencerminkan pergulatan iman Tom antara keraguan terhadap Tuhan dan keyakinan akan keabadian jiwa.

Evolusi Gaya Penulisan

Berbeda dengan era LOVE yang lebih abstrak, “Tunnels” menunjukkan gaya penulisan yang lebih personal dan naratif. Tom menggunakan metafora yang lebih tajam seperti “poisonous shell” untuk menggambarkan kekecewaannya. Penggunaan vokal latar “(dream a bit)” adalah ciri khas era The Dream Walker yang menghubungkan lirik lagu dengan narasi karakter Poet Anderson dalam mimpinya.

Peran Drum Ilan Rubin

Ketukan drum di lagu ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam diskografi AVA. Ilan Rubin merancang pola drum yang memberikan perasaan “mendesak” namun terkendali, menyerupai langkah kaki seseorang yang sedang berlari melalui terowongan gelap menuju cahaya. Dinamika instrumen di bagian akhir lagu sengaja dibuat meluas untuk mensimulasikan perasaan transendensi spiritual.

Pesan Universal “You Are Mine”

Kalimat penutup “When you die, you are mine” bukan berarti kepemilikan yang egois, melainkan sebuah pernyataan tentang reunifikasi emosional. Tom ingin menyampaikan bahwa cinta melampaui kematian; orang yang kita cintai akan kembali “menjadi milik kita” dalam bentuk energi atau jiwa di alam yang berbeda. Ini adalah bentuk penutup (closure) yang Tom ciptakan untuk dirinya sendiri atas kehilangan ayahnya.