Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Di era digital yang serba cepat, viralitas bisa datang dari mana saja—termasuk dari desa.
Tapi bukan sekadar desa biasa, melainkan desa yang penuh kreativitas absurd, ide nyeleneh, dan semangat wirausaha lokal yang bikin geleng-geleng kepala.
Artikel ini mengupas fenomena bisnis ndeso viral, yang kadang bikin bingung, kadang bikin ngakak, tapi ujung-ujungnya… cuan juga.
Di sebuah desa di Jawa Tengah, ada warung kopi yang unik: tempatnya bukan di warung biasa, tapi di atas mobil odong-odong. Pengunjung duduk sambil goyang karena musik dangdut yang diputar keras, lengkap dengan lampu kelap-kelip dan speaker aktif.
Awalnya cuma buat hiburan anak-anak, tapi karena vibes-nya absurd dan seru, mahasiswa dari kota sebelah mulai nongkrong di sana. Sekarang, si pemilik warung bahkan bikin paket “Ngopi Goyang” dan bisa disewa buat acara komunitas.
Di Purwokerto, ada gerai minuman yang menjual “Es Teh Patah Hati”, “Es Teh Mantan Nikah”, dan “Es Teh Ngelindur”. Nama-nama absurd ini bikin penasaran, dan ternyata rasanya juga nggak main-main—ada campuran rempah lokal, daun pandan, dan gula aren.
Strategi branding absurd ini bikin gerai viral di TikTok dan Instagram. Sekarang mereka punya cabang di tiga kota dan mulai jualan online.
Awalnya cuma warung ayam kampung biasa di Jogja, tapi karena konsepnya “makan di kandang” dengan suasana pedesaan, tempat ini jadi viral. Pengunjung makan di saung, lesehan, dan bisa lihat ayam hidup di sekitar.
Menu andalannya: Ingkung Ayam Bakar Oseng Sereh dan Garang Asem Bambu. Teknik masaknya slow cook 4–6 jam, bikin ayam super lembut dan bumbunya meresap.
Di Ciangsana, Bogor, ada restoran bernama Tanabambu yang berdiri di atas lahan 4.000 meter persegi. Joglo-joglo tua didatangkan langsung dari Sragen, dan suasananya bikin nostalgia kampung halaman.
Menunya prasmanan dengan 50–60 lauk, dari semur jengkol, belut penyet, sampai ikan asin kapas balado. Tempat ini viral karena suasananya yang “mistis tapi adem”, cocok buat healing sambil makan.
Di Jl. Dr. Soeharso No. 88, Purwokerto, ada warung Tengkleng Ndeso yang viral karena menyajikan tengkleng kambing pedas manis, tongseng sapi, dan sop daging dengan harga mulai Rp10 ribuan.
Suasananya sederhana, tapi ramai terus karena rasanya nendang dan harganya bersahabat. Bahkan nasi pecel di sini jadi favorit anak muda yang lagi cari makan enak tapi tetap “ndeso vibes”.
Keyword relevan: tengkleng viral, kuliner murah Purwokerto, makanan khas ndeso
Fenomena branding absurd bukan cuma terjadi di desa. Brand besar seperti KFC pernah bikin nail polish rasa ayam goreng, dan Liquid Death bikin makeup corpse paint bareng e.l.f Cosmetics4.
Kenapa bisa sukses? Karena absurd itu:
Seblak awalnya cuma camilan rakyat di Bandung, dijual di pinggir jalan. Tapi karena inovasi topping dan strategi media sosial, seblak sekarang jadi kuliner nasional bahkan ekspor ke luar negeri.
Brand seperti “Seblak Ratu” dan “Seblak Baper” sukses karena:
Dari semua kisah di atas, ada benang merah yang bisa jadi inspirasi buat kreator dan UMKM: