Lirik & Terjemahan
Intensitas Emosional
Lagu ini ditulis oleh Mark Hoppus dan menyampaikan tingkat keintiman dan keputusasaan yang jarang terlihat dalam musik Blink-182 sebelumnya. Siklus lirik mencerminkan pola hubungan yang beracun namun adiktif.
Verse 1 – Kesadaran Akan Kematian Hubungan
Paradoks: Narator mengakui hubungan sedang sekarat (“we’re dying”), namun tetap memohon untuk kembali bersama.
I’ve been here before a few times
Aku pernah berada di sini beberapa kali
And I’m quite aware we’re dying
Dan aku cukup sadar kita sedang sekarat
And your hands, they shake with goodbyes
Dan tanganmu, mereka gemetar dengan perpisahan
And I’ll take you back if you’d have me
Dan aku akan menerimamu kembali jika kau mau menerimaku
Pre-Chorus
So here I am, I’m trying
Jadi inilah aku, aku berusaha
So here I am, are you ready?
Jadi inilah aku, apakah kau siap?
Chorus – Permohonan Fisik & Emosional
Come on, let me hold you, touch you, feel you, always
Ayolah, biarkan aku memelukmu, menyentuhmu, merasakanmu, selalu
Kiss you, taste you all night, always
Menciummu, merasakanmu sepanjang malam, selalu
Verse 2 – Kelelahan & Permohonan
And I’ll miss your laugh, your smile
Dan aku akan merindukan tawamu, senyummu
I’ll admit I’m wrong if you tell me
Aku akan mengaku salah jika kau katakan padaku
I’m so sick of fights, I hate them
Aku sangat muak dengan pertengkaran, aku membencinya
Let’s start this again, for real
Mari kita mulai ini lagi, sungguhan
Pre-Chorus (Extended)
So here I am, I’m trying
Jadi inilah aku, aku berusaha
So here I am, are you ready?
Jadi inilah aku, apakah kau siap?
So here I am, I’m trying
Jadi inilah aku, aku berusaha
So here I am, are you ready?
Jadi inilah aku, apakah kau siap?
Chorus (Double Reprise)
Come on, let me hold you, touch you, feel you, always
Ayolah, biarkan aku memelukmu, menyentuhmu, merasakanmu, selalu
Kiss you, taste you all night, always
Menciummu, merasakanmu sepanjang malam, selalu
Come on, let me hold you, touch you, feel you, always
Ayolah, biarkan aku memelukmu, menyentuhmu, merasakanmu, selalu
Kiss you, taste you all night, always
Menciummu, merasakanmu sepanjang malam, selalu
Outro – Siklus Tak Berujung
I’ve been here before a few times
Aku pernah berada di sini beberapa kali
And I’m quite aware we’re dying
Dan aku cukup sadar kita sedang sekarat
“I’ve been here before a few times” – Siklus Tak Berujung dalam Hubungan yang Beracun
Struktur & Chord
Produksi Cinematic
“Always” menampilkan produksi yang lebih besar dan lebih atmosferik daripada kebanyakan lagu Blink-182, dengan pengaruh synth-rock dan elemen post-hardcore.
STRUKTUR: Intro – Verse 1 – Pre-Chorus – Chorus – Verse 2 – Pre-Chorus (Extended) – Chorus (Double) – Outro
Tuning: Standard (E A D G B e)
Intro & Verse (Atmosferik, synth-driven):
F#m A
I’ve been here before a few times
E B
And I’m quite aware we’re dying
Pre-Chorus (Tegangan meningkat):
C#m E
So here I am, I’m trying
B F#m
So here I am, are you ready?
Chorus (Ledakan energi):
A E B F#m
Come on, let me hold you, touch you, feel you, always
Evolusi Sound: Lagu ini adalah contoh sempurna dari eksperimen Blink-182 di album self-titled mereka—meninggalkan formula pop-punk untuk eksplorasi yang lebih gelap, lebih emosional, dan lebih kompleks secara musik.
Pola Drum Kompleks
- Intro dengan hi-hat dan snare roll yang atmosferik
- Versi dengan beat punk-rock klasik namun lebih terkontrol
- Chorus dengan drum yang lebih agresif dan aksen cymbal
- Bridge dengan fill drum yang kompleks menunjukkan pengaruh Travis Barker
Analisis Makna
Siklus Hubungan yang Tidak Sehat
Lagu ini mengeksplorasi dinamika hubungan co-dependent di mana pasangan terjebak dalam siklus pertengkaran, perpisahan, rekonsiliasi berapi-api, dan kemudian mengulanginya lagi.
“Always” adalah studi tentang kecanduan emosional—ketika hasrat fisik dan ketakutan akan kehilangan mengalahkan kesadaran bahwa hubungan tersebut merusak.
| Tema Psikologis |
Bukti dari Lirik |
Analisis |
| Kecanduan Hubungan |
“I’ve been here before a few times” |
Pengakuan bahwa ini adalah pola yang berulang, namun ketidakmampuan untuk keluar darinya. |
| Rekonsiliasi Berapi-api |
“Come on, let me hold you, touch you, feel you” |
Menggunakan keintiman fisik sebagai perekat untuk menutupi masalah emosional yang mendasar. |
| Keletihan Konflik |
“I’m so sick of fights, I hate them” |
Pengakuan jujur tentang dampak negatif, namun diikuti dengan permohonan untuk “mulai lagi” daripada benar-benar mengakhiri. |
| Permohonan tanpa Syarat |
“I’ll admit I’m wrong if you tell me” |
Kesediaan untuk mengakui kesalahan tanpa syarat, menunjukkan dinamika kekuasaan yang tidak seimbang. |
“Always” sebagai Ironi dan Harapan
Kata “Always” diulang secara obsesif dalam lagu ini, berfungsi dalam dua cara yang bertentangan:
- Sebagai Janji Romantis: “Aku akan selalu mencintaimu” – ungkapan komitmen abadi.
- Sebagai Pengakuan Trauma: “Kita akan selalu kembali ke sini” – pengakuan bahwa siklus ini permanen.
- Sebagai Permohonan: “Biarkan aku selalu menyentuhmu” – keinginan untuk keintiman yang tak terputus sebagai obat untuk rasa sakit.
Intensitas Seksual sebagai Pelarian: Bahasa fisik yang sangat sensual dalam chorus (“touch you, feel you, taste you”) menunjukkan upaya untuk menggunakan keintiman seksual sebagai cara untuk memperbaiki atau melupakan keretakan emosional—taktik yang umum dalam hubungan yang tidak sehat.
Outro yang kembali ke baris pembuka “I’ve been here before” menciptakan lingkaran yang disengaja, menyampaikan bahwa meskipun lagu berakhir, siklus hubungan ini tidak akan berakhir.
Konteks & Analisis
Album “Blink-182” (Self-Titled, 2003)
“Always” adalah lagu penutup dari apa yang banyak dianggap sebagai album paling ambisius dan matang Blink-182, menandai puncak eksperimen artistik mereka sebelum hiatus 2005.
Album
Blink-182 (Self-Titled)
Tahun Rilis
2003 (November)
Penulis Lagu
Mark Hoppus, Tom DeLonge, Travis Barker
Single
Single ke-5 dari album
Video Musik & Estetika
- Konsep: Video musik bergaya film bisu hitam-putih, menampilkan band sebagai pemberontak dalam masyarakat dystopian.
- Sutradara: Joseph Kahn, yang juga menyutradarai video untuk “The Rock Show” dan “First Date”.
- Simbolisme: Gambar-gambar seperti mesin tik yang terbakar dan orang banyak yang seragam mencerminkan tema pemberontakan dan keinginan untuk melawan norma.
- Kontras: Estetika video yang dingin dan terkontrol bertentangan dengan lirik yang panas dan penuh gairah.
Posisi dalam Evolusi Artistik Blink-182
“Always” mewakili beberapa perkembangan kunci:
- Kematangan Lirik: Fokus pada dinamika hubungan dewasa yang kompleks, bukan hanya kegagalan kencan remaja.
- Ekspansi Musikal: Penggunaan synth, aransemen yang lebih atmosferik, dan struktur lagu yang tidak linear.
- Intensitas Vokal: Penampilan vokal Mark Hoppus yang paling emosional dan rentan hingga saat itu.
- Transisi: Lagu ini menjadi jembatan antara pop-punk Blink-182 dan proyek yang lebih eksperimental seperti Box Car Racer dan +44.
“Always” berdiri sebagai salah satu momen paling intens dan tidak terduga dalam katalog Blink-182—sebuah lagu yang membakar dengan keinginan dan keputusasaan yang dewasa, membuktikan bahwa band yang terkenal karena lelucon kotor dan hook yang catchy juga mampu membuat musik yang dalam dan menghantui.