Lirik & Terjemahan
Catatan tentang Lirik
Lagu ini mengandung bahasa yang lebih kasar. Kata “retarded” dianggap ofensif saat ini, tetapi mencerminkan bahasa yang umum dalam subkultur punk tahun 90-an.
Peringatan: Lirik asli mengandung bahasa yang mungkin ofensif.
Verse 1
Who makes up all the rules about those girls I want?
Siapa yang membuat semua aturan tentang gadis-gadis yang kuinginkan?
Who tells them all to laugh?
Siapa yang menyuruh mereka semua untuk tertawa?
Who tells them all to talk about me?
Siapa yang menyuruh mereka semua untuk membicarakanku?
And I’m not sure what my purpose is for being here
Dan aku tidak yakin apa tujuanku berada di sini
Why do they, why do they
Mengapa mereka, mengapa mereka
Always kick me in the groin when I come near
Selalu menendang selangkanganku ketika aku mendekat
And I’m not complaining it just hurts after a bit
Dan aku tidak mengeluh, hanya saja sakit setelah beberapa saat
Verse 2
I don’t know what I’m feeling
Aku tidak tahu apa yang kurasakan
I’m just so sick of seeing
Aku hanya sangat muak melihat
All those dumb, lame, and retarded broads
Semua wanita bodoh, menyebalkan, dan tolol itu
Who often just sit kick back
Yang sering hanya duduk bersantai
As I am not so relaxed
Sedangkan aku tidak begitu santai
I often wonder why they act so odd
Aku sering bertanya-tanya mengapa mereka bertingkah begitu aneh
Chorus
Because no worse a time
Karena tidak ada waktu yang lebih buruk
When it’s just your time to
Ketika saatnya hanya untukmu
Think you should make your move
Berpikir kamu harus melakukan langkahmu
It doesn’t work as you’re just a jerk with no excuse
Itu tidak berhasil karena kamu hanya seorang brengsek tanpa alasan
Verse 3
What about that situation
Bagaimana dengan situasi itu
All night procrastination
Penundaan sepanjang malam
Takes you to the point when you lead her to her door
Membawamu ke titik ketika kamu mengantarnya ke pintunya
There’s nothing left there to say
Tidak ada lagi yang bisa dikatakan
I guess you best be on your way
Kurasa sebaiknya kamu melanjutkan perjalananmu
But before you go you got to do that chore
Tapi sebelum pergi kamu harus melakukan tugas itu
Chorus (Reprise)
Because no worse a time
Karena tidak ada waktu yang lebih buruk
When it’s just your time to
Ketika saatnya hanya untukmu
Think you should make your move
Berpikir kamu harus melakukan langkahmu
It doesn’t work as you’re just a jerk with no excuse
Itu tidak berhasil karena kamu hanya seorang brengsek tanpa alasan
Bridge & Outro
Please won’t you buy in
Tolong, maukah kamu percaya
I’m always trying
Aku selalu berusaha
I keep on trying
Aku terus berusaha
There’s only so much pride that I can lose
Hanya ada begitu banyak harga diri yang bisa kulepaskan
I hope that when you see me
Kuharap ketika kamu melihatku
You see right through me
Kamu bisa melihat langsung melalui diriku
Come on now, honestly
Ayolah sekarang, jujur saja
I’m so sick of ending up without a clue
Aku sangat muak selalu berakhir tanpa petunjuk
“I’m so sick of ending up without a clue” – Kecemasan Romantis Remaja
Kecanggungan Maksimal
100%
Struktur & Chord
Karakteristik Musik
“Does My Breath Smell” merepresentasikan sound awal Blink-182 yang masih mentah dari album “Cheshire Cat”.
STRUKTUR: Intro – Verse 1 – Verse 2 – Chorus – Verse 3 – Chorus – Bridge – Outro
Intro:
Em G D C (2x)
Verse 1:
Em G
Who makes up all the rules about those girls I want?
Chorus:
G D
Because no worse a time
Bridge/Outro:
C G
Please won’t you buy in
Evolusi Gaya: Vokal Tom DeLonge di lagu ini lebih mentah dibandingkan album-album berikutnya.
Teknik Vokal
- Vokal lebih “jejak” dan kurang terpolish
- Nada vokal terdengah-dengah dan frustasi
- Harmoni vokal yang minimal
Analisis Makna
Kecemasan Sosial dan Maskulinitas Rapuh
Lagu ini mengeksplorasi tema kecemasan sosial, rasa tidak aman, dan kegagalan romantis dari perspektif remaja laki-laki.
Lagu “Does My Breath Smell” adalah eksplorasi brutal tentang kecemasan sosial dan kegagalan dalam pergaulan romantis remaja.
| Tema Psikologis |
Bukti dari Lirik |
Analisis |
| Paranoia Sosial |
“Who tells them all to talk about me?” |
Perasaan menjadi pusat perhatian negatif. |
| Krisis Eksistensial |
“I’m not sure what my purpose is for being here” |
Pertanyaan tentang makna dan tujuan. |
| Rasa Sakit Emosional |
“Always kick me in the groin when I come near” |
Metafora untuk rasa sakit penolakan. |
| Harga Diri Terkikis |
“There’s only so much pride that I can lose” |
Pengakuan bahwa penolakan mengikis harga diri. |
Analisis Judul
“Does My Breath Smell” adalah metafora untuk:
- Paranoia tentang hal kecil yang diperbesar
- Ketidakmampuan menilai diri sendiri
- Ketakutan akan penolakan karena hal sepele
- Metafora untuk semua rasa tidak aman
Konteks Bahasa: Penggunaan kata “retarded” mencerminkan bahasa subkultur punk 90-an, tetapi dianggap ofensif saat ini.
Secara keseluruhan, lagu ini adalah dokumen psikologis jujur tentang kecemasan sosial remaja.
Konteks & Analisis
Konteks Era 90-an
Lagu ini merepresentasikan subkultur punk/skate California awal 90-an dengan ekspresi mentah dan jujur.
Posisi dalam Album
Track 5 dari 23
Penulis Lagu
Tom DeLonge, Mark Hoppus
Perbandingan dengan Lagu Lain
- “Dammit” (1997): Lebih terpolish, humor gelap
- “What’s My Age Again?” (1999): Humor cerdas, dapat diterima mainstream
- “First Date” (2001): Lucu, relatable, kurang ofensif
Signifikansi
- Kejujuran emosional mentah dalam diskografi Blink-182
- Dokumen budaya subkultur punk 90-an
- Menunjukkan evolusi band dari sound mentah ke pop-punk matang
Lagu ini mengingatkan bahwa kreativitas sering lahir dari tempat yang tidak nyaman dan rentan.