Sebuah dekonstruksi lagu Natal yang ceria. Di balik melodi punk yang cepat, lagu ini menyimpan narasi tentang keretakan rumah tangga, depresi musiman, dan kejenuhan terhadap tradisi yang terasa hampa.
Aku sudah jenuh/padam seperti lampu di pohon Natal
Fake a smile but all I can see is empty boxes and trees
Memalsukan senyum tapi yang kulihat hanyalah kotak-kotak kosong dan pohon
Chorus
Sarkasme Natal: Lirik “Fo-la-la-la” yang biasanya ceria digunakan di sini sebagai kontras untuk berita perceraian.
Why can’t we get divorced for Christmas?
Mengapa kita tidak bercerai saja di hari Natal?
Depression’s such a lonely business
Depresi adalah urusan yang sangat menyepi
Refrain
Another year not in a coffin, growing up or whatever you call it
Satu tahun lagi tidak di dalam peti mati, menjadi dewasa atau apa pun sebutanmu
Sometimes you get what you got, but it’s not what you wanted at all
Terkadang kau mendapatkan apa yang kau miliki, tapi itu bukan yang kau inginkan sama sekali
“Empty Boxes” – Melambangkan kekosongan emosional di balik kemasan yang indah.
Ceria
Joy
Sinism
Blink-182
Struktur & Chord
Energi Punk Rock
Meskipun liriknya sedih, lagu ini memiliki tempo yang sangat cepat (Fast-paced), menciptakan ironi antara musik yang ‘bertenaga’ dan pesan yang ‘lelah’.
Tuning: Standard (E A D G B e)
Verse: C5G5A5F5
Chorus: F5G5E5A5
Why can’t we get divorced for Christmas?
Analisis Makna
Metafora
Penjelasan Edukatif
Burned out like lights
Kelelahan mental (burnout) yang disamakan dengan lampu Natal yang mati, merusak estetika perayaan secara keseluruhan.
Another year not in a coffin
Pandangan nihilistik tentang penuaan; bertahan hidup hanya dianggap sebagai “tidak mati”, bukan sebagai pencapaian positif.
Lonely Business
Menggambarkan isolasi yang dirasakan penderita depresi, bahkan saat dikelilingi keluarga atau keramaian liburan.
Konteks & Analisis
Rilis
Desember 2019
Personel
Mark, Matt, Travis
Paradoks
Lagu Liburan yang Sedih
Lagu ini meneruskan tradisi Blink-182 dalam membuat lagu Natal yang tidak konvensional (seperti “I Won’t Be Home For Christmas”), namun dengan pendekatan lirik yang lebih dewasa dan gelap di era *NINE*.