Makna dan lirik lagu On Some Emo Shit Blink182

Makna Lagu On Some Emo Shit – Blink182






On Some Emo Shit – Blink-182 | MediaMuda


On Some Emo Shit

Blink-182
Dari Album “Nine” (2019)

Eksplorasi jujur tentang heartbreak, nostalgia urban, dan penyesalan yang dibungkus dalam pengakuan self-aware tentang pengaruh emo dalam musik Blink-182 era modern.




Lirik & Terjemahan

Mark Hoppus
Verse 1, Verse 2, Bridge, Harmoni

Matt Skiba
Pre-Chorus, Chorus (bersama)

Verse 1 (Mark Hoppus – Brooklyn)
I suppose we got lost in Brooklyn
Kurasa kita tersesat di Brooklyn

There’s a poster on my wall with a picture that says you’re missing
Ada poster di dindingku dengan gambar yang mengatakan kau hilang

My friends say I should rip it apart
Teman-temanku bilang aku harus merobeknya

Thought I saw you at the bodega, thought I heard your voice at the bar
Kupikir kulihatmu di toko, kupikir kudengar suaramu di bar

Time is slipping out through my fingers
Waktu terlepas dari jariku

I’m wishing on a burned out star
Aku berharap pada bintang yang telah padam

Pre-Chorus (Matt Skiba)
Intensitas Emosional: Baris “Maybe I am better off dead” adalah pengakuan gelap yang jarang muncul dalam diskografi Blink-182 sebelumnya, menunjukkan pengaruh emo yang lebih dalam.
They say forgive and forget
Mereka bilang maafkan dan lupakan

As long as I live, I’ll let these feelings pound in my chest
Selama aku hidup, aku akan biarkan perasaan ini berdegup di dadaku

Maybe I am better off dead
Mungkin lebih baik aku mati

Chorus (Matt Skiba & Mark Hoppus)
The last time that I saw her, she was standing on the edge
Terakhir kali aku melihatnya, dia berdiri di tepian

Of a good time, been a long time, tell me how could I forget?
Dari masa-masa baik, sudah lama, katakan bagaimana aku bisa melupakan?

She had questions in her eyes, oh, I should have realized
Dia punya pertanyaan di matanya, oh, seharusnya aku sadar

That it was over, yeah, it was over
Bahwa itu sudah berakhir, ya, sudah berakhir

The last time that I saw her
Terakhir kali aku melihatnya

Referensi Lokasi NYC

Brooklyn: Tempat tersesat secara harfiah dan metaforis. Manhattan & SoHo: Tempat kenangan indah yang kini terasa pahit. Bodega: Toko kecil khas NYC – tempat keintiman sehari-hari yang sekarang menjadi pemicu kenangan menyakitkan.

Verse 2 (Mark Hoppus – Manhattan)
Thinking back to times in Manhattan and that SoHo gallery
Mengingat kembali masa-masa di Manhattan dan galeri SoHo itu

Saw the sights and your favorite paintings, you were as priceless as can be
Melihat pemandangan dan lukisan favoritmu, kau tak ternilai harganya

Now I’m looking back at the city, the one that they say never sleeps
Kini aku melihat kembali kota itu, yang katanya tak pernah tidur

How’d things get so dark and shitty? Sunrise always gives us the creeps
Bagaimana segalanya menjadi gelap dan menyebalkan? Matahari terbit selalu membuat kita merinding

Pre-Chorus 2 (Matt Skiba)
They say forgive and forget
Mereka bilang maafkan dan lupakan

As long as I live, I’ll let these feelings pound in my chest
Selama aku hidup, aku akan biarkan perasaan ini berdegup di dadaku

Maybe I am better off dead
Mungkin lebih baik aku mati

Chorus 2 (Matt Skiba & Mark Hoppus)
The last time that I saw her, she was standing on the edge
Terakhir kali aku melihatnya, dia berdiri di tepian

Of a good time, been a long time, tell me how could I forget?
Dari masa-masa baik, sudah lama, katakan bagaimana aku bisa melupakan?

She had questions in her eyes, oh, I should have realized
Dia punya pertanyaan di matanya, oh, seharusnya aku sadar

That it was over, yeah, it was over
Bahwa itu sudah berakhir, ya, sudah berakhir

The last time that I saw her
Terakhir kali aku melihatnya

Bridge (Mark Hoppus)
Now you’re just a stranger and I feel like I let you down
Kini kau hanya orang asing dan aku merasa telah mengecewakanmu

Your friends say I’m a failure and I could never prove ‘em wrong
Teman-temanmu bilang aku gagal dan aku tak bisa membuktikan mereka salah

So call me when you’re lonely and maybe we can work it out
Jadi telepon aku saat kau kesepian dan mungkin kita bisa menyelesaikannya

Fall back in our routines like nights I still dream about
Kembali ke rutinitas kita seperti malam-malam yang masih kumimpi

The last time that I saw her, the last time that I saw her
Terakhir kali aku melihatnya, terakhir kali aku melihatnya

Outro (Mark Hoppus)
The last time that I saw her, she was standing on the edge
Terakhir kali aku melihatnya, dia berdiri di tepian

But it was over, yeah, it was over
Tapi itu sudah berakhir, ya, sudah berakhir

The last time that I saw her
Terakhir kali aku melihatnya

“On Some Emo Shit” – Judul yang secara ironic mengakui konvensi genre sambil sepenuhnya menerjunkan diri ke dalamnya. Ini adalah meta-komentar tentang posisi Blink-182 dalam evolusi pop-punk/emo.

Pop-Punk Ringan
10%

Full Emo
90%

Struktur & Chord

STRUKTUR: Intro – Verse 1 – Pre-Chorus – Chorus – Verse 2 – Pre-Chorus – Chorus – Bridge – Outro

Durasi Total: ~3:47 menit
Tempo: Sedang (sekitar 128 BPM)
Tuning: Standard (E A D G B e) atau Drop D
Kunci: C# Minor / E Mayor

Intro (Gitar Atmospheric):
C#m E B A

Verse Progression (Mark Hoppus):
C#m E
I suppose we got lost in Brooklyn
B A
There’s a poster on my wall with a picture…

Pre-Chorus (Matt Skiba):
A E B
They say forgive and forget…

Chorus (Matt Skiba & Mark Hoppus):
C#m E B A
The last time that I saw her, she was standing on the edge…

Bridge (Mark Hoppus):
F#m A
Now you’re just a stranger and I feel like I let you down…

Produksi Modern: “Nine” diproduksi oleh John Feldmann dengan sentuhan produksi yang lebih modern – penggunaan synthesizer, drum programming, dan atmosfer elektronik yang memberikan nuansa “urban melancholia” yang cocok dengan tema lirik.

Dinamika Vokal & Atmosfer

  • Mark Hoppus: Vokal lebih reflektif dan bernuansa dalam verse, memberikan sense of place yang kuat untuk narasi urban
  • Matt Skiba: Vokal intens di pre-chorus dengan delivery yang lebih emosional dan sedikit terdistorsi
  • Harmoni Chorus: Duet vokal yang menunjukkan kesatuan dalam penderitaan – kedua vokalis menyampaikan penyesalan yang sama
  • Efek Atmosfer: Penggunaan reverb dan delay yang ekstensif menciptakan rasa ruang kosong dan kesendirian di kota besar

Analisis Makna

Lagu “On Some Emo Shit” adalah studi tentang penyesalan pasca-perpisahan yang menggunakan metafora urban untuk menggambarkan isolasi emosional. Judulnya secara ironic mengakui konvensi genre sambil sepenuhnya menerjunkan diri ke dalam ekspresi emosi yang jujur dan tidak tersaring.

Tema Utama Bukti dari Lirik Analisis
Urban Isolation “I suppose we got lost in Brooklyn” / “Now I’m looking back at the city” Kota besar menjadi metafora untuk kesepian di tengah keramaian. Narator tersesat secara harfiah di Brooklyn dan secara emosional dalam kenangan.
Penyesalan & Realisasi Terlambat “She had questions in her eyes, oh, I should have realized” Polanya klasik dalam hubungan yang gagal: tanda-tanda ada tetapi diabaikan, dan penyesalan datang terlambat.
Nostalgia yang Menyiksa “Thinking back to times in Manhattan and that SoHo gallery” Kenangan indah menjadi sumber penderitaan ketika diingat dalam konteks kehilangan. “Priceless” menjadi ironis karena hubungan itu telah berakhir.
Keterasingan Sosial “Your friends say I’m a failure and I could never prove ‘em wrong” Rasa malu dan keterasingan meluas ke lingkaran sosial, memperparah isolasi narator setelah putusnya hubungan.

Metafora “Edge” & “Burned Out Star”

Lagu ini menggunakan dua metafora kuat yang berulang:

  • “Standing on the edge”: Bisa berarti tepian fisik, tetapi juga keadaan emosional di ambang – baik hubungan yang hampir berakhir, maupun keadaan mental yang genting.
  • “Burned out star”: Metafora untuk harapan yang telah padam. Bintang biasanya melambangkan harapan atau panduan (“wishing on a star”), tetapi bintang yang telah padam mewakili harapan yang tak terwujud.
  • “Sunrise always gives us the creeps”: Biasanya matahari terbit melambangkan harapan baru, tetapi di sini justru menakutkan – mungkin karena cahaya mengungkap kenyataan pahit yang lebih disukai disembunyikan kegelapan.
Pengaruh Emo yang Disadari: Dengan judul “On Some Emo Shit,” Blink-182 secara sadar mengakui hutang budi mereka kepada genre emo dan post-hardcore yang mempengaruhi generasi pop-punk. Ini adalah pengakuan bahwa mereka, seperti banyak band seusianya, telah matang ke dalam territory emosional yang lebih gelap yang mungkin dianggap “cringey” di masa muda mereka.

Konteks & Analisis

Posisi dalam Album
Track 10 dari 15

Tahun Rilis
2019

Penulis Lagu
Mark Hoppus, Matt Skiba, Travis Barker

Album
Nine

Era Matt Skiba: Masa Depan yang Gelap

Dengan “Nine,” Blink-182 sepenuhnya merangkul sound yang lebih gelap dan introspektif yang dibawa Matt Skiba:

  • Warisan Alkaline Trio: Pengaruh band Skiba sangat terasa dalam lirik gelap, referensi urban, dan atmosfer melankolis. Alkaline Trio selalu berada di persimpangan pop-punk dan emo dengan lirik yang sering gelap dan eksistensial.
  • Kedewasaan yang Tak Terhindarkan: Anggota band yang kini berusia 40-an tidak bisa lagi menulis lagu tentang kegelisahan remaja dengan kredibilitas yang sama. “On Some Emo Shit” menunjukkan transisi ke tema dewasa: penyesalan eksistensial, nostalgia yang menyakitkan, dan isolasi urban.
  • Self-Awareness Artistik: Judul lagu itu sendiri adalah komentar tentang posisi band dalam lanskap musik. Mereka tahu mereka “on some emo shit” dan memilih untuk tidak hanya mengakuinya, tetapi merangkulnya sepenuhnya.
  • Penerimaan Kritis: “Nine” mendapat tinjauan beragam, dengan beberapa kritikus memuji kedewasaan barunya dan yang lain merindukan energi sembrono era klasik. Namun, lagu seperti ini menunjukkan evolusi artistik yang jujur.

Dalam Tradisi Lagu-Lagu “Kota” Blink-182

“On Some Emo Shit” masuk dalam tradisi lagu-lagu Blink-182 yang menggunakan setting perkotaan tertentu:

  • “Los Angeles” (California, 2016): Potret cinta kota asal band dengan segala kompleksitasnya.
  • “San Diego” (California, 2016): Refleksi tentang meninggalkan rumah dan konflik internal.
  • “Stockholm Syndrome” (Blink-182, 2003): Meski bukan tentang kota secara harfiah, menggunakan nama kota sebagai metafora untuk keadaan terperangkap.
  • Perbedaan: “On Some Emo Shit” lebih spesifik dalam referensi lokasi (Brooklyn, Manhattan, SoHo) dan lebih personal dalam menghubungkan tempat dengan kenangan hubungan.
“On Some Emo Shit” mewakili Blink-182 yang telah sepenuhnya matang ke dalam suara yang lebih gelap dan introspektif. Dengan judul yang secara ironic mengakui konvensi genre, lagu ini menyampaikan penyesalan urban dan isolasi dengan kejujuran mentah yang menunjukkan band yang nyaman dengan evolusi artistiknya—bahkan jika evolusi itu membawa mereka ke “some emo shit.”