Makna dan lirik lagu OTHER SIDE Blink182

Makna Lagu OTHER SIDE – Blink182

OTHER SIDE

Blink-182
Dari Album “ONE MORE TIME…” (2023)

Sebuah elegi yang mengharukan dan personal untuk Robert ‘Noise’ Ortiz, bass tech dan sahabat band, yang mengeksplorasi kesedihan, kehilangan yang tiba-tiba, dan janji untuk bertemu lagi.




Lirik & Terjemahan

Verse 1
They took you away on a Tuesday
Mereka membawamu pergi pada hari Selasa

A lightning bolt without a cloud in the sky
Seperti petir tanpa awan di langit

Metafora Kekuatan: Gambaran “petir tanpa awan” menyampaikan kejutan dan ketidakadilan dari kepergian yang tiba-tiba dan tak terduga[citation:1].
We grew up Siouxsie and the Banshees
Kita tumbuh besar dengan Siouxsie and the Banshees

10:15 on a Saturday night
Pukul 10:15 pada suatu Sabtu malam

Chorus
It’ll never be the same, stage right
Tak akan pernah sama lagi, di sisi kanan panggung

But we’ll always have that coffee life
Tapi kita akan selalu punya kehidupan kopi itu

Referensi Personal: “Stage right” merujuk pada posisi Ortiz sebagai bass tech di panggung, dan “coffee life” adalah penghormatan untuk bisnis kopi indie miliknya, Stage Right Coffee Co.[citation:4].
I’ll see you again on the other side
Aku akan menemuimu lagi di sisi lain

Verse 2
How’d you get back to the hotel?
Bagaimana kau kembali ke hotel?

Where did you end up at the end of the night?
Di mana kau berakhir di penghujung malam?

How can I go back to Holmdel?
Bagaimana aku bisa kembali ke Holmdel?

How can you leave without saying goodbye?
Bagaimana kau bisa pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal?

Bridge
Captured lights through barricades
Cahaya yang tertangkap melalui barikade

Long-lost nights and better days
Malam-malam yang telah lama hilang dan hari-hari yang lebih baik

Outro
It’ll never be the same, stage right…
Tak akan pernah sama lagi, di sisi kanan panggung…

I’ll see you again on the other side
Aku akan menemuimu lagi di sisi lain

“A lightning bolt without a cloud in the sky” – Kesedihan akan Kehilangan yang Tiba-tiba dan Tak Terduga

Penerimaan & Damai
40%

Kebingungan & Kesedihan
60%

Struktur & Chord

STRUKTUR: Intro – Verse 1 – Chorus – Verse 2 – Chorus – Bridge – Chorus – Outro

Tuning: Standard (E A D G B e)
Tempo: Sedang, Melankolis (sekitar 80-90 BPM)

Intro:
C G/B F G

Verse:
C G
They took you away on a Tuesday
F G
A lightning bolt without a cloud in the sky

Chorus:
F G C Am
It’ll never be the same stage right
F G C Am
But we’ll always have that coffee life
F G
I’ll see you again on the other side

Bridge:
C C/B
Captured lights through barricades
F G
Long lost nights and better days

Karakater Musik: Progresi chord yang sederhana (C, G, F, Am) menciptakan dasar yang stabil dan reflektif untuk vokal penuh emosi. Tidak ada solo gitar atau bagian yang rumit—fokusnya sepenuhnya pada lirik dan melodi yang menyampaikan kesedihan[citation:3].

Analisis Makna

Lagu “OTHER SIDE” adalah dokumen audio yang jujur tentang proses berduka—menggabungkan kemarahan, kebingungan, kenangan indah, dan sedikit harapan untuk reuni di akhirat.

Tema Utama Bukti dari Lirik Analisis
Kejutan dan Ketidakadilan “A lightning bolt without a cloud in the sky” Kematian yang tiba-tiba terasa seperti pelanggaran terhadap tatanan alam. Segalanya tampak normal (“tanpa awan”), lalu bencana menghantam. Ini mencerminkan pernyataan Mark di Instagram: “I just talked to you yesterday, and now you’re gone?”[citation:1]
Ikatan melalui Musik “We grew up Siouxsie and the Banshees” Referensi ke band post-punk legendaris ini bukan hanya tentang selera musik, tetapi tentang pengalaman bersama yang membentuk identitas dan persahabatan mereka[citation:1]. Musik adalah benang yang mengikat mereka.
Ritual dan Kenangan Sehari-hari “We’ll always have that coffee life” Sementara konser adalah pengalaman puncak, ikatan sejati sering terbentuk dalam momen biasa: berbagi secangkir kopi, obrolan santai. “Coffee life” mewakili persahabatan sehari-hari yang kini sangat dirindukan[citation:4].
Pertanyaan yang Tak Terjawab “How’d you get back to the hotel?” / “How can you leave without saying goodbye?” Pikiran orang yang berduka sering terjebak dalam detail-detail kecil dan pertanyaan yang tak terjawab. Ini adalah usaha otak untuk memproses yang tak terproses—mencari logika dalam kepergian yang tak masuk akal.

Lokasi sebagai Kenangan: Holmdel

“How can I go back to Holmdel?” kemungkinan merujuk pada PNC Bank Arts Center di Holmdel, New Jersey, tempat bersejarah di mana Blink-182 telah tampil berkali-kali. Pertanyaan ini menyampaikan:

  • Trauma Tempat: Bagaimana bisa mengunjungi kembali lokasi yang penuh kenangan bersama tanpa orang yang dicintai?
  • Kehilangan Kebahagiaan Masa Lalu: Tempat yang dulu menjadi sumber sukacita (konser) kini mungkin terasa menyakitkan.
  • Kelanjutan Hidup: Pertanyaan implisit tentang bagaimana melanjutkan tur dan karier musik tanpa anggota kru yang penting.
Kontras dengan Lagu Duka Lainnya: Berbeda dengan “Adam’s Song” yang membahas depresi impersonal atau “I Miss You” yang romantis, “OTHER SIDE” sangat spesifik dan personal. Ini bukan lagu tentang kematian secara umum, tapi tentang kehilangan satu orang tertentu yang namanya dan kisahnya dikenal.

Konteks & Analisis

Posisi dalam Album
Track 9 dari 17 (Standard Edition)

Tahun Rilis
20 Oktober 2023[citation:3]

Dipersembahkan Untuk
Robert ‘Noise’ Ortiz

Penulis Lagu
Mark Hoppus, Tom DeLonge, Travis Barker[citation:2]

Mengenang Robert ‘Noise’ Ortiz

Robert Ortiz bukan hanya seorang “bass tech”—dia adalah bagian dari keluarga Blink-182 selama bertahun-tahun. Setelah kematiannya pada Mei 2022, Mark Hoppus menulis di Instagram[citation:1]:

“I’m crushed. This makes no sense. We lost a dear friend and family member today. It feels like a nightmare none of us can wake up from. I just talked to you yesterday, and now you’re gone? It isn’t right. Or fair. I’m heartbroken and furious and confused. We all are. Rest easy, my friend. I don’t know how any of us can go on without you. Damn.”

Kata-kata ini secara langsung menggemakan emosi yang terkandung dalam lagu: kebingungan (“makes no sense”), kemarahan (“furious”), dan ketidakpercayaan (“nightmare”).

Stage Right Coffee Co.

Baris “we’ll always have that coffee life” adalah penghormatan langsung kepada Ortiz, yang mendirikan bisnis kopi indie bernama Stage Right Coffee Co.[citation:4]. Detail kecil ini mengubah lagu dari sekadar tribute umum menjadi memorial yang sangat personal—sebuah pengakuan tidak hanya pada pekerjaannya di panggung, tetapi juga pada passion dan kehidupan di luar tur.

Signifikansi dalam Diskografi Blink-182

“OTHER SIDE” menempati tempat unik dalam katalog Blink-182 karena beberapa alasan:

  • Yang Paling Personal: Sementara lagu-lagu lain membahas tema universal (patah hati, pemberontakan remaja), “OTHER SIDE” adalah tentang kehilangan seseorang yang nyata dalam kehidupan band.
  • Kedewasaan Emosional: Lagu ini menunjukkan kedewasaan artistik band—mereka tidak takut untuk terbuka sepenuhnya tentang kerentanan dan kesedihan.
  • Fungsi Katarsis: Bagi fans yang juga mengalami kehilangan, lagu ini berfungsi sebagai katarsis bersama. Ini adalah pengakuan bahwa kesedihan itu berantakan, penuh pertanyaan, dan itu tidak apa-apa.
  • Bukti Ikatan Band: Fakta bahwa ketiga anggota (Mark, Tom, Travis) bersama-sama menyanyikan tribute ini menunjukkan betapa dalamnya Ortiz menyentuh kehidupan mereka semua, bukan hanya Mark.
“OTHER SIDE” mungkin adalah lagu paling emosional yang pernah ditulis Blink-182. Ini adalah pengakuan bahwa di balik lelucon, video konyol, dan energi pop-punk yang tak terbendung, ada manusia yang mengalami rasa sakit nyata dan kehilangan yang mendalam. Lagu ini adalah bukti cinta untuk seorang sahabat, dan janji untuk bertemu lagi—entah di sisi kanan panggung, di kedai kopi, atau di “sisi lain”.