Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Lagu akhir era awal Blink-182 yang menggabungkan tema penolakan cinta, depresi, dan sarkasme dengan energi pop-punk khas mereka.
“Romeo & Rebecca” adalah lagu terakhir yang semi-serius pada album debut Blink-182, Cheshire Cat (1995)[citation:1]. Lagu ini menampilkan tema-tema khas era awal Blink-182: penolakan cinta, depresi, dan sarkasme yang disampaikan dengan energi pop-punk mentah[citation:1].
| [Verse 1] | |
| Walking through the grass | Berjalan melalui rumput |
| Another blade next to you, from the ground | Sebilah rumput lain di sebelahmu, dari tanah |
| As the wind does pass | Saat angin berhembus |
| Unnoticed as you feel the breath of my shout | Tak terasa saat kau merasakan hembusan teriakanku |
| Your words are kind | Kata-katamu baik |
| The kind that repeatedly say no | Jenis yang berulang kali mengatakan tidak |
| But that’s alright | Tapi tidak apa-apa |
| I’m older than you, so I’ve got time | Aku lebih tua darimu, jadi aku punya waktu |
| [Chorus] | |
| What have you said, reach out your hand | Apa yang kau katakan, ulurkan tanganmu |
| There’s a black shadow on my wall | Ada bayangan hitam di dindingku |
| But as I look, into my mind | Tapi saat aku melihat, ke dalam pikiranku |
| I can see that girls are a waste of time | Aku bisa melihat bahwa perempuan adalah buang-buang waktu |
| [Verse 2] | |
| We’ve all seen the bridge | Kita semua pernah melihat jembatan |
| A broken seam and a girl on one side | Jahitan yang rusak dan seorang gadis di satu sisi |
| You think words will work | Kau pikir kata-kata akan berhasil |
| They only work when you lay down and close your eyes | Mereka hanya berhasil saat kau berbaring dan menutup mata |
| I thought of all the lines | Aku memikirkan semua kalimat |
| All the right ones used at all the wrong times | Semua yang tepat digunakan di semua waktu yang salah |
| But that’s alright | Tapi tidak apa-apa |
| Depression’s just a sarcastic state of mind | Depresi hanyalah keadaan pikiran yang sarkastik |
| [Chorus – Pengulangan] | |
| What have you said, reach out your hand | Apa yang kau katakan, ulurkan tanganmu |
| There’s a black shadow on my wall | Ada bayangan hitam di dindingku |
| But as I look, into my mind | Tapi saat aku melihat, ke dalam pikiranku |
| I can see that girls are a waste of time | Aku bisa melihat bahwa perempuan adalah buang-buang waktu |
| [Outro] | |
| I don’t want to live alone | Aku tidak ingin hidup sendirian |
| I don’t want to live in | Aku tidak ingin hidup di |
| My broken dreams of you | Mimpi-mimpiku yang hancur tentangmu |
| I don’t want to live alone in | Aku tidak ingin hidup sendirian di |
| My broken dreams of you | Mimpi-mimpiku yang hancur tentangmu |
| I don’t want to live alone with | Aku tidak ingin hidup sendirian dengan |
| My broken dreams of you | Mimpi-mimpiku yang hancur tentangmu |
“Romeo & Rebecca” merepresentasikan sound mentah dan agresif dari era awal Blink-182, khas album Cheshire Cat. Musiknya menampilkan distorsi gitar yang kasar, tempo cepat, dan vokal yang lebih berteriak dibandingkan dengan album-album mereka yang lebih pop di kemudian hari.
Chord Progression Utama (dalam kunci D Mayor):
Verse: D – A – G – D
Chorus: G – D – A – G
Outro: D – A (pengulangan dengan fade-out)
Tempo: Cepat (sekitar 160-180 BPM), khas pop-punk awal 90-an
Lagu ini menampilkan karakteristik khas sound Blink-182 era Cheshire Cat:
Vokal dalam “Romeo & Rebecca” menampilkan ciri khas era awal Blink-182:
Lagu ini mengeksplorasi tema penolakan cinta, depresi, dan sarkasme sebagai mekanisme pertahanan. Judul “Romeo & Rebecca” sendiri adalah permainan kata dari “Romeo and Juliet” yang klasik, tetapi dengan twist modern dan sinis yang khas Blink-182 era awal.
Lagu “Romeo & Rebecca” adalah eksplorasi sinis tentang penolakan cinta dan depresi yang disamarkan sebagai lagu pop-punk energik. Melalui lirik-liriknya, Blink-182 menyajikan pandangan dunia yang muram tentang hubungan romantis, di mana penolakan berujung pada keputusasaan dan akhirnya pada sikap sinis terhadap cinta secara keseluruhan.
| Tema Utama | Bukti dari Lirik | Analisis & Interpretasi |
|---|---|---|
| Penolakan dan Ketidakberdayaan | “Your words are kind, the kind that repeatedly say no” | Menggambarkan pengalaman ditolak secara halus tetapi terus-menerus, menciptakan perasaan tidak berdaya dan frustrasi. |
| Sarkasme sebagai Pertahanan | “Depression’s just a sarcastic state of mind” | Menggambarkan depresi bukan sebagai kesedihan mendalam, tetapi sebagai sikap sarkastik – mekanisme pertahanan untuk mengatasi rasa sakit emosional. |
| Keputusasaan terhadap Cinta | “I can see that girls are a waste of time” | Pernyataan sinis yang tumbuh dari pengalaman penolakan berulang, menunjukkan keputusasaan terhadap prospek hubungan romantis. |
| Paradoks Kesepian | “I don’t want to live alone… in my broken dreams of you” | Mengungkap ketakutan akan kesepian, tetapi juga ketidakmampuan untuk melepaskan kenangan seseorang yang telah menyebabkan rasa sakit. |
| Ketidakcocokan Waktu | “All the right ones used at all the wrong times” | Menyoroti tema ketidakcocokan waktu dalam hubungan – mengatakan hal yang benar tetapi pada waktu yang salah. |
| Bayangan Depresi | “There’s a black shadow on my wall” | Metafora visual untuk depresi yang mengikuti dan menghantui narator, seperti bayangan yang selalu ada. |
Siklus Penolakan dan Depresi:
Lagu ini menggambarkan siklus psikologis yang umum dialami setelah penolakan berulang:
1. “Black shadow on my wall”:
Metafora ini mewakili beberapa aspek depresi:
2. “Broken dreams of you”:
Frasa ini mengungkap konflik antara keinginan untuk melupakan dan ketidakmampuan untuk melepaskan:
Evolusi Tema Romantis:
“Romeo & Rebecca” menempati posisi unik dalam evolusi tema romantis Blink-182:
Secara keseluruhan, “Romeo & Rebecca” adalah ekspresi awal dari tema-tema yang akan menjadi sentral dalam musik Blink-182: ketidakamanan romantis, depresi yang disamarkan dengan humor, dan sarkasme sebagai respons terhadap rasa sakit emosional. Lagu ini menawarkan pandangan yang tidak diromantisasi tentang penolakan cinta dan dampak psikologisnya, semuanya dibungkus dalam paket pop-punk yang energik dan mudah diakses.
“Romeo & Rebecca” adalah lagu terakhir yang “semi-serius” pada album debut Blink-182, Cheshire Cat (1995)[citation:1]. Lagu ini menandai transisi dalam album menuju tiga lagu terakhir yang lebih berorientasi pada lelucon, yang juga dicetak dengan warna berbeda pada sampul belakang album[citation:1].
| Aspek | Signifikansi “Romeo & Rebecca” | Perkembangan Selanjutnya |
|---|---|---|
| Tema Lirik | Perkenalan awal tema depresi dan sarkasme dalam hubungan | Tema ini berkembang menjadi eksplorasi yang lebih matang dalam album seperti Dude Ranch dan Blink-182 |
| Gaya Musik | Contoh sound pop-punk mentah era awal Blink-182 | Sound berkembang menjadi lebih halus dan komersial di album berikutnya |
| Struktur Lagu | Struktur sederhana: verse-chorus-verse-chorus-outro | Lagu-lagu berikutnya menampilkan struktur yang lebih kompleks dengan bridge dan bagian instrumental |
| Produksi | Produksi minimalis dan mentah khas album indie | Produksi menjadi lebih dipoles dengan album-album major label |
Pada era Cheshire Cat, formasi Blink-182 terdiri dari:
Meskipun bukan salah satu lagu paling terkenal Blink-182, “Romeo & Rebecca” memiliki signifikansi historis:
Terdapat versi demo “Romeo & Rebecca” dengan perbedaan lirik kecil: