Lirik & Terjemahan
Signifikansi Lagu
Lagu ini menandai titik balik dalam karier Blink-182, menunjukkan kedalaman emosional dan kematangan lirikal yang sebelumnya jarang terlihat dalam karya mereka.
Verse 1 – Mark Hoppus
Metafora Kuat: Gambaran “rumah berhantu” dan “kata-kata membusuk” menunjukkan lingkungan keluarga yang mati secara emosional.
[Mark Hoppus:] It’s hard to wake up
[Mark Hoppus:] Sulit untuk bangun
When the shades have been pulled shut
Ketika tirai telah ditutup rapat
This house is haunted, it’s so pathetic
Rumah ini berhantu, sangat menyedihkan
It makes no sense at all
Itu sama sekali tidak masuk akal
I’m ripe with things to say
Aku penuh dengan hal-hal yang ingin kukatakan
The words rot and fall away
Kata-kata membusuk dan menghilang
What stupid poem could fix this home?
Puisi bodoh apa yang bisa memperbaiki rumah ini?
I’d read it every day
Aku akan membacanya setiap hari
Chorus – Tom DeLonge
[Tom DeLonge:] So here’s your holiday
[Tom DeLonge:] Jadi ini liburanmu
Hope you enjoy it this time, you gave it all away
Kuharap kau menikmatinya kali ini, kau memberikan semuanya
It was mine, so when you’re dead and gone
Itu milikku, jadi ketika kau sudah mati dan pergi
Will you remember this night, twenty years now lost?
Akankah kau mengingat malam ini, dua puluh tahun sekarang hilang?
It’s not right
Ini tidak benar
Verse 2 – Mark Hoppus
Perspektif Anak: Baris “Kita rukun, mengapa mereka tidak bisa?” adalah pertanyaan klasik anak-anak dalam perceraian.
[Mark Hoppus:] Their anger hurts my ears
[Mark Hoppus:] Kemarahan mereka menyakiti telingaku
Been running strong for seven years
Telah berlangsung kuat selama tujuh tahun
Rather than fix the problems
Daripada memperbaiki masalah
They never solve them, it makes no sense at all
Mereka tidak pernah menyelesaikannya, itu sama sekali tidak masuk akal
I see them everyday
Aku melihat mereka setiap hari
We get along, so why can’t they?
Kita rukun, jadi mengapa mereka tidak bisa?
If this is what he wants
Jika ini yang dia inginkan
And it’s what she wants, then why is there so much pain?
Dan ini yang dia inginkan, lalu mengapa ada begitu banyak rasa sakit?
Chorus (Reprise) – Tom DeLonge
[Tom DeLonge:] So here’s your holiday
[Tom DeLonge:] Jadi ini liburanmu
Hope you enjoy it this time, you gave it all away
Kuharap kau menikmatinya kali ini, kau memberikan semuanya
It was mine, so when you’re dead and gone
Itu milikku, jadi ketika kau sudah mati dan pergi
Will you remember this night, twenty years now lost?
Akankah kau mengingat malam ini, dua puluh tahun sekarang hilang?
It’s not right
Ini tidak benar
Bridge & Outro
So here’s your holiday
Jadi ini liburanmu
Hope you enjoy it this time, you gave it all away
Kuharap kau menikmatinya kali ini, kau memberikan semuanya
It was mine, so when you’re dead and gone
Itu milikku, jadi ketika kau sudah mati dan pergi
Will you remember this night, twenty years now lost?
Akankah kau mengingat malam ini, dua puluh tahun sekarang hilang?
It’s not right
Ini tidak benar
It’s not right
Ini tidak benar
It’s not right
Ini tidak benar
It’s not right
Ini tidak benar
“This house is haunted, it’s so pathetic” – Trauma Lingkungan Keluarga yang Beracun
Rumah Berhantu Emosional
100%
Struktur & Chord
Aransemen Dinamis
Lagu ini menggunakan dinamika ekstrem dari bagian akustik lembut ke distorsi penuh, mencerminkan emosi yang meledak dari ketenangan pura-pura ke kemarahan yang meluap.
STRUKTUR: Intro – Verse 1 – Chorus 1 – Verse 2 – Chorus 2 – Bridge – Outro
Tuning: Standard (E A D G B e)
Intro (Akustik, lembut):
Em C G D
*Arpeggio gitar akustik*
Verse 1 (Mark – tetap akustik):
Em C
It’s hard to wake up
G D
When the shades have been pulled shut
Chorus (Tom – distorsi penuh):
C G
So here’s your holiday
D Em
Hope you enjoy it this time…
Bridge/Outro (Intensitas maksimal):
C G D Em (berulang dengan intensitas)
It’s not right (4x)
Transisi Emosional: Peralihan dari gitar akustik di verse ke distorsi penuh di chorus adalah metafora sonik untuk meledaknya emosi yang tertahan.
Dinamika Vokal
- Mark Hoppus (Verse): Vokal tenang, hampir berbisik, menyampaikan keputusasaan yang tertekan.
- Tom DeLonge (Chorus): Vokal bernada tinggi, penuh dengan rasa sakit dan tuduhan yang meledak.
- Harmoni: Di bagian outro, vokal mereka terdengar seperti tangisan kolektif.
Analisis Makna
Psikologi Anak dalam Perceraian
Lagu ini secara akurat menangkap kompleksitas emosional anak-anak yang terjebak dalam perceraian orangtua mereka, terutama fenomena “parentification” di mana anak merasa harus menjadi dewasa sebelum waktunya.
“Stay Together For The Kids” adalah kritik pedas terhadap praktik orangtua yang tetap bersama “demi anak-anak” sambil menciptakan lingkungan rumah yang beracun secara emosional.
| Tema Psikologis |
Bukti dari Lirik |
Analisis |
| Rumah sebagai Penjara |
“This house is haunted, it’s so pathetic” |
Metafora “berhantu” menunjukkan bahwa rumah fisik masih ada, tetapi kehidupan emosional di dalamnya sudah mati. |
| Ketidakberdayaan Anak |
“What stupid poem could fix this home? I’d read it every day” |
Pengakuan bahwa tidak ada solusi sederhana, namun kesediaan untuk mencoba apa pun, betapapun naifnya. |
| Kemarahan yang Tertahan |
“I’m ripe with things to say / The words rot and fall away” |
Frustrasi karena tidak bisa menyuarakan perasaan karena takut atau karena kata-kata terasa tidak berguna. |
| Pencurian Masa Kecil |
“Twenty years now lost” |
Kesadaran bahwa konflik orangtua telah merampas kenormalan masa kecil dan remaja. |
Ironi Judul: “Stay Together For The Kids”
Judul lagu ini adalah pernyataan ironis yang mengekspos kebohongan umum dalam perceraian:
- Klise yang Berbahaya: Frasa ini sering digunakan untuk membenarkan tetap dalam pernikahan yang tidak bahagia.
- Dampak Sebenarnya: Lagu menunjukkan bahwa “tetap bersama” justru lebih merusak ketika penuh dengan kemarahan dan kebencian.
- Perspektif Anak: Anak-anak lebih memilih orangtua yang berpisah secara damai daripada bersama-sama dalam konflik.
Kedewasaan Artistik: Ini adalah salah satu lagu pertama di mana Blink-182 sepenuhnya meninggalkan persona “band konyol” mereka untuk menangani tema dewasa dengan keseriusan total, menandai transisi menuju fase artistik yang lebih matang.
Bagian “It’s not right” yang diulang empat kali di outro bukan sekadar pengulangan lirik, melainkan mantra keputusasaan—pengakuan bahwa beberapa luka tidak bisa diperbaiki, beberapa ketidakadilan tidak bisa dibenarkan.
Konteks & Analisis
Album “Take Off Your Pants and Jacket” (2001)
Lagu ini menonjol dalam album yang secara keseluruhan lebih ringan dan pop-oriented, menunjukkan kemampuan Blink-182 untuk beralih antara humor dan keseriusan dengan lancar.
Album
Take Off Your Pants and Jacket
Penulis Lagu
Tom DeLonge, Mark Hoppus, Travis Barker
Single
Single ke-3 dari album
Penerimaan & Warisan
- Kesuksesan Komersial: Mencapai #6 di Billboard Modern Rock Tracks dan menjadi salah satu lagu paling abadi Blink-182.
- Video Musik: Disutradarai oleh Samuel Bayer (Nevermind – Nirvana), menggambarkan kehancuran literal sebuah rumah, mengartikan metafora lirik secara harfiah.
- Pengaruh Budaya: Menjadi lagu penghibur bagi jutaan anak dari keluarga bercerai, memberikan suara pada pengalaman mereka.
- Transisi Artistik: Membuka jalan untuk lagu-lagu serius berikutnya seperti “I Miss You” dan “Adam’s Song”.
Dibandingkan Lagu Trauma Lainnya
- “Adam’s Song” (1999): Menangani depresi dan bunuh diri, tetapi dari perspektif orang pertama. “Stay Together…” lebih tentang trauma kolektif keluarga.
- “I Miss You” (2003): Kesepian romantis vs kesepian keluarga dalam “Stay Together…”.
- “Going Away to College” (1999): Kecemasan perpisahan yang sehat vs perpisahan traumatis dalam “Stay Together…”.
- “Story of a Lonely Guy” (2001): Dari album yang sama; kesepian sosial vs isolasi keluarga.
“Stay Together For The Kids” tetap menjadi salah satu pencapaian tertinggi Blink-182—lagu yang membuktikan bahwa di balik lelucon toilet dan video musik konyol, terdapat pemahaman yang dalam tentang rasa sakit manusia dan kemampuan untuk mengubahnya menjadi seni yang menyentuh jutaan orang.