Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Blink-182 • Live Intro Khusus (1997-1998)
“This One Song” bukanlah lagu studio yang dirilis di album. Ini adalah intro vokal yang diperpanjang yang dibawakan secara eksklusif pada konser live sekitar tahun 1997-1998, biasanya sebagai pembuka untuk lagu “Dammit”. Intro ini merekam momen spesifik dalam karir Blink-182 ketika mereka mulai meraih kesuksesan arus utama.
Intro Live, Bukan Lagu Studio
Dibawakan khusus di konser, tidak pernah dirilis di album resmi
Dikembangkan secara spontan oleh band
Vokal oleh Tom DeLonge dengan gaya sarkastik khasnya
Sebagai pembuka untuk single hit “Dammit”
Ucapan terima kasih sekaligus sindiran halus
Utamanya pada tur 1997-1998
Setelah rilis “Dude Ranch” dan sebelum “Enema of the State”
| Bagian Lagu | Lirik Asli | Analisis Makna & Terjemahan |
|---|---|---|
| Intro (Tom DeLonge) |
And this one goes out to all our fans To all the punk rock kids who’ve been into our band |
Pengabdian Ganda: Langsung mengalamatkan intro ini kepada dua kelompok pendengar. Baris pertama untuk semua penggemar, baris kedua secara spesifik untuk “anak-anak punk rock” yang telah mendukung mereka sejak awal.
(Terjemahan: Dan yang ini dipersembahkan untuk semua penggemar kami / Untuk semua anak punk rock yang telah menyukai band kami) |
| Pesan Utama (Tom DeLonge) |
If you only know us from this one song Here’s news for you, we’ve been around over six years long |
Inti & Sindiran Halus: Ini adalah inti dari intro. Sebuah pernyataan sekaligus sindiran kepada pendengar kasual yang mungkin hanya mengenal Blink-182 dari satu lagu hit (“Dammit”). Mereka dengan bangga (dan sedikit sarkasme) menyatakan bahwa mereka telah ada dan berkarya jauh lebih lama—sekitar enam tahun saat itu (didirikan 1992).
(Terjemahan: Jika kamu hanya mengenal kami dari satu lagu ini / Ini kabarnya untukmu, kami sudah ada selama lebih dari enam tahun) |
Intro ini adalah contoh sempurna dari sikap “tongue-in-cheek” (sarkastik tetapi tidak sepenuhnya serius) Blink-182. Di satu sisi, ini adalah ucapan terima kasih yang tulus kepada basis penggemar setia mereka, terutama dari scene punk rock bawah tanah. Di sisi lain, ada nada defensif atau bahkan sedikit kesal yang terselubung dalam lelucon terhadap pendatang baru yang hanya tahu satu lagu. Ini adalah cara band untuk menjaga kredensial punk mereka sambil mengakui kesuksesan mainstream yang mulai datang.
“This One Song” merekam momen krusial dalam sejarah Blink-182: transisi dari band indie/punk bawah tanah menuju popularitas arus utama. Single “Dammit” dari album “Dude Ranch” (1997) adalah terobosan komersial pertama mereka yang signifikan. Intro ini, yang dibawakan tepat sebelum lagu tersebut, adalah pengakuan langsung dari panggung tentang perubahan itu. Mereka menyadari bahwa mereka sekarang menarik dua jenis audiens: penggemar lama dan pendengar radio baru.
Lebih dari sekadar kata-kata pengantar, intro ini adalah sebuah dialog langsung dengan audiens live. Ini menciptakan kedekatan dan mengingatkan semua orang tentang asal-usul band. Sebagai warisan, “This One Song” sekarang berfungsi sebagai artefak sejarah yang berharga. Ini adalah rekaman suara dari sebuah band di persimpangan jalan—masih terikat pada akar punk mereka, tetapi berdiri di ambang ketenaran global yang akan mereka capai dengan “Enema of the State” (1999). Bagi penggemar, ini adalah pengingat yang menyentuh tentang era ketika Blink-182 masih “milik” scene tertentu sebelum menjadi fenomena dunia.
Dalam diskografi Blink-182, “This One Song” memiliki status sebagai “lagu hantu” atau trek rahasia—dikenal oleh penggemar lama tetapi tidak memiliki keberadaan resmi. Status ini justru meningkatkan daya tariknya di kalangan kolektor dan penggemar setia yang menghargai sejarah lengkap band.
Pesan dalam intro ini (“kami sudah lama berkarya”) akan berubah seiring waktu. Beberapa tahun kemudian, dengan kesuksesan monster “Enema of the State”, sindiran halus semacam ini mungkin kurang relevan karena hampir semua orang tahu mereka. Ini menunjukkan bagaimana dialog band dengan penggemarnya berevolusi seiring dengan tingkat ketenaran mereka.
Sementara “This One Song” sendiri tidak digunakan lagi, semangatnya—interaksi langsung dan spontan dengan penonton—tetap menjadi inti dari pertunjukan live Blink-182. Selama puluhan tahun, Mark, Tom (dan kemudian Matt Skiba), serta Travis, selalu menyisipkan candaan, cerita, dan dialog khas di antara lagu-lagu mereka, menjadikan setiap konser sebagai pengalaman yang unik.