Lirik & Terjemahan
Intensitas Emosional
Lagu ini menangkap fase kemarahan dalam proses penyembuhan patah hati – ketika kesedihan telah berubah menjadi amarah yang meledak-ledak.
Verse 1
I’m sick of always hearing
Aku muak selalu mendengar
All those sad songs on the radio
Semua lagu sedih di radio
All day it is there to remind an over-sensitive guy
Sepanjang hari itu ada untuk mengingatkan pria yang terlalu sensitif
That he’s lost and alone, yeah
Bahwa dia tersesat dan sendirian, ya
Verse 1 (lanjutan)
Trigger Emosional: Lagu ini menggambarkan bagaimana hal-hal biasa berubah menjadi pemicu trauma.
I hate our favorite restaurant
Aku benci restoran favorit kita
Our favorite movie, our favorite show
Film favorit kita, acara favorit kita
We would stay up all through the night
Kami akan begadang semalaman
We would laugh and get high, and never answer the phone
Kami akan tertawa dan mabuk, dan tak pernah menjawab telepon
Chorus 1
I can’t forgive, can’t forget
Aku tak bisa memaafkan, tak bisa melupakan
Can’t give in, what went wrong?
Tak bisa menyerah, apa yang salah?
‘Cause you said this was right
Karena kamu bilang ini benar
You fucked up my life
Kamu mengacaukan hidupku
Verse 2
I’m sick of always hearing
Aku muak selalu mendengar
Sappy love songs on the radio
Lagu cinta sentimentil di radio
This place, it’s fucking cursed, and it’s plagued
Tempat ini, terkutuk, dan dilanda
And I can never escape when my heart, it explodes
Dan aku tak pernah bisa melarikan diri ketika hatiku meledak
Chorus 2
I can’t forgive, can’t forget
Aku tak bisa memaafkan, tak bisa melupakan
Can’t give in, what went wrong?
Tak bisa menyerah, apa yang salah?
‘Cause you said this was right
Karena kamu bilang ini benar
You fucked up my life
Kamu mengacaukan hidupku
Outro – Repetisi Terapi
Pelepasan Emosional: Pengulangan ini mewakili siklus kemarahan yang terus berputar tanpa penyelesaian.
I’m kicking out fiercely at the world around me, what went wrong
Aku menendang dengan liar pada dunia di sekitarku, apa yang salah
I’m kicking out fiercely at the world around me, what went wrong
Aku menendang dengan liar pada dunia di sekitarku, apa yang salah
I’m kicking out fiercely at the world around me, what went wrong
Aku menendang dengan liar pada dunia di sekitarku, apa yang salah
I’m kicking out fiercely at the world around me, what went wrong
Aku menendang dengan liar pada dunia di sekitarku, apa yang salah
I’m kicking…
Aku menendang…
“And I can never escape when my heart, it explodes” – Ledakan Emosional yang Tak Terkendali
Struktur & Chord
Dinamika Emosional
Lagu ini menunjukkan evolusi Blink-182 dari punk rock cepat ke aransemen yang lebih kompleks dengan dinamika yang terukur.
STRUKTUR: Intro – Verse 1 – Chorus – Verse 2 – Chorus – Outro (Extended)
Tuning: Standard (E A D G B e)
Tempo: Sedang (sekitar 130 BPM) – lebih lambat dari lagu Blink biasa
Intro (Gitar Akustik):
Arpeggio akustik dengan efek reverb
Verse 1 (Akustik + Vokal Lembut):
Am C
I’m sick of always hearing
G F
All those sad songs on the radio
Chorus (Full Band – Ledakan Emosional):
F C G
I can’t forgive, can’t forget
Am F C
Can’t give in, what went wrong?
Outro (Build-up ke Klimaks):
C G Am F (diulang dengan intensitas meningkat)
I’m kicking out fiercely…
Karakteristik Unik: Lagu ini menonjol di album TOYPAJ karena penggunaan gitar akustik yang dominan di bagian verse, yang kemudian meledak menjadi distorsi penuh di chorus – metafora musik untuk ledakan emosi.
Produksi dan Teknik
- Vokal Tom DeLonge: Delivery yang lebih terkontrol namun penuh emosi, berbeda dengan teriakannya di album sebelumnya
- Gitar Akustik: Memberikan nuansa intim sebelum ledakan chorus
- Drum Travis Barker: Pola yang lebih kompleks dengan fill yang dramatis
- Bass Mark Hoppus: Garis melodi yang menguatkan emosi lagu
- Outro yang Extended: Pengulangan yang membangun hingga klimaks yang terpotong
Analisis Makna
Fase Kemarahan dalam Patah Hati
Lagu ini mendokumentasikan transisi dari kesedihan menjadi kemarahan – fase di mana korban mulai menyalahkan dan merasa dikhianati.
“What Went Wrong” adalah studi kasus tentang bagaimana kenangan indah berubah menjadi alat penyiksaan mental pasca putus cinta.
| Tema Psikologis |
Bukti dari Lirik |
Analisis |
| Trigger Sensitivity |
“All those sad songs on the radio” |
Setelah putus cinta, stimuli biasa (lagu, tempat) menjadi pemicu trauma. Dunia terasa dipenuhi oleh pengingat yang tak terhindarkan. |
| Memory Contamination |
“I hate our favorite restaurant” |
Kenangan indah terkontaminasi oleh rasa sakit sekarang. Apa yang dulunya menyenangkan kini menjadi sumber penderitaan. |
| Betrayal Trauma |
“‘Cause you said this was right / You fucked up my life” |
Perasaan dikhianati karena diyakinkan bahwa hubungan itu benar, hanya untuk berakhir dengan kehancuran. |
| Emotional Implosion |
“when my heart, it explodes” |
Metafora untuk ledakan emosi yang tak terkendali – kemarahan yang menumpuk akhirnya meledak. |
| Cyclic Anger |
“I’m kicking out fiercely…” (pengulangan) |
Kemarahan yang berputar-putar tanpa penyelesaian, seperti treadmill emosional yang tak berujung. |
Analisis Pertanyaan “What Went Wrong?”
Pertanyaan ini muncul berulang sebagai motif sentral karena:
Pencarian Makna
Upaya memahami kegagalan untuk memberi penutupan
Penyangkalan
Ketidakmampuan menerima bahwa sesuatu yang “benar” bisa berakhir
Penugasan Kesalahan
Kebutuhan untuk menemukan “pelaku” atau penyebab kegagalan
Obsesi
Pertanyaan yang terjebak dalam loop mental tanpa jawaban
Transformasi Memori
Lagu ini menggambarkan proses bagaimana kenangan berubah:
- Restoran favorit → Tempat penyiksaan mental
- Lagu cinta → Senjata emosional
- Kenangan indah → Bukti pengkhianatan
- Cinta → Kutukan (“This place, it’s fucking cursed”)
Poin Kritis: “What Went Wrong” menunjukkan bahaya idealisasi masa lalu. Dengan mengatakan “you said this was right,” narator mengungkapkan bahwa hubungan itu mungkin tidak pernah seideal yang diingat – ada ketidakjujuran sejak awal.
Konteks & Analisis
Status Bonus Track
Sebagai bonus track di “Take Off Your Pants and Jacket” (2001), lagu ini menunjukkan sisi lebih gelap dan matang dari Blink-182 yang sedang dalam transisi menuju album self-titled 2003.
Album
Take Off Your Pants and Jacket (2001)
Status
Bonus Track / Hidden Track
Penulis Lagu
Tom DeLonge, Mark Hoppus, Travis Barker
Versi Album
Hanya tersedia di edisi tertentu
Signifikansi sebagai Bonus Track
“What Went Wrong” penting karena:
- Jembatan Artistik: Menghubungkan pop-punk TOYPAJ dengan eksperimen emosional album 2003
- Eksklusivitas: Sebagai bonus track, ia mewakili sisi yang lebih personal dan eksperimental
- Kedewasaan: Lirik yang lebih gelap dan kompleks menunjukkan perkembangan penulisan lagu
- Eksperimen Musik: Penggunaan akustik dan dinamika yang lebih bervariasi
Dalam Evolusi Blink-182
Enema of the State (1999)
“Adam’s Song” – Kesedihan, depresi
TOYPAJ (2001)
“What Went Wrong” – Kemarahan, dendam
Blink-182 (2003)
“I Miss You” – Kerinduan, melankoli kompleks
Warisan dan Pengaruh
- Pionir Emo-Punk: Membantu membuka jalan bagi band seperti My Chemical Romance dan Fall Out Boy
- Eksperimen Akustik: Mempengaruhi lagu-lagu akustik Blink selanjutnya seperti “Boxing Day” dan “Home Is Such a Lonely Place”
- Kedalaman Lirik: Menunjukkan bahwa Blink-182 bisa menangani tema dewasa tanpa kehilangan identitas
- Kult Klasik: Menjadi favorit penggemar karena kejujuran emosionalnya yang brutal
“What Went Wrong” adalah momen penting dalam diskografi Blink-182 – lagu di mana kemarahan remaja berubah menjadi kemarahan dewasa. Ini bukan lagi tentang frustrasi terhadap orang tua atau sekolah, tetapi tentang pengkhianatan intim dan kehancuran kepercayaan. Lagu ini membuktikan bahwa di balik lelucon dan video telanjang, Blink-182 memahami kompleksitas patah hati dengan mendalam.