Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Blink-182 • Demo/Sesi Dini (1994-1995)
Lagu demo/sesi rekaman dini Blink-182
Tidak pernah dirilis secara resmi dalam album studio
Ditulis oleh Mark Hoppus, Tom DeLonge, Scott Raynor
Vokal utama oleh Mark Hoppus
Musik punk mentah dengan tempo sedang
Struktur sederhana yang khas demo awal
Lagu berdurasi pendek (sekitar 2:00-2:30)
Genre: Punk Rock Mentah, Demo Era Awal
| Bagian Lagu | Lirik Asli | Terjemahan (per baris) |
|---|---|---|
| Verse 1 (Mark) | With all those words you bring Why do you say what you don’t mean? To those people who don’t care about one thing that you might need And you just don’t know Your actions always shine the most To those people who don’t care if you end up alone |
Dengan semua kata-kata yang kau bawa Mengapa kau mengatakan apa yang tak kau maksud? Pada orang-orang yang tak peduli satu pun yang mungkin kau butuhkan Dan kau tak tahu Tindakanmu selalu bersinar paling terang Pada orang-orang yang tak peduli jika kau berakhir sendirian |
| Chorus (Mark) | You need some time to sew All those bridges that you burned Because there’s nothing left to bring To someone who just won’t learn |
Kau butuh waktu untuk menjahit Semua jembatan yang kau bakar Karena tak ada lagi yang tersisa untuk dibawa Pada seseorang yang tak mau belajar |
| Verse 2 (Mark) | Have you made up your mind? How have you known what to decide To those people who just think that you are telling lies So I give up I made it clear as it can be To those people who don’t care about one thing that you might need |
Sudahkah kau buat keputusan? Bagaimana kau tahu apa yang harus diputuskan Pada orang-orang yang hanya berpikir bahwa kau berbohong Jadi aku menyerah Aku telah membuatnya sejelas mungkin Pada orang-orang yang tak peduli tentang satu hal yang mungkin kau butuhkan |
| Chorus (Mark) | You need some time to sew All those bridges that you burned Because there’s nothing left to bring To someone who just won’t learn |
Kau butuh waktu untuk menjahit Semua jembatan yang kau bakar Karena tak ada lagi yang tersisa untuk dibawa Pada seseorang yang tak mau belajar |
| Bridge (Instrumental/Vokal) | Ah-oh-aah | Ah-oh-aah |
| Chorus (Reprise) | You need some time to sew All those bridges that you burned Because there’s nothing left to bring To someone who just won’t learn |
Kau butuh waktu untuk menjahit Semua jembatan yang kau bakar Karena tak ada lagi yang tersisa untuk dibawa Pada seseorang yang tak mau belajar |
Lagu “Wrecked Him” mengeksplorasi tema komunikasi yang rusak dan frustrasi yang muncul ketika kata-kata tidak sesuai dengan tindakan. Pengulangan frasa “to those people who don’t care” menyoroti perasaan berbicara kepada audiens yang acuh tak acuh atau tidak peka. Narator mengamati seseorang yang “say what you don’t mean” dan menyadari bahwa “actions always shine the most” – sebuah pengakuan bahwa perilaku berbicara lebih keras daripada kata-kata, terutama ketika diarahkan pada orang-orang yang tidak peduli dengan kebutuhan atau perasaan orang lain.
Metafora sentral dalam lagu ini adalah “bridges that you burned” – gambaran visual yang kuat tentang hubungan yang rusak dan koneksi yang dihancurkan. Pesan “You need some time to sew” (kau butuh waktu untuk menjahit) menyarankan proses penyembuhan dan rekonsiliasi yang membutuhkan waktu dan usaha. Namun, ada nada pesimis dalam pengakuan bahwa “there’s nothing left to bring to someone who just won’t learn” – sebuah pengakuan pahit bahwa beberapa orang tidak mau atau tidak bisa berubah, tidak peduli berapa banyak usaha yang dilakukan.
Bagian kedua lagu ini menampilkan perkembangan emosional dari pengamatan ke pengunduran diri. Pertanyaan “Have you made up your mind?” menunjukkan titik keputusan, sementara “So I give up” menandai penerimaan narator bahwa beberapa situasi tidak dapat diubah. Pernyataan “I made it clear as it can be” adalah upaya terakhir untuk berkomunikasi sebelum menyerah pada hubungan atau situasi yang tidak produktif. Lagu ini menangkap dinamika yang umum dalam hubungan yang bermasalah – siklus ekspresi kebutuhan, pengamatan ketidakpedulian, dan akhirnya penerimaan bahwa beberapa orang “just won’t learn” dari kesalahan mereka.
Demo seperti “Wrecked Him” sangat dicari oleh kolektor dan penggemar setia Blink-182. Mereka sering beredar sebagai bootleg atau dibagikan di forum penggemar, menawarkan sekilas ke dalam proses kreatif awal band sebelum mereka mencapai ketenaran mainstream.
Lagu ini menampilkan vokal khas Mark Hoppus dari era awal – lebih agresif dan kurang terpolakan daripada penampilannya di album-album selanjutnya. Penyampaiannya mencerminkan pengaruh punk rock 90-an yang membentuk suara awal Blink-182.
Tema komunikasi yang rusak dan hubungan yang bermasalah yang dieksplorasi dalam “Wrecked Him” akan terus muncul dalam karya Blink-182 selanjutnya. Lagu-lagu seperti “Don’t Leave Me” dan “Stay Together for the Kids” mengeksplorasi dinamika serupa dengan tingkat kecanggihan musik dan lirik yang lebih besar.