Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah lagu tentang pelarian dari rasa sakit hati, kerinduan akan masa lalu, dan usaha untuk menyelamatkan hubungan yang telah runtuh.
(All the heartbreak, all the pain)
Forever and today
(All your words are said in vain)
Forever and today
(And I’ll never be the same)
P.S. I love you
Forever and today
(Semua patah hati, semua rasa sakit)
Selamanya dan hari ini
(Semua kata-katamu diucapkan dengan sia-sia)
Selamanya dan hari ini
(Dan aku tak akan pernah menjadi sama)
P.S. Aku mencintaimu
Selamanya dan hari ini
“Drive Away” memiliki struktur klasik pop-punk dengan chorus yang kuat dan memorable. Berikut adalah analisis struktur dan perkiraan progresi chord berdasarkan gaya khas The All-American Rejects.
Intro (Gitar akustik/petik dengan atmosfer melankolis):
G D Em C (x2)
Verse 1 (Tempo medium, vokal penuh kerinduan):
G D
She’s gone away but still they stay together
Em C
People call him crazy, crazy…
Chorus (Energi meningkat dengan drum dan distorsi gitar):
G D
I wish I could drive away to the sunset
Em C
Back to the day that we first met…
Verse 2 (Dinamika sedikit lebih intens dari Verse 1):
G D
And now she’s gone, they couldn’t stay together
Em C
The rain falls down, now he’s crying, crying…
Bridge (Bagian paling emosional, mungkin dengan piano atau strings):
Am F
All the heartbreak all the pain
C G
All your words you said in vain…
Outro (Pengulangan chorus dengan fade out atau ending kuat):
G D Em C (diulang dengan vokal harmoni dan lapisan instrumental)
| Element | Implementasi dalam “Drive Away” | Efek Emosional |
|---|---|---|
| Repetition | Pengulangan chorus 3 kali dengan sedikit variasi | Menekankan keinginan yang obsesif untuk melarikan diri |
| Imagery | “Drive away to the sunset”, “rain falls down” | Menciptakan gambaran visual yang kuat tentang pelarian dan kesedihan |
| Contrast | “Forever and today” – menggabungkan waktu yang berlawanan | Menunjukkan konflik antara idealisme (selamanya) dan realitas (hari ini) |
| Letter Metaphor | “Cross my ‘t’s and dot my ‘i’s”, “P.S. I love you” | Menggambarkan usaha terakhir yang hati-hati untuk menyelamatkan hubungan |
Lagu “Drive Away” adalah eksplorasi mendalam tentang tahap penolakan dan tawar-menawar dalam proses berduka atas berakhirnya suatu hubungan. Narator terjebak antara realitas yang pahit dan fantasi tentang kembali ke masa lalu yang lebih bahagia.
| Tema Utama | Bukti dari Lirik | Analisis Psikologis |
|---|---|---|
| Penolakan (Denial) | “She’s gone away but still they stay together” | Narator menolak kenyataan bahwa hubungan telah berakhir, masih berpura-pura bahwa mereka “tetap bersama” meskipun secara fisik terpisah. |
| Fantasizing Escape | “I wish I could drive away to the sunset / Back to the day that we first met” | Keinginan untuk melarikan diri secara fisik (“drive away”) mewakili keinginan untuk melarikan diri secara emosional dari rasa sakit dengan kembali ke masa lalu. |
| Tawar-menawar (Bargaining) | “I’ll cross my ‘t’s and dot my ‘i’s / Better say hello, don’t you dare say goodbye” | Narator mencoba “menawar” dengan melakukan segala sesuatu dengan sempurna (seperti menulis surat yang sempurna) agar hubungan dapat diselamatkan. |
| Keterikatan Emosional yang Tidak Sehat | “Their hearts are bound, now she’s lying, lying” | Meskipun mengetahui bahwa mantan pasangannya berbohong, narator masih merasa hatinya “terikat”, menunjukkan ketergantungan emosional. |
| Paralisis Temporal | “Two weeks go by, seems like it’s been forever” | Waktu terdistorsi dalam kesedihan – periode singkat terasa seperti keabadian, menunjukkan bagaimana patah hati dapat membekukan persepsi waktu. |
1. Metafora Perjalanan (Driving Away)
“Drive away” adalah metafora sentral dalam lagu ini. Mengemudi sering kali dikaitkan dengan kebebasan dan pelarian, tetapi dalam konteks ini, itu adalah pelarian ke masa lalu, bukan ke masa depan. Sunset (matahari terbenam) melambangkan akhir, tetapi narator justru ingin kembali ke awal (“day that we first met”). Ini menunjukkan disorientasi dan penolakan terhadap siklus alami hubungan yang berakhir.
2. Surat sebagai Upaya Terakhir
Bagian tentang menulis surat (“I’ll put it in a note”) dengan sangat hati-hati (“cross my ‘t’s and dot my ‘i’s”) mewakili usaha terakhir yang putus asa untuk mengomunikasikan perasaan. “P.S. I love you forever and today” khususnya menarik karena:
3. Perkembangan dari Illusi ke Realitas
Lagu ini menunjukkan perkembangan naratif yang halus:
Namun, meskipun ada perkembangan ini, chorus tetap sama sepanjang lagu, menunjukkan bahwa keinginan untuk melarikan diri ke masa lalu tetap kuat meskipun kesadaran akan realitas semakin jelas.
4. Ironi “Sincerely Yours”
“Sincerely yours” adalah penutup surat formal yang biasanya digunakan dalam konteks bisnis atau formal. Menggunakan frasa ini dalam konteks deklarasi cinta yang emosional menciptakan ketegangan antara formalitas dan emosi mentah. Ini mungkin mewakili usaha narator untuk tampil terkendali dan “sempurna” dalam upayanya yang putus asa.
Secara keseluruhan, “Drive Away” adalah potret yang menyentuh tentang bagaimana cinta yang tidak terbalas dapat menciptakan realitas alternatif di mana masa lalu lebih menarik daripada masa kini, dan pelarian terasa lebih mungkin daripada penerimaan.
“Drive Away” adalah lagu The All-American Rejects yang kemungkinan berasal dari era awal band ini (2000-an). The All-American Rejects dikenal dengan kemampuan mereka menggabungkan hook pop yang catchy dengan lirik emosional tentang hubungan yang rumit, patah hati, dan masa muda.
“Drive Away” berbagi tema dengan banyak lagu The All-American Rejects, tetapi dengan pendekatan yang unik:
| Lagu | Tema Serupa | Perbedaan Pendekatan | Tone/Energi |
|---|---|---|---|
| “Drive Away” | Patah hati, kerinduan, pelarian | Metafora perjalanan fisik untuk pelarian emosional | Melankolis, penuh kerinduan, chorus energik |
| “Move Along” | Mengatasi kesulitan, terus maju | Pendekatan lebih optimis dan motivasional | Energik, uplifting, anthemik |
| “Gives You Hell” | Hubungan berakhir, kemarahan | Ekspresi kemarahan dan pembalasan vs. kerinduan | Agresif, konfrontatif, catchy |
| “Dirty Little Secret” | Hubungan yang rumit, rahasia | Fokus pada hubungan terlarang vs. kerinduan setelah putus | Sedikit gelap, penuh rahasia, energik |
| “It Ends Tonight” | Hubungan berakhir, kesedihan | Resignasi dan penerimaan vs. penolakan | Emosional, dramatis, build-up intens |
Era Pop-Punk/Emo 2000-an: “Drive Away” cocok dengan semangat musik pop-punk/emo awal 2000-an di mana band-band seperti The All-American Rejects, Fall Out Boy, My Chemical Romance, dan Panic! at the Disco mendominasi. Musik dari era ini sering mengeksplorasi emosi intens dengan cara yang teatrikal dan jujur.
American Car Culture: Metafora “mengemudi” sangat cocok dengan konteks budaya Amerika di mana mobil melambangkan kebebasan, kemandirian, dan kemungkinan. Namun, dalam “Drive Away”, mobil menjadi alat untuk pelarian yang tidak mungkin – kembali ke masa lalu daripada menuju masa depan.
Romantisasi Masa Lalu: Lagu ini menyentuh kecenderungan universal untuk meromantisasi masa lalu, terutama dalam konteks hubungan yang berakhir. Fenomena psikologis yang dikenal sebagai “rosy retrospection” membuat kita cenderung mengingat masa lalu lebih positif daripada yang sebenarnya, yang persis seperti yang dilakukan narator dalam lagu ini.
Keabadian vs. Kesementaraan: Tension antara “forever” (selamanya) dan “today” (hari ini) dalam lagu ini mencerminkan perjuangan manusia yang lebih luas antara keinginan untuk keabadian (dalam cinta, dalam hubungan) dan realitas kesementaraan. The All-American Rejects sering mengeksplorasi ketegangan ini dalam lirik mereka.
Meskipun “Drive Away” mungkin bukan single paling terkenal mereka, lagu ini mewakili keahlian The All-American Rejects dalam menulis lagu pop-punk dengan substansi emosional. Lagu seperti ini membantu membuka jalan bagi gelombang baru band pop-punk/emo di tahun 2010-an dan 2020-an yang terus mengeksplorasi tema serupa dengan kepekaan yang sama.