Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Pernahkah kamu merasa sudah bekerja sangat keras, begadang demi deadline, tapi merasa karyamu tetap “biasa saja” dibanding orang lain di Instagram? Jika iya, selamat datang di klub Imposter Syndrome—penyakit kronis anak muda di industri kreatif hari ini.
Fenomena ini digambarkan dengan sangat brutal namun indah dalam anime dan manga Blue Period. Melalui perjalanan Yatora Yaguchi, kita belajar bahwa industri kreatif bukan cuma soal siapa yang paling berbakat atau siapa yang paling ambisius. Ada sisi gelap dan filosofi mendalam yang sering kita abaikan sampai akhirnya kita tumbang karena burnout.
Di awal cerita, Yatora adalah siswa populer yang merasa hidupnya kosong sampai ia menemukan lukisan kakak kelasnya. Dia memutuskan terjun ke dunia seni—sebuah langkah yang dianggap “bunuh diri” oleh sebagian orang karena prospek finansialnya yang dianggap tidak pasti.
Satu pelajaran penting dari Blue Period: Bakat hanyalah kata yang digunakan orang luar untuk meremehkan kerja keras seseorang. Yatora tidak menang karena dia “berbakat”, dia menang karena dia melakukan deliberate practice. Dia menggambar lebih banyak dari orang lain, dia menganalisis kegagalannya, dan dia tidak berhenti saat tangannya kaku.
Namun, di sinilah letak jebakannya. Banyak dari kita yang merasa memiliki “ambisi setinggi langit” untuk sukses di industri kreatif. Kita ingin jadi desainer ternama, penulis hits, atau animator hebat. Tapi ambisi tanpa sistem mental yang kuat justru akan menjadi racun.
Dalam Blue Period, kita melihat bagaimana tekanan untuk menjadi “orisinal” dan “terbaik” justru membuat karakter-karakternya stres berat. Di dunia nyata, industri kreatif seringkali menuntut kita untuk selalu kreatif 24/7. Padahal, otak kita bukan mesin. Ketika ambisi mengalahkan kebutuhan tubuh untuk istirahat, yang lahir bukanlah karya agung, melainkan kebencian terhadap pekerjaan yang dulunya kita cintai.
Menjadi ambisius itu bagus, tapi memiliki ketahanan mental (resilience) jauh lebih penting. Industri kreatif adalah maraton, bukan sprint. Jangan sampai kamu kehabisan napas di kilometer pertama hanya karena ingin terlihat paling cepat.
Jadi, sudahkah kamu melihat “warna biru” versimu hari ini?