Frieren Mengatasi FOMO

Frieren & Seni Menghargai Waktu: Cara Elegan Mengatasi FOMO

Di dunia yang serba instan, di mana tren berubah dalam hitungan jam dan notifikasi media sosial memaksa kita untuk selalu ‘update’, perasaan takut tertinggal atau FOMO (Fear of Missing Out) menjadi beban mental yang nyata. Tapi, pernahkah kamu belajar dari perspektif seorang Elf yang hidup ribuan tahun? Anime Frieren: Beyond Journey’s End memberikan kita antitesis yang sempurna terhadap gaya hidup yang terburu-buru ini.

Frieren mengajarkan kita bahwa masalah terbesar manusia bukanlah sedikitnya waktu yang kita miliki, melainkan betapa seringnya kita gagal menyadari makna di balik setiap detiknya.

Waktu: Kuantitas vs Kualitas

Bagi Frieren, perjalanan sepuluh tahun mengalahkan Raja Iblis hanyalah ‘sekejap mata’. Namun, penyesalannya muncul saat ia menyadari bahwa dalam ‘sekejap’ itu, ia tidak benar-benar mengenal rekan-rekannya yang berumur pendek. Di dunia nyata, kita sering terjebak mengejar kuantitas: ingin melihat semua tren, mencoba semua filter, dan hadir di setiap acara agar terlihat ‘eksis’. Hasilnya? Kita lelah secara mental namun tetap merasa hampa.

Seni ‘Pelan-pelan’ ala Frieren untuk Mengatasi FOMO:

  1. Nikmati Perjalanan, Bukan Cuma Tujuan: Frieren sering menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk mencari sihir ‘receh’ seperti sihir menciptakan kebun bunga. Ini adalah pengingat bahwa kebahagiaan sejati ada pada proses yang kita nikmati, bukan sekadar mencoret daftar pencapaian.
  2. Pahami Bahwa ‘Ketinggalan’ Itu Nggak Apa-apa: Dunia tidak akan kiamat kalau kamu nggak tahu tren TikTok hari ini. Seperti Frieren yang tetap tenang meski zaman sihir berubah, miliki kepercayaan diri bahwa kecepatanmu sendiri sudah cukup.
  3. Koleksi Momen Kecil: Frieren mulai menghargai hal-hal sepele setelah kehilangan Himmel. Jangan tunggu kehilangan untuk mulai menghargai secangkir kopi di pagi hari atau obrolan santai tanpa gangguan gadget.

Kesimpulan: Menjadi Elf di Dunia yang Terburu-buru

FOMO adalah produk dari rasa tidak aman. Dengan mengadopsi sedikit filosofi Frieren, kita belajar untuk lebih selektif. Kita mulai sadar bahwa lebih baik tertinggal sebuah tren daripada kehilangan ketenangan jiwa. Waktu akan terus berjalan, pertanyaannya adalah: apakah kamu melewatinya dengan cemas mengejar orang lain, atau melangkah tenang menikmati duniamu sendiri?

Jadi, untuk minggu depan, mana yang mau kamu prioritaskan: mengejar tren yang akan basi, atau menciptakan momen yang akan kamu ingat selamanya?