Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Lancia, salah satu merek otomotif paling berprestasi dalam sejarah balap dunia, memiliki posisi yang sangat unik di Indonesia: dihormati, diidamkan, namun secara resmi tidak pernah hadir.
Di tengah gempuran merek Jepang, Korea, dan Eropa yang memiliki jaringan dealer kuat, Lancia tetap menjadi simbol eksklusivitas ekstrem di Tanah Air.Sejarah Singkat Kehadiran Lancia di IndonesiaPada era 1970–1980-an, Lancia sempat masuk secara terbatas melalui importir umum (non-ATP M).
Model yang paling dikenal saat itu adalah Beta Coupe, Beta HPE, dan beberapa unit Fulvia. Pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, gelombang Delta HF Integrale (baik Evoluzione I maupun II) masuk dalam jumlah sangat kecil, sebagian besar melalui jalur diplomat dan kolektor.
Setelah itu, pintu resmi benar-benar tertutup. Sejak 1995, tidak ada lagi importir umum yang membawa Lancia secara reguler.
Kondisi Terkini (2025)
Harga Pasar Sekunder (November 2025)
Tantangan Kepemilikan
Komunitas dan Masa DepanLancia Club Indonesia yang berdiri sejak 2009 tetap aktif dengan jumlah anggota sekitar 80 orang (2025). Komunitas ini menjadi penyangga utama pengetahuan teknis dan jaringan suku cadang. Mereka rutin mengadakan touring dan mengikuti event klasik seperti Indonesia International Motor Show (GIIAS) dan Jogja Vintage Rally.
Di sisi lain, rencana renaissance Stellantis untuk Lancia (2024–2034) yang berfokus pada pasar Eropa belum mencantumkan Asia Tenggara sebagai target ekspansi tahap pertama. Namun, ada sinyal kecil bahwa jika regulasi pajak kendaraan listrik di Indonesia terus dilonggarkan (seperti insentif PPnBM 0 % untuk BEV di bawah €50.000), importir independen besar berpotensi membawa Ypsilon BEV atau Gamma dalam jumlah terbatas mulai 2027–2028.
Kesimpulan
Di Indonesia, memiliki Lancia bukan sekadar soal mobilitas, melainkan pernyataan gaya hidup dan dedikasi terhadap sejarah otomotif. Statusnya yang langka justru memperkuat daya tarik bagi segmen kolektor dan enthusiast yang mengutamakan nilai historis serta pengalaman berkendara analog. Selama belum ada perubahan kebijakan impor atau masuknya ATPM resmi, Lancia akan tetap menjadi “holy grail” yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang—orang yang rela membayar premium untuk kebanggaan mengendarai salah satu merek paling berprestasi dalam sejarah rally dunia.
Forza Lancia—di Indonesia, legenda ini hidup melalui komunitas, bukan melalui brosur dealer.