Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Pernahkah Anda mendengar hewan lena atau rena (Bahasa Jawa) atau leunyai (Sunda), atau mungkin Anda pernah melihatnya langsung? Walaupun sudah bertahun-tahun kami menemui lenyai, akhirnya kita bisa mengungkap tentang binatang yang unik ini.
Apa itu lenyai menurut para ahli dan bagaimana cara mengatasi hewan ini jika memasuki rumah Anda? Simak ulasan Ayomaju.info selengkapnya.
Lenyai adalah salah satu species yang banyak ditemukan di berbagai negara sub-tropis, nama ilmiahnya adalah Geophilus dari family Centipedes (kelabang). Ada berbagai macam Geophilus, diantaranya:
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tony Barber dari British Myriapod dan Isopod Group (Diterbitkan pada Oktober 2015), menyebutkan bahwa Geophilus cukup menyita banyak perhatian masyarakat. Menyebar di beberapa daerah di Notthinghamshire, Inggris.
Tidak hanya di Inggris, negara Amerika Serikat dan Australia, mereka menyebutnya sebagai Strigamia (genus) dari Linotaeniidae (family), Geophilomorpha / Soil Centipedes (order).
Dari segi bentuk dan keunikan binatang yang mirip cacing namun seperti kaki seribu ini bisa mengeluarkan cahaya hijau menyala (glow in the dark).
Jenis Geophilus yang paling banyak ditemukan, termasuk yang ada di beberapa daerah di Indonesia seperti di Pulau Jawa dan Sumatera adalah Geophilus easoni (riset oleh Arthur et al., 2001).
Lenyai dapat diidentifikasi dari bentuk tubuh yang meruncing bagian belakan, bagian tengah tubuh lebih lebar, dua antena di kepala, serta memiliki capitan mulut seperti serangga, juga racun di bawah kepala, terlihat dari bawah.
Hewan ini paling suka pada tempat yang lembab. Tidak hanya di daerah pesisir, di pegunungan pun hewan ini bisa berkembang biak dengan bertelur di sela-sela kayu yang lapuk, pohon, tanah lembab, bahkan di handuk yang sedikit basah.

Lenyai akan mengeluarkan darah hijau menyala (berpendar) jika mereka terancam. Ini adalah cara Geophilus mempertahankan diri dari predator yang menyerangnya.
Banyak beredar mitos dari orang-orang yang kami temui, beberapa diantaranya mengaku telah digigit dan rasanya sangat sakit. Ini bisa juga dibenarkan, karena lenyai memang memiliki racun pada tubuhnya.
Jangan meniru adegan ini:
Sementara, ada juga masyarakat yang menuturkan bahwa lenyai telah masuk ke telinga. Diketahui, berbagai informasi menyebutkan kejadian telinga yang dimasuki oleh serangga. Jika ini benar terjadi, lenyai bisa saja masuk, menggigit meninggalkan racun, dan bertelur di tempat yang sangat berbahaya / vital.
Kami mencoba untuk melakukan percobaan dengan menangkap lenyai dan memasukkannya kedalam toples dengan lubang yang sangat kecil diatas.
Setidaknya sudah ada 5 ekor lenyai dan bisa bertahan sampai 1 minggu yang kami letakkan di tempat yang cukup lembab, dan mereka semakin besar. Mereka (mungkin) hanya memakan embun pagi dan sisa kotoran/debu. Tidak ada makanan, hanya sebuah tissue, dan mereka masuk lipatan tissue.
Sementara, kami pindahkan ke tempat yang kering, hanya beberapa hari, mereka akhirnya mati.
Untuk mengatasi lenyai, belum ada cara pasti dikarenakan riset masih berlanjut.
Sementara untuk mencegah hewan liar, kelabang, cacing, serangga, dan mungkin ini bisa diterapkan untuk mengusirnya:
(hrz)