Patah Hati & Kecewa: Terjemahan & Kunci Gitar Bitter, Broken Me – As It Is





As It Is – Bitter, Broken Me | Lirik Lengkap & Analisis


🎵 “Bitter, Broken Me” – As It Is

Lirik Lengkap, Terjemahan Baris, Analisis Makna & Informasi Band

📋 Informasi Lagu & Band

Judul Lagu Bitter, Broken Me
Artis / Band As It Is (Band pop-punk/emo asal Brighton, Inggris, terbentuk tahun 2012)
Album / Rilis Bagian dari “This Mind of Mine – EP” yang dirilis pada 17 Maret 2014.
Penulis Lagu Ditulis oleh anggota band As It Is
Gaya Musik & Tema Pop-punk, Emo. Tema khas tentang hubungan yang rumit, kesehatan mental, kecemasan, dan perjuangan identitas.

🗓️ Konteks Rilis

“Bitter, Broken Me” merupakan bagian dari rilisan awal As It Is yang membentuk fondasi suara mereka. EP “This Mind of Mine” (2014) menjadi pintu masuk bagi band ini ke dalam scene pop-punk/emo modern, menunjukkan lirik yang personal dan sound yang enerjik namun emosional.

🎸 Kunci Gitar & Struktur Musik

Lagu ini memiliki struktur pop-punk klasik dengan dinamika yang jelas antara bagian yang tenang dan keras.

  • Kunci yang Direkomendasikan: Berdasarkan melodi dan progresi, lagu ini kemungkinan besar dimainkan di kunci seperti G Mayor, C Mayor, atau E Minor.
  • Progresi Akor Dasar (Chorus): Cobalah progresi sederhana seperti GDEmC untuk merasakan nuansanya.
  • Dinamika: Verse dimainkan dengan tenang (mungkin arpeggio atau picking), sementara Chorus dan Bridge menggunakan power chords dan strumming penuh untuk menekankan emosi lirik.
  • Tips Mempelajari: Dengarkan lagu aslinya untuk menangkap “feel” dan tempo. Cari tutorial cover di YouTube dengan kata kunci “As It Is Bitter Broken Me guitar cover”.

📜 Lirik Lengkap & Terjemahan Baris per Baris

Lirik asli diambil dari sumber tepercaya seperti Genius, AZLyrics, dan LyricsMode[citation:9]. Terjemahan dibuat per baris untuk memahami konteks dan nuansa.

[Verse 1]

Tell me again / Tell me every way I failed you,
(Katakan padaku lagi / Katakan padaku setiap cara aku mengecewakanmu,)

Tell me everything / Everything you think but never dare to speak.
(Katakan segalanya / Segala yang kau pikirkan tapi tak pernah berani ucapkan.)

Compared to you, I’m a statue / That everyone sees through.
(Dibandingkan denganmu, aku adalah patung / Yang dapat dilihat tembus oleh semua orang.)

If no one else would miss me, / Then I’d like to think you would.
(Jika tak seorang pun akan merindukanku, / Maka aku ingin berpikir bahwa kau akan merindukanku.)

[Chorus]

This dependency, / Will shatter me. / Bitter, broken me.
(Ketergantungan ini, / Akan menghancurkanku. / Aku yang getir, yang hancur.)

If you’re the rain / Then I’m a window pane,
(Jika kau adalah hujan / Maka aku adalah kaca jendela,)

The one you’ll touch before (touch before) / You leave another day.
(Yang akan kau sentuh sebelum (sentuh sebelum) / Kau pergi di hari lain.)

[Verse 2]

You kill me. / I’ll reconstruct myself to love your pain.
(Kau membunuhku. / Aku akan membangun kembali diriku untuk mencintai rasa sakitmu.)

I’m screaming at myself, / ‘Cause I can’t bring myself to scream your name.
(Aku berteriak pada diriku sendiri, / Karena aku tak bisa memaksa diriku untuk meneriakkan namamu.)

If I’m insane, / Then you’re the same, / A hopeless case.
(Jika aku gila, / Maka kau juga sama, / Sebuah kasus yang tak ada harapan.)

I’m still the skin you shed, / The fact you read. / I’m just the way you found me.
(Aku tetap kulit yang kau lepas, / Fakta yang kau baca. / Aku hanya seperti saat kau menemukanku.)

[Chorus]

This dependency, / Will shatter me, / Bitter, broken me…
(Ketergantungan ini, / Akan menghancurkanku, / Aku yang getir, yang hancur…)

[Bridge]

You’re ever so sweet, / You’re everything I know I don’t deserve at all.
(Kau begitu manis, / Kau adalah segalanya yang kusadari tak pantas kudapatkan sama sekali.)

You’re ever so sweet, / You’re everything I dream about and live another day for.
(Kau begitu manis, / Kau adalah segalanya yang kumimpi dan kuhidup untuk hari esok.)

I’d like to think, / That you, / That you would miss me.
(Aku ingin berpikir, / Bahwa kau, / Bahwa kau akan merindukanku.)

I’d like to think, / You’re my favourite lie.
(Aku ingin berpikir, / Kau adalah kebohongan favoritku.)

[Chorus – Outro]

This dependency, / Will shatter me. / Bitter, broken me…
(Ketergantungan ini, / Akan menghancurkanku. / Aku yang getir, yang hancur…)

💡 Analisis Makna & Tema Lagu

1. Ketergantungan yang Merusak dan Hilangnya Identitas

Judul lagu “Bitter, Broken Me” langsung menggambarkan keadaan narrator. Kata “bitter” (getir/pahit) dan “broken” (hancur) merangkum emosi inti. Lagu ini mengeksplorasi hubungan yang tidak sehat di mana narrator sepenuhnya bergantung pada pasangannya, hingga kehilangan dirinya sendiri. Metafora seperti “I’m a statue that everyone sees through” (aku patung yang tembus pandang) dan “I’m the skin you shed” (aku kulit yang kau lepas) menunjukkan perasaan tidak berarti, dapat dibuang, dan tanpa substansi di luar hubungan ini.

2. Kontradiksi Cinta dan Rasa Sakit

Lirik dipenuhi dengan kontradiksi yang menyiksa. Narrator meminta untuk disakiti secara verbal (“Tell me every way I failed you”), tetapi juga mengagumi pasangannya (“You’re ever so sweet”)[citation:9]. Dia bahkan bersedia mengubah dirinya untuk “mencintai rasa sakit” pasangannya (“I’ll reconstruct myself to love your pain”). Ini menunjukkan siklus penyiksaan diri dan pengorbanan yang dilakukan untuk mempertahankan hubungan, meskipun hubungan itu sendiri yang melukainya.

3. Penerimaan Kepalsuan sebagai Pelipur Lara

Bagian bridge mengandung pengakuan yang tragis dan jujur: “I’d like to think, you’re my favourite lie.” (Aku ingin berpikir, kau adalah kebohongan favoritku)[citation:9]. Ini mengungkapkan bahwa narrator sepenuhnya menyadari ilusi hubungan ini. Namun, dia memilih untuk mempercayai “kebohongan” ini karena itu adalah satu-satunya hal yang membuatnya terus bertahan (“live another day for”). Kebohongan ini lebih disukai daripada menghadapi kenyataan pahit bahwa hubungan itu mungkin palsu atau bahwa dirinya sendirian.

📌 Inti Pesan: “Bitter, Broken Me” adalah potret suram tentang ketergantungan emosional yang meracuni. Lagu ini tidak bercerita tentang cinta yang menyembuhkan, tetapi tentang keterikatan yang melumpuhkan, di mana seseorang begitu takut kehilangan dan kesendirian sehingga mereka lebih memilih untuk tetap berada dalam siklus rasa sakit yang familiar, bahkan jika itu menghancurkan jati diri mereka.

4. Koneksi ke Karya As It Is Lainnya

Tema hubungan yang rumit dan perjuangan dengan harga diri adalah benang merah dalam musik As It Is. Anda dapat mendengar resonansi tema “Bitter, Broken Me” dalam lagu-lagu seperti:

  • “Dial Tones”: Tentang penantian dan koneksi yang rusak.
  • “Upswing”: Menjelajahi kebangkitan pasca-putus cinta dan klaim kembali identitas.
  • “Often”: Berfokus pada kecemasan internal dan perjuangan kesehatan mental.

Dibandingkan dengan lagu-lagu tersebut, “Bitter, Broken Me” memiliki nada yang lebih pasrah dan fokus khusus pada dinamika ketergantungan dalam hubungan, dibandingkan dengan konflik internal murni atau proses pemulihan.

🔍 Sumber & Eksplorasi Lebih Lanjut

Untuk mendalami lagu ini, Anda dapat:

  • Mendengarkan Lagu: Temukan “Bitter, Broken Me” di Apple Music, Spotify, atau YouTube. Dengarkan dinamika vokal dan musik untuk merasakan emosi yang disampaikan.
  • Membaca Komentar & Interpretasi: Kunjungi halaman Genius Lyrics atau SongMeanings untuk melihat bagaimana pendengar lain menafsirkan liriknya.
  • Jelajahi Album Awal: Dengarkan keseluruhan EP “This Mind of Mine” (2014) untuk memahami konteks penuh dari periode awal kreatif As It Is.