Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Lirik Lengkap, Terjemahan, Analisis Makna & Informasi Lagu
“Cheap Shots & Setbacks” adalah single ketiga dari album debut As It Is, “Never Happy, Ever After” (2015), yang digambarkan sebagai lagu **”anthem pop-punk yang galau sekaligus menginspirasi”** . Lagu ini mewakili sentimen khas genre emo tentang perasaan menjadi “orang buangan”, namun dengan pesan positif bahwa masa-masa sulit akan terlewati .
Judul: Cheap Shots & Setbacks
Artis: As It Is
Album: Never Happy, Ever After (2015)
Posisi: Single ketiga dan terakhir dari album debut
Penulis Lagu: Semua anggota band (Alistair Ian Testo, Andrew Fletcher Westhead, Benjamin Izzy Biss, Patrick Michael Foley, Patrick Thomas Walters) [citation:9]
Versi Baru: “Cheap Shots & Setbacks X” (2025) menampilkan vokal tamu dari Mikey Chapman (Mallory Knox) serta Alex Adam dan Alex Costello (ROAM)
Asal: Brighton, Inggris
Genre: Pop-Punk, Emo, Alternative Rock
Aktif sejak: 2012
Proyek Terkini: “Never Happy, Ever After X” (2025), re-rekaman ulang album debut dengan banyak kolaborasi untuk memperingati 10 tahun .
• Menghadapi ketidakadilan dan serangan tidak adil (“cheap shots”)
• Perasaan terasing dan dilupakan
• Mencari kekuatan dan identitas dalam komunitas
• Tekad untuk bertahan dan merasa hidup meski lelah
• Pernyataan kemandirian dan penolakan terhadap pengaruh negatif
Meskipun sumber yang ditemukan tidak menyertakan kunci gitar resmi, analisis terhadap karakteristik lagu dan genre pop-punk memberikan estimasi yang baik untuk dimainkan.
Estimasi Kunci Dasar: Lagu dengan energi tinggi seperti ini sering menggunakan kunci mayor untuk menciptakan perasaan “anthem”. Berdasarkan nuansanya, “Cheap Shots & Setbacks” kemungkinan besar dimainkan di G Mayor atau E Mayor.
Progresi Akor yang Direkomendasikan:
Untuk menangkap energi pop-punk yang khas, coba progresi ini:
• Verse (Reflektif): G – D – Em – C (I – V – vi – IV)
• Chorus/Anthem (“We’re the kids…”): C – G – D – Em (IV – I – V – vi) dengan **power chords** dan strumming penuh.
Karakter Bermain:
• **Intro dan verse** mungkin dimulai dengan riff gitar yang catchy namun masih teratur.
• **Chorus** adalah bagian paling keras dan enerjik, dengan vokal yang lebih kuat dan drum yang lebih kencang.
• **Bridge (“I don’t need your cheap shots…”)** adalah momen penegasan diri, bisa menggunakan progresi yang sama tetapi dengan ritme yang lebih tegas atau teriakkan vokal latar.
1. Dengarkan dan Analisis: Putar lagu aslinya dan coba identifikasi nada dasarnya dengan gitar. Mulailah dari kunci G Mayor.
2. Perhatikan Dua Versi: Dengarkan baik versi original (2015) maupun versi “X” (2025) [citation:9]. Perbedaan aransemen mungkin memberikan petunjuk chord yang berbeda.
3. Cari Tutorial Penggemar: Platform seperti YouTube sering memiliki cover atau tutorial yang dibuat oleh penggemar. Cari dengan kata kunci “As It Is Cheap Shots & Setbacks guitar tutorial” atau “Cheap Shots & Setbacks X cover”.
4. Eksplorasi Platform Chord: Periksa situs seperti Ultimate Guitar untuk melihat apakah ada pengguna yang telah mengunggah transkripsi chord mereka.
5. Gunakan Capo untuk Kemudahan: Jika kunci asli terlalu rendah/tinggi, gunakan capo untuk menyesuaikan.
Lirik berikut diverifikasi dari sumber resmi Genius Lyrics dan sumber tepercaya lainnya . Terjemahan dibuat untuk memahami konteks dan nuansa setiap baris.
[Verse 1]
[Chorus]
[Verse 2]
[Chorus – Repeated x2]
[Bridge]
[Chorus – Final, Repeated x3]
Lagu ini beroperasi dalam paradoks yang kuat yang umum dalam musik pop-punk/emo: menggambarkan keputusasaan sekaligus menemukan kekuatan dan solidaritas di dalamnya.
1. Identitas Kolektif yang Terasing namun Kuat:
Lirik “We’re the kids who are dead inside / But we’re the ones who feel alive” adalah inti lagu. Ini mengklaim identitas sebagai “orang luar” (outsiders) yang lelah secara emosional (“dead inside”), tetapi justru dalam keadaan itu mereka menemukan perasaan “hidup” yang paling otentik. Ini adalah bentuk kebanggaan terbalik dan solidaritas—kita mungkin terasing dari dunia, tetapi kita memiliki satu sama lain.
2. Menghadapi “Cheap Shots” dan Ketidakadilan:
Metafora “They fight fire with cheap shots and setbacks” menggambarkan perasaan menghadapi serangan yang tidak adil dan taktik kotor dari dunia (atau mungkin figur otoritas, masyarakat, kritik internal). “Cloudless thoughts and pristine hearts” yang dianggap remeh mewakili kejujuran, optimisme, dan kerapuhan yang sering tidak dihargai.
3. Dari Keraguan Diri ke Pernyataan Kemandirian:
Perjalanan lagu dimulai dengan keraguan dan perasaan dilupakan (“Is it just you or everybody else?”), tetapi berpuncak pada pernyataan mandiri yang kuat di bridge: “I don’t need your cheap shots and setbacks. I’m fucking fine so go and take them all back.” Ini adalah momen penolakan dan klaim kembali kekuatan diri. Narrator menolak untuk terus dirugikan oleh pengaruh eksternal yang negatif.
4. Kelelahan dan Ketekunan:
Baris “We dream cause we don’t sleep / We’ll never get rest, but we got this” menangkap kelelahan dan kecemasan konstan (tidak bisa tidur/tidak pernah istirahat). Namun, frasa “but we got this” mengubah narasinya—ini adalah pengakuan akan perjuangan sekaligus tekad untuk bertahan dan mengatasinya.
Singkatnya, “Cheap Shots & Setbacks” adalah anthem ketahanan. Lagu ini mengakui rasa sakit dan ketidakadilan yang dialami, tetapi alih-alih tenggelam dalam keputusasaan, lagu ini menemukan kekuatan dalam solidaritas komunitas (“we”) dan akhirnya menegaskan kemandirian individu (“I”). Seperti yang dikatakan band sendiri, ini adalah lagu untuk menginspirasi mereka yang berada “di bawah” bahwa mereka akan melewati masa-masa sulit .