🎭 Makna Lagu: Nostalgia & “Surat Cinta” untuk Scene Pop-Punk 2000-an
“I MISS 2003” adalah single kelima dari album keempat As It Is, ‘I WENT TO HELL AND BACK’ (2022). Lagu ini adalah “surat cinta” band untuk era dan scene pop-punk awal 2000-an yang membentuk mereka.
Kutipan langsung dari Patty Walters: “Mengapa tidak menulis lagu cinta tentang band-band yang menyalakan api di dalam dirimu? Mengapa tidak menghiasi semua lirik dengan nama band dan judul lagu? … Jadi jika kamu pernah ada di sana, kami harap lagu ini membawamu kembali. Dan jika kamu melewatkannya, kami harap lagu ini membuatmu merasa seperti telah menjalaninya bersama kami.”
Lagu ini penuh dengan referensi nostalgia yang spesifik, seperti menyanyikan “New Found Glory” dan “The Anthem“. “2003” mewakili lebih dari sekadar tahun; itu adalah sebuah pikiran dan perasaan — masa muda, persahabatan, dan energi murni dari scene musik yang mereka cintai. Liriknya menangkap perasaan “tua dan di luar konteks”, merindukan kesederhanaan masa enam belas tahun sambil berjuang dengan kompleksitas kehidupan dewasa.
🎸 Info Musik & Kunci Gitar
Lagu ini menangkap energi catchy dan nostalgia pop-punk 2000-an dengan produksi modern, menjadikannya lagu yang sangat relate bagi generasi yang tumbuh dengan musik tersebut.
ALBUM
I WENT TO HELL AND BACK
Struktur & Nuansa Gitar:
Lagu ini memiliki energi pop-punk yang optimis namun melankolis. Riff gitar utama yang catchy dan progresi chord yang familiar langsung membangkitkan nuansa 2000-an. Chorus memiliki vokal harmonis dan melodi yang mudah diingat, cocok untuk bernyanyi bersama. Bridge (“I’d drive through every red light…”) memberikan momen yang lebih lembut dan reflektif sebelum kembali ke chorus akhir yang penuh energi.
*Lagu ini dimainkan dengan tuning standar. Untuk detail kunci dan progresi chord yang tepat, disarankan mencari tablatur resmi.
Lirik Asli (English)
Terjemahan (Indonesia)
[Verse 1]
I’ve been feeling old and out of context
Aku merasa tua dan di luar konteks
And if I’m really being honest
Dan jika aku benar-benar jujur
I miss everything I had at sixteen
Aku rindu segalanya yang kumiliki di usia enam belas
Now I’m feeling miserable at best
Sekarang aku merasa sengsara, paling banter
I guess that’s what you get when your dirty little secret is
Kurasa itulah yang kau dapat saat rahasia kotor kecilmu adalah
How I miss the year that gets me
Betapa aku rindu tahun yang memahamiku
[Pre-Chorus]
So tell me that you’re alright, ‘cause I’m not okay
Jadi katakan padamu baik-baik saja, karena aku tidak baik-baik saja
I left the best of me in 2003
Aku meninggalkan yang terbaik dari diriku di tahun 2003
[Chorus]
Now life is boring, let’s write a story where we never grow up
Kini hidup membosankan, mari kita tulis cerita di mana kita tak pernah dewasa
Still four in the morning, singing New Found Glory at the top of our lungs
Masih jam empat pagi, menyanyikan New Found Glory sekeras-kerasnya
So tell me that you’re alright, ‘cause I’m not okay
Jadi katakan padamu baik-baik saja, karena aku tidak baik-baik saja
I left the best of me in 2003
Aku meninggalkan yang terbaik dari diriku di tahun 2003
[Verse 2]
I’m in the middle of a crisis
Aku di tengah-tengah krisis
Welcome to my life, no I don’t think that I like this
Selamat datang di hidupku, tidak kurasa aku suka ini
I can’t believe I got this jaded (got this jaded)
Aku tak percaya aku jadi begitu sinis (jadi begitu sinis)
I remember singing to “The Anthem”
Aku ingat bernyanyi “The Anthem”
My friends were the best, wish I knew it when I had them
Teman-temanku yang terbaik, andai aku mengetahuinya saat aku memilikinya
‘Cause now it’s kind of complicated
Karena sekarang agak rumit
[Bridge]
I’d drive through every red light just so I could press rewind
Aku akan menerobos setiap lampu merah hanya agar bisa menekan rewind
(We’ll go back in time)
(Kita akan kembali ke masa lalu)
So let me kill the headlights, maybe if we close our eyes
Jadi biarkan aku mematikan lampu depan, mungkin jika kita menutup mata
(We’ll go back in time)
(Kita akan kembali ke masa lalu)
[Outro]
Lagu diakhiri dengan pengulangan Pre-Chorus dan Chorus yang semakin intens, menegaskan rasa rindu, penyesalan, dan keinginan untuk kembali ke masa lalu.
The song ends with an intense repetition of the Pre-Chorus and Chorus, cementing the feelings of nostalgia, regret, and the desire to turn back time.