Nostalgia Film 80-an: Arti Lirik & Kunci Gitar John Hughes – As It Is






As It Is – John Hughes | Lirik, Chord & Analisis


🎵 “John Hughes” – As It Is

Lirik Lengkap, Terjemahan Baris, Kunci Gitar, dan Analisis Makna

ℹ️ Informasi Lagu & Band

Berikut adalah detail singkat tentang lagu “John Hughes” dan band As It Is.

Aspek Keterangan
Judul Lagu John Hughes
Artis / Band As It Is (Band pop-punk asal Brighton, UK, yang beranggotakan vokalis Patty Walters, gitaris Benjamin Biss, dll.)
Rilis Bagian dari EP “Blenheim Place” (2013).
Figur “John Hughes” Merujuk pada sutradara film Amerika yang ikonik, terkenal dengan film-film “coming-of-age” tahun 80an seperti The Breakfast Club, Sixteen Candles, dan Ferris Bueller’s Day Off.
Tema Utama Nostalgia masa muda, kecemasan akan masa dewasa, perasaan tidak dipahami, dan pencarian identitas.

🎸 Kunci Gitar & Progresi Akor

Lagu ini umumnya dimainkan dalam kunci G Mayor dengan progresi akor yang relatif sederhana dan khas pop-punk/emo.

Progresi Dasar (Verse/Chorus):

G               D
How long's it been since I was young?
Em                    C
Fifteen years since wooden guns...

Pola Ritme: Gunakan strumming pattern dasar dengan downstroke yang kuat pada ketukan utama, diselingi upstroke untuk memberi nuansa pop-punk. Pola seperti ↓ ↓ ↑ ↑ ↓ ↑ dapat menjadi patokan awal.

💡 Tips Bermain: Dengarkan lagu aslinya untuk menangkap nuansa dinamika dan tempo. Anda dapat menggunakan capo pada fret tertentu (misalnya Fret 2) dan memainkan bentuk akor yang lebih mudah jika perlu.

📜 Lirik Lengkap & Terjemahan Baris per Baris

Lirik di bawah ini disusun sesuai struktur lagu dan dilengkapi terjemahan langsung untuk memahami konteks dan nuansa setiap baris.

[Verse 1]

How long’s it been since I was young?
Sudah berapa lama sejak aku masih muda?

Fifteen years since wooden guns,
Lima belas tahun sejak (mainan) pistol kayu,

Six years since playing board games was anywhere near fun
Enam tahun sejak bermain papan permainan terasa menyenangkan

And it’d be over-dramatic to say the world’ll forget about me on its way
Dan akan terlalu dramatis untuk mengatakan dunia akan melupakan aku dalam perjalanannya

But that’s not always enough to keep cursing the whole of the Earth at bay
Tapi itu tidak selalu cukup untuk menghentikan kutukan terhadap seluruh dunia ini

[Pre-Chorus]

No one knows me like John Hughes did
Tak ada yang mengenalku seperti John Hughes dulu

I think we all relate to that
Kupikir kita semua bisa relate dengan itu

[Chorus]

Because we’ve all felt unsung from every mouth and every lung
Karena kita semua pernah merasa tak terlihat, tak disebut oleh mulut dan paru-paru mana pun

We’ve all felt that life was easier when we were young
Kita semua pernah merasa hidup lebih mudah saat kita masih muda

[Verse 2]

How long’s it been since ‘overwhelmed’ was still a word I couldn’t spell,
Sudah berapa lama sejak kata ‘kewalahan’ masih kata yang tak bisa kueja,

Let alone the most obvious choice for a word to define myself?
Apalagi jadi pilihan paling jelas untuk kata yang mendefinisikan diriku?

I never thought I’d be this young a man to be doubting the cards in these hands
Aku tak pernah kira akan jadi pria semuda ini yang meragukan kartu di tanganku sendiri

That jitter and shake half the time from the coffee I drink and rely on to stand
Yang gemetaran setengah waktu karena kopi yang kuminum dan andalkan untuk tetap berdiri

[Pre-Chorus]

No one knows me like John Hughes did
Tak ada yang mengenalku seperti John Hughes dulu

I think we all relate to that
Kupikir kita semua bisa relate dengan itu

[Chorus]

Because we’ve all felt unsung from every mouth and every lung
Karena kita semua pernah merasa tak terlihat, tak disebut oleh mulut dan paru-paru mana pun

We’ve all felt that life was easier when we were young
Kita semua pernah merasa hidup lebih mudah saat kita masih muda

Because we’ve all felt unsung from every mouth and every lung
Karena kita semua pernah merasa tak terlihat, tak disebut oleh mulut dan paru-paru mana pun

We’ve all felt that life was easier when we were young
Kita semua pernah merasa hidup lebih mudah saat kita masih muda

[Bridge]

There’ll be days when we lose our way like a feather
Akan ada hari-hari di mana kita tersesat seperti bulu

(What are we destined for?)
(Untuk apa kita ditakdirkan?)

But we all live and we die in this cold, cold world together.
Tapi kita semua hidup dan mati di dunia yang dingin ini bersama-sama.

What are we destined for?
Untuk apa kita ditakdirkan?

[Chorus – Outro]

(No one knows me like John Hughes did)
(Tak ada yang mengenalku seperti John Hughes dulu)

Because we’ve all felt unsung from every mouth and every lung (No one knows me like John Hughes did)
Karena kita semua pernah merasa tak terlihat… (Tak ada yang mengenalku seperti John Hughes dulu)

We’ve all felt that life was easier when we were young (No one knows me like John Hughes did)
Kita semua pernah merasa hidup lebih mudah… (Tak ada yang mengenalku seperti John Hughes dulu)

💡 Analisis Makna & Tema Lagu

1. Hubungan dengan John Hughes dan Filmnya

Penyebutan “John Hughes” bukan sekadar nama. Hughes adalah sutradara yang karyanya (The Breakfast Club, Sixteen Candles, Ferris Bueller’s Day Off) menjadi simbol pemahaman terhadap gejolak masa muda. Karakter-karakternya yang penuh dengan kegelisahan, pemberontakan, dan perasaan menjadi “orang luar” (outsider) sangat relatable bagi banyak remaja dan dewasa muda. Lirik “No one knows me like John Hughes did” mengungkapkan perasaan bahwa film-film Hughes lebih memahami pengalaman dan perasaan sang narrator daripada orang-orang di kehidupan nyatanya.

2. Nostalgia dan Kecemasan Menjadi Dewasa

Lagu ini penuh dengan kontras antara kesederhanaan masa kanak-kanak (“wooden guns”, “board games”) dengan kompleksitas dan kecemasan masa dewasa (“overwhelmed”, “doubting the cards”). Narrator merasa terputus dari masa mudanya dan berjuang dengan tekanan untuk mendefinisikan diri di dunia yang terasa dingin dan tidak peduli. Kutipan seperti “life was easier when we were young” menjadi mantra bersama yang menegaskan rasa rindu dan kebingungan ini.

3. Perasaan “Unsung” dan Universalitas Pengalaman

Kata kunci di chorus adalah “unsung” (tak terpuji, tak diakui, tak terlihat). Ini mewakili perasaan ketidakberartian dan tidak dipahami. Namun, lagu ini dengan cerdik mengubah pengalaman yang terasa sangat personal itu menjadi sesuatu yang universal. Dengan berulang kali menyebut “we’ve all felt”, As It Is menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan di antara para pendengarnya. Pesannya: kamu tidak sendirian dalam merasa sendiri.

📌 Inti Pesan: “John Hughes” adalah lagu yang meratapi hilangnya kepolosan masa muda dan menghadapi ketidakpastian masa dewasa. Namun, di balik nada nostalgik dan cemasnya, terselip pesan penghiburan bahwa perasaan terasing dan tak dipahami ini adalah pengalaman manusiawi yang banyak dirasakan orang, dan kita menghadapi dunia yang “dingin” ini bersama-sama.