🎵 “Often” – As It Is
Lirik Lengkap, Terjemahan Baris, Kunci Gitar, dan Analisis Makna
📌 Inti Lagu: “Often” adalah eksplorasi jujur tentang perjuangan kesehatan mental, pola pikir merusak diri, dan keinginan mendasar untuk merasa “baik-baik saja”. Lagu ini menyampaikan perasaan kelelahan mental, kebingungan, dan kontradiksi internal dengan gamblang .
📋 Informasi Lagu & Band
🎸 Kunci Gitar & Progresi Akor
Berdasarkan sumber chord yang tersedia, berikut adalah panduan untuk memainkan “Often” [citation:10]:
- Kunci Dasar & Tuning: Lagu ini dimainkan dengan tuning setengah nada di bawah standar (Eb Standard: Eb-Ab-Db-Gb-Bb-Eb) . Progresi akor utama menggunakan kunci D Mayor (relatif terhadap tuning ini) [citation:10].
- Akor Utama: D, Bm, G, A
- Progresi Inti (Verse/Chorus):
D – Bm – G – A
Contoh: “DI take preBmcautions like they’re Gbad advice / When I’m Alacking ideas” [citation:10]
- Tips Bermain:
- Versi asli menggunakan power chords dengan distorsi, sementara versi akustik lebih pada strumming penuh .
- Pola strumming cenderung sederhana dengan tempo sedang. Dengarkan lagu aslinya untuk menangkap dinamika antara bagian yang tenang dan keras.
- Bagian bridge (“Often, I’m not alone…”) bergeser ke progresi G – A yang berulang [citation:10].
📜 Lirik Lengkap & Terjemahan Baris per Baris
Lirik berikut diverifikasi dari sumber resmi dan diterjemahkan per baris untuk memahami nuansa .
[Verse 1]
I often think to myself, “Don’t let your guard down.”
(Aku sering berpikir pada diriku sendiri, “Jangan turunkan kewaspadaanmu.”)
But my fucking useless arms are always tired
(Tapi tangan sialanku yang tak berguna selalu lelah)
I’m worse than I’ve ever been
(Aku lebih buruk dari yang pernah kurasakan)
I used to find comfort in how everyone’s got problems
(Dulu aku menemukan kenyamanan dalam kenyataan bahwa setiap orang punya masalah)
And it’s selfish of me
(Dan itu egois dariku)
But I’d rather just be fine
(Tapi aku lebih memilih untuk sekadar baik-baik saja)
[Chorus]
I take precautions like they’re bad advice
(Aku mengambil tindakan pencegahan seolah-olah itu nasihat buruk)
When I’m lacking ideas
(Saat aku kehabisan ide)
I plan for self-destruction every time
(Aku merencanakan kehancuran diri setiap kali)
But never pick up the pieces
(Tapi tak pernah menyusun kembali kepingannya)
[Verse 2]
I’m in constant need of self-validation
(Aku terus-menerus butuh validasi diri)
And I’m closed to new ideas, yet so impatient
(Dan aku tertutup pada ide baru, namun sangat tidak sabar)
‘Cause I can’t have everything
(Karena aku tak bisa memiliki segalanya)
And is it too much to be asking for something just once
(Dan apakah terlalu banyak meminta sesuatu sekali saja)
Can you really blame me
(Bisakah kau benar-benar menyalahkanku)
That I want to just feel fine
(Karena aku ingin sekadar merasa baik-baik saja)
[Chorus]
I take precautions like they’re bad advice…
(Aku mengambil tindakan pencegahan seolah-olah itu nasihat buruk…)
I don’t have anything worth dying for
(Aku tak punya apapun yang layak untuk diperjuangkan sampai mati)
But at least I’ll live longer
(Tapi setidaknya aku akan hidup lebih lama)
[Bridge]
Often, I’m not alone, but can’t break my stare to back home
(Seringkali, aku tidak sendirian, tapi tak bisa mengalihkan tatapan untuk pulang)
Narrow eyes will never know where to go
(Mata yang menyipit tak akan pernah tahu harus pergi ke mana)
(Everyday the sun will shine, but gets blocked on every side)
(Setiap hari matahari akan bersinar, tapi terhalang di setiap sisi)
💡 Analisis Makna & Tema Lagu
1. Kelelahan Mental dan Perjuangan Melawan Diri Sendiri
Lagu ini membuka dengan kontras yang kuat antara niat (“Don’t let your guard down”) dan kenyataan (“my fucking useless arms are always tired”). Ini melambangkan kelelahan mental dan fisik akibat pertarungan internal yang terus-menerus . Perasaan “lebih buruk dari sebelumnya” dan keinginan untuk sekadar “fine” (baik-baik saja) menggambarkan titik rendah di mana standar harapan terhadap diri sendiri telah sangat merosot.
2. Siklus Perusakan Diri dan Ketidakberdayaan
Chorus adalah inti dari pola pikir merusak diri: “I plan for self-destruction every time / But never pick up the pieces.” Ini menunjukkan kesadaran akan pola buruk, namun ketidakmampuan atau keengganan untuk memutus siklus tersebut . Tindakan pencegahan dianggap sebagai “bad advice,” yang bisa diartikan sebagai penolakan terhadap bantuan atau solusi logis, memilih untuk tetap berada dalam kondisi yang akrab meskipun menyakitkan.
3. Isolasi dan Hilangnya Arah
Bridge (“Often, I’m not alone, but can’t break my stare…”) menggambarkan isolasidalam keramaian. Narrator secara fisik tidak sendirian, tetapi terkunci dalam pikirannya sendiri (“can’t break my stare”) . Metafora “Narrow eyes will never know where to go” mencerminkan pandangan yang terbatas dan kebingungan akan tujuan hidup. Baris latar “(Everyday the sun will shine, but gets blocked on every side)” dengan pahit mengakui bahwa meskipun ada potensi untuk hal baik (sinar matahari), sesuatu selalu menghalangi untuk merasakannya sepenuhnya.
4. Kontradiksi dan Ironi sebagai Pertahanan
Lagu ini penuh dengan kontradiksi yang mencerminkan kebingungan mental: membutuhkan validasi tetapi tertutup pada ide baru, merencanakan kehancuran diri tetapi ingin merasa baik-baik saja. Pernyataan “I don’t have anything worth dying for / But at least I’ll live longer” terdengar seperti sebuah kemenangan kecil yang pahit dan ironis. Ini bisa menjadi mekanisme pertahanan—menerima kekosongan sebagai harga untuk kelangsungan hidup, sebuah resolusi yang suram dan tidak memuaskan.
📌 Kesimpulan Makna: “Often” lebih dari sekadar lagu sedih; ini adalah potret yang jernih dan tidak romantis tentang hidup dengan kesehatan mental yang buruk. Lagu ini menangkap rasa frustasi, kemandekan, dan keinginan yang mendalam untuk istirahat dari pertarungan internal, yang disampaikan dengan kerentanan mentah yang menjadi ciri khas As It Is.
🔍 Rekomendasi untuk Eksplorasi Lebih Lanjut
- Dengarkan Versi Berbeda: Cari “Often (Acoustic)” untuk mendengar nuansa yang lebih intim dan fokus pada lirik .
- Jelajahi Lagu dengan Tema Serupa: Dalam katalog As It Is, lagu seperti “Dial Tones”, “The Wounded World”, dan “Can’t Save Myself” membahas tema kesehatan mental dan konflik internal yang mirip.
- Perkembangan Band: “Often” berasal dari masa awal band. Dengarkan album seperti “Okay.” (2017) dan “The Great Depression” (2018) untuk melihat bagaimana mereka mengembangkan tema-tema berat ini dengan produksi yang lebih matang.