Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Lirik Lengkap, Terjemahan, Analisis Makna & Informasi Lagu
“Speak Soft” adalah lagu pembuka dari album debut As It Is, “Never Happy, Ever After” (2015). Lagu ini dikenal karena kontras antara musik pop-punk yang enerjik dengan lirik yang gelap dan sangat personal tentang kegagalan diri dan hubungan yang bermasalah.
Judul: Speak Soft
Artis: As It Is
Album: Never Happy, Ever After (2015)
Posisi: Track #1 (Lagu Pembuka Album)
Penulis: Alistair Ian Testo, Andrew Fletcher Westhead, Benjamin Izzy Biss, Patrick Michael Foley, Patrick Thomas Walters
Asal: Brighton, Inggris
Genre: Pop-Punk, Emo, Alternative Rock
Aktif sejak: 2012
Ciri Khas: Lirik jujur tentang kesehatan mental, dinamika vokal Patty Walters dan Benjamin Biss, serta sound pop-punk yang emosional.
• Harga diri rendah dan kebencian terhadap diri sendiri
• Hubungan yang rusak akibat persepsi diri yang negatif
• Permohonan untuk diyakinkan meski tak percaya
• Kontradiksi antara harapan dan kenyataan dalam cinta
Meskipun sumber yang ditemukan tidak menyertakan kunci gitar resmi, analisis terhadap pola musik As It Is dan karakter lagu ini memberikan estimasi yang kuat untuk dimainkan.
Estimasi Kunci Dasar: Lagu-lagu As It Is dengan tema serupa sering menggunakan kunci mayor dengan pergeseran ke relatif minor. Berdasarkan nuansanya, “Speak Soft” sangat mungkin dimainkan di G Mayor atau B♭ Mayor.
Progresi Akor yang Direkomendasikan:
Untuk menangkap dinamika emosional lagu, coba progresi ini:
• Verse/Refleksi: G – D – Em – C (I – V – vi – IV)
• Chorus/Letupan Emosi: C – G – D – Em (IV – I – V – vi) dengan strumming yang lebih kuat.
Karakter Bermain:
• Intro dan verse mungkin dimulai dengan riff gitar atau arpeggio yang jernih namun tegang.
• Pre-chorus (“Speak soft…”) membangun ketegangan menuju ledakan emosi di chorus.
• Bridge (“Seems all I know…”) bisa kembali ke pola yang lebih tenang dan reflektif sebelum menuju klimaks akhir.
1. Dengarkan dan Analisis: Putar lagu aslinya dan coba identifikasi nada dasarnya dengan gitar. Mulailah dari kunci G Mayor.
2. Cari Tutorial Penggemar: Platform seperti YouTube sering memiliki cover atau tutorial yang dibuat oleh penggemar. Cari dengan kata kunci “As It Is Speak Soft guitar tutorial” atau “Speak Soft cover guitar”.
3. Eksplorasi Platform Chord: Periksa situs seperti Ultimate Guitar untuk melihat apakah ada pengguna yang telah mengunggah transkripsi chord mereka.
4. Perhatikan Versi Lain: Ada juga versi “Speak Soft X”. Bandingkan kedua versi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang struktur musiknya.
Lirik berikut merupakan versi yang telah diverifikasi dari sumber resmi Genius Lyrics dan PLyrics. Terjemahan dibuat untuk memahami konteks dan nuansa setiap baris.
[Intro]
[Verse 1]
[Pre-Chorus]
[Chorus]
[Verse 2]
[Pre-Chorus 2]
[Chorus]
[Bridge]
[Outro]
[Chorus – Final]
Seperti disebutkan dalam informasi lagu, “Speak Soft” menyampaikan pertanyaan mendalam tentang hubungan yang retak melalui narator yang memiliki harga diri sangat rendah. Ia merasa dirinya adalah “kabar buruk” dan “bencana yang terlahir sial” yang hanya akan terus mengecewakan pasangannya.
Lagu ini dibangun di atas paradoks yang menyakitkan:
1. Permohonan untuk Dihibur dengan Kebohongan: Narator berulang kali meminta pasangannya untuk “berbicara lembut”—untuk menyampaikan pengampunan, kesabaran, dan mengatakan bahwa dia “sempurna”, meskipun dia sendiri percaya itu semua adalah “kebohongan”. Ini adalah permintaan untuk diyakinkan, meski dia tak akan pernah benar-benar mempercayainya.
2. Pandangan Diri yang Sangat Negatif: Ia memandang dirinya sebagai sumber masalah (“kanker”) dalam hubungan, sementara pasangannya adalah “lapisan perak yang selalu bersinar”. Perbandingan ekstrem ini (“born disaster” vs “silver lining”) menunjukkan jurang persepsi diri yang dalam.
3. Pertanyaan Eksistensial di Bridge: Metafora “menatap laras pistol yang terisi” mewakili situasi kritis atau keputusasaan yang mendalam. Pertanyaan “dapatkah siapa pun kembali pada cinta?” di saat seperti itu menyiratkan keraguan mendasar tentang kemampuan cinta untuk mengatasi kegagalan dan rasa sakit yang parah.
Pesan keseluruhannya adalah tentang seseorang yang begitu terjerat dalam kebencian terhadap diri sendiri sehingga dia tidak bisa menerima cinta, namun masih mendambakan penghiburan palsu darinya. Lagu ini adalah eksplorasi tentang bagaimana harga diri yang hancur dapat merusak hubungan dari dalam.