Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
[Verse 1: Patty Walters]
I’m staring death in his eyes
Aku menatap maut di matanya
I watch the world cave in
Kulihat dunia runtuh ke dalam
Drained like the color from my skin
Mengering seperti warna dari kulitku
Is this real, is this really happening?
Apakah ini nyata, apakah ini benar-benar terjadi?
I used to sing his praise
Dulu aku biasa menyanyikan pujian baginya
But now there’s no sweetness in his name
Tapi kini tak ada kemanisan dalam namanya
He’s been dying to show me to my grave
Dia sudah sangat ingin menunjukkanku ke kuburku
[Chorus: Patty Walters]
Now what I see and what I dream
Kini apa yang kulihat dan apa yang kumimpi
They don’t align (they don’t align, they don’t align)
Mereka tak sejalan (mereka tak sejalan, mereka tak sejalan)
Now face to face, my mistakes
Kini berhadapan muka, kesalahan-kesalahanku
Come to life (they come to life, will I survive?)
Menjadi hidup (mereka menjadi hidup, akankah aku bertahan?)
[Verse 2: Patty Walters]
I feel the floor give way
Kurasakan lantai itu ambruk
Nothing but he and I remain
Tak ada yang tersisa kecuali dia dan aku
And I see the expression on him change
Dan kulihat ekspresi padanya berubah
He leaves my wrists untied
Dia membiarkan pergelangan tanganku tak terikat
Offers his hand and he tells me to decide
Menawarkan tangannya dan dia menyuruhku memutuskan
Now I’m begging him let me keep my wasted life
Kini aku memohon padanya biarkan aku menjaga hidupku yang terbuang
Please, it’s not my time
Kumohon, ini bukan waktuku
[Chorus: Patty Walters]
Now, what I see and what I dream
Kini, apa yang kulihat dan apa yang kumimpi
They don’t align (they don’t align, they don’t align)
Mereka tak sejalan (mereka tak sejalan, mereka tak sejalan)
Now, face to face, my mistakes
Kini, berhadapan muka, kesalahan-kesalahanku
Come to life (they come to life, will I survive?)
Menjadi hidup (mereka menjadi hidup, akankah aku bertahan?)
[Chorus: Aaron Gillespie]
Now, what I see and what I dream
Kini, apa yang kulihat dan apa yang kumimpi
They don’t align (they don’t align, they don’t align)
Mereka tak sejalan (mereka tak sejalan, mereka tak sejalan)
Now, face to face, my mistakes come to life
Kini, berhadapan muka, kesalahan-kesalahanku menjadi hidup
[Chorus: Patty Walters & Aaron Gillespie]
Now, what I see and what I dream
Kini, apa yang kulihat dan apa yang kumimpi
They don’t align (they don’t align, they don’t align)
Mereka tak sejalan (mereka tak sejalan, mereka tak sejalan)
Now, face to face, my mistakes
Kini, berhadapan muka, kesalahan-kesalahanku
Come to life (they come to life, will I survive?)
Menjadi hidup (mereka menjadi hidup, akankah aku bertahan?)
Karakter Musik: “The Reaper” menandai pergeseran band ke arah suara yang lebih gelap dan post-hardcore . Lagu ini penuh dengan energi agresif, riff gitar yang berat, dan vokal yang penuh tekanan, mencerminkan keputusasaan liriknya.
Lagu ini didasarkan pada ketegangan dinamis dan klimaks emosional. Struktur musiknya dibangun untuk menggambarkan konfrontasi dengan Sang Pencabut Nyawa:
Tips: Untuk menangkap nuansanya, gunakan tuning standar dengan distorsi yang tinggi. Eksperimen dengan palm-muting di bagian verse dan buka sepenuhnya di chorus. Perhatikan perubahan dinamika yang tajam antara bagian-bagian lagu.
“‘The Reaper’ adalah momen dalam narasi album di mana The Poet menjadi begitu tidak peka terhadap konsep kematian, sehingga kematian muncul dan mewujud di hadapannya, menawarkan ‘pelarian’—bukan dengan cara yang jahat, tetapi sebagai cara untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang dirasakan The Poet.” — Ben Langford-Biss, gitaris As It Is .
Lagu ini menggambarkan titik balik kritis dalam perjalanan The Poet—saat ia secara harfiah berhadapan dengan personifikasi Kematian (The Reaper). Setelah meromantisasi kematian dalam karyanya, ia kini berhadapan dengan realitasnya yang mengerikan. Garis pembuka “I’m staring death in his eyes” menetapkan nada untuk konfrontasi yang tidak terhindarkan ini .
Lirik lagu ini mengisyaratkan pengalaman hampir mati, kemungkinan setelah upaya bunuh diri . Perubahan ekspresi Sang Pencabut Nyawa dan tawaran tangannya (“tells me to decide”) mewakili pilihan antara hidup dan mati. Permohonan putus asa The Poet, “let me keep my wasted life,” mencerminkan perubahan hati yang mendalam—sebuah pencerahan bahwa ia sebenarnya tidak ingin mati, sebuah fenomena yang dilaporkan oleh banyak yang selamat dari upaya bunuh diri .
Pengingat chorus yang berulang, “Now what I see and what I dream / They don’t align”, menangkap disonansi kognitif The Poet. Kesenjangan antara persepsinya tentang kematian (yang mungkin diidealkan) dan realitas mengerikan yang kini dihadapinya telah runtuh. “Mistakes come to life” melambangkan perasaan bersalah dan penyesalan yang kini menghantui penglihatannya secara harfiah.
“The Reaper” adalah trek ketujuh dan lagu pembuka untuk Stage III: Bargaining (Tahap III: Tawar-menawar) dalam album ‘The Great Depression’ . Posisinya di tengah album menandai transisi naratif yang penting saat The Poet masuk ke tahap tawar-menawar dalam proses berduka.
Menampilkan Aaron Gillespie, vokalis dan drummer band post-hardcore/metalcore legendaris Underoath . Kehadirannya bukan hanya vokal tamu; dalam video musik, Gillespie secara fisik memerankan peran Sang Pencabut Nyawa, menambah lapisan autentisitas pada narasi .
Video musik (dirilis pada Halloween 2018) menggambarkan setiap anggota band terperangkap di ruangan yang mewakili salah satu dari empat tahap kesedihan . Video ini “kasar dan gelap,” terinspirasi oleh film horor, dan menampilkan Aaron Gillespie sebagai antagonis yang mengendalikan peristiwa, memaksa setiap karakter untuk menghadapi ketakutan mereka .
Sebagai bagian dari album “The Great Depression: Reimagined” (2019), lagu ini menerima perlakuan baru yang mengejutkan. Versi reimagined memiliki “vibes jazz-broadway,” sebuah kontras yang disengaja dengan agresi versi asli, menunjukkan fleksibilitas lagu dan kesediaan band untuk bereksperimen .





